Kondisi Lantai II Pasar Kartasura, Sukoharjo, sepi belum lama ini. (Solopos/Iskandar)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pemkab Sukoharjo berancang-ancang untuk merehabilitasi Pasar Kartasura menyusul segera berakhirnya perjanjian kerja sama dengan investor rampung pada 2023 mendatang.

Pasar tradisional itu bakal direhab lantaran saat ini bangunannya sudah tak memadai untuk transaksi jual-beli. Pengelolaan Pasar Kartasura bukan kewenangan Pemkab Sukoharjo melainkan investor yakni PT Adhimas Graha Perkasa Semarang.

Perjanjian pengelolaan pasar itu untuk jangka waktu 20 tahun (2003-2023). Kala itu, Pemkab tak mempunyai biaya untuk merenovasi pasar sehingga bekerja sama dengan investor.

Saat ini, kondisi pasar tradisional terbesar di Kartasura itu sangat memprihatinkan. Kondisi bangunan pasar berusia tua dan kurang terawat. Sejumlah los di lantai II Pasar Kartasura tak lagi digunakan para pedagang untuk menggelar barang dagangannya.

Hanya beberapa pedagang yang masih bertahan di lantai II Pasar Kartasura. Sepinya kondisi lantai II Pasar Kartasura disebabkan sebagian pedagang memilih pindah ke lantai dasar atau berjualan di luar area pasar.

“Pengelolaan Pasar Kartasura bakal diambil alih Pemkab Sukoharjo setelah masa kerja sama dengan pihak kedua [investor] rampung pada 2023. Kondisi pasar tak layak lagi untuk berjualan,” kata Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop UKM) Sukoharjo, Sutarmo, saat ditemui Solopos.com di Gedung Setda Sukoharjo, belum lama ini.

Sejatinya, lanjut Sutarmo, Pemkab merevitalisasi bangunan Pasar Kartasura sejak beberapa tahun lalu. Bahkan, Pemkab telah membentuk tim untuk mengkaji rencana itu agar bisa segera terealisasi.

Namun, rencana itu tak membuahkan hasil lantaran terganjal perjanjian kerja sama dengan investor. Pemkab akhirnya hanya bisa menunggu hingga masa kerja sama dengan investor rampung.

“Kami tak memiliki wewenang untuk memperbaiki bangunan pasar. Padahal, bangunan pasar rusak sehingga mengganggu transaksi jual-beli antara pedagang dan pembeli. Informasi yang saya dapat pihak kedua [PT Adhimas Graha Perkasa] tengah kolaps,” ujar dia.

Anggaran revitalisasi Pasar Kartasura diproyeksikan dibahas pada 2022 atau setahun sebelum masa kerja sama dengan pihak kedua habis. Namun, Sutarmo belum dapat memastikan secara terperinci nilai pagu anggaran untuk membiayai revitalisasi Pasar Kartasura.

“Desain konstruksi bangunan berlantai dua dengan menerapkan sistem zonasi pedagang. Misalnya, pedagang bumbu dapur, pakaian, dan perabotan rumah tangga di lantai II,” tutur dia.

Rencananya, bangunan baru Pasar Kartasura dilengkapi berbagai fasilitas seperti akses untuk kaum difabel, air bersih, taman dan area parkir kendaraan bermotor yang memadai.

Berdasarkan data Disdagkop UMK Sukoharjo, Pasar Kartasura terdiri atas dua lantai. Di lantai I ada 359 kios dan los. Sedangkan di lantai II terdapat 842 kios dan los pedagang.

Sementara itu, seorang pedagang sembako lantai II Pasar Kartasura, Sriwanto, mengatakan kondisi lantai II Pasar Kartasura yang sepi sejak beberapa tahun lalu. Lantaran para pembeli enggan berbelanja kebutuhan pokok di lantai II, sebagian pedagang memilih pindah berjualan ke lantai dasar atau luar pasar.

“Dahulu, sebelah los saya ada pedagang yang berjualan sembako. Sekarang tak berjualan lagi karena kondisi lantai II pasar sangat sepi,” kata dia.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten