Kontroversi Pencopotan Helmy Yahya sebagai Dirut TVRI
Helmy Yahya. (Instagram-@helmyyahya)

Solopos.com, SOLO – Jabatan Helmy Yahya sebagai Direktur Utama TVRI periode 2017-2022 dicopot. Dewan Pengawas TVRI telah melayangkan surat pemberhentian yang diterima Helmy Yahya pada 4 Desember 2019.

Pemberhentian Helmy Yahya menuai kontroversi di berbagai kalangan, termasuk warganet. Sejumlah warganet menyuarakan pendapat berisi ketidaksetujuan pencopotan Helmy Yahya di Twitter. Sebab, mereka menilai Helmy Yahya memberikan pengaruh positif pada TVRI.

Bukan hanya warganet, kakak Helmy Yahya, Tantowi Yahya, juga memberikan dukungan lewat media sosial. Tantowi Yahya yang kini bertugas di Selandia Baru menyampaikan dukungannya lewat akun Instagrm, Sabtu (18/1/2020).

Tantowi Yahya mengunggah fotonya bersama Helmy Yahya. Dia meyakinkan sang adik mampu melewati ujian ini. Dia juga bakal memberikan dukungan penuh atas permasalahan yang dihadapi sang adik.

“Tetap kuat saudaraku. Emas tetaplah emas. Anda akan berkembang semakin besar. Ingatlah Anda tidak berjalan sendirian,” tegas Tantowi Yahya.

Sebagai informasi, Dewan Pengawas TVRI melayangkan surat penonaktifan sementara kepada Helmy pada 4 Desember 2019. Surat Keputusan Nomor 3 Tahun 2019 yang berisi penetapan nonaktif sementara Helmy Yahya dan pengangkatan Direktur Teknik TVRI Supriyono sebagai Pelaksana Tugas Harian Direktur Utama TVRI.

Salah satu penyebab pencopotan Helmi Yahya dari jabatannya adalah pembelian hak siar Liga Inggris yang dinilai terlalu mahal. Helmy Yahya disebut tidak memberikan penjelasan soal pembelian program siaran berbiaya besar tersebut.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho