Para taekwondoin Kota Solo bersama-sama dengan taekwondoin dari berbagai negara di ajang 2019 Gwangju International Taekwondo Academydi Kota Gwangju, Korea Selatan (Korsel) pada Minggu (21/7/2019). (Istimewa)

Solopos.com, SOLO - Kontingen taekwondo Kota Solo yang mengikuti event 2019 Gwangju International Taekwondo Academydi Kota Gwangju, Korea Selatan (Korsel) pada Minggu-Minggu (14-21/7/2019) sukses membawa pulang dua medali emas, dua perak, dan dua perunggu. Selain itu, para atlet mendapatkan pengalaman baru dalam penggunaan protector scoring system (PSS) dalam kejuaraan kategori kyorugi (tanding).

Medali emas diraih oleh Kun Abiarso Basuki dari Dojang Pajang yang turun di pertandingan kategori poomsae senior U-50 dan Ririt Chakri Muninggar dari UKM Unisri Solo yang turun di poomsae senior U-49. Dua medali perak masing-masing diraih oleh Brillian Noktiluca Priliko dan Arvino Ahnaf.

“Keduanya dari Dojang SKB Solo. Bedanya, Brillian tampil dalam pertandingan poomsae senior U-30 sementara Arvino turun di kyorugi kadet 61 kg,” ungkap Ketua Pengkot TI Solo, Donny Susanto, kepada Solopos.com, Kamis (25/7/2019).

Sementara itu, dua atlet lain yang turut serta ke Korea Selatan, Alvin Anindra Putra dari Dojang Pajang (junior 63 kg) dan Salsabila Ramadhani Yudananto dari Dojang Koguryo (kadet 47 kg)harus puas dengan raihan medali perunggu. ”Pencapaian ini sudah melampaui target,” ungkap Donny.

Ia mengatakan evaluasi yang penting dalam kejuaraan tersebut adalah pengalaman para atlet yang masih minim mencoba alat PSS di kategori kyorugi. Padahal, Indonesia sebenarnya sudah memiliki alat tersebut.

“Di Korsel, penilaiannya sudah memakai PSS. Kalau di Indonesia, kebanyakan pertandingan menggunakan digital scoring system [DSS]. Maka kemarin waktu tanding anak-anak belum terbiasa pakai PSS,” ungkap dia.

Ia mengatakan event yang digelar di Universitas Chosun tersebut akan dijadikan bahan untuk pengembangan taekwondo Solo yang lebih baik. Para atlet kini sudah dapat measakan kerasnya persaingan tingkat global sehingga diharapkan bisa terus mengasah diri menjadi taekwondoin yang lebih baik dan berprestasi.

"Kami ingin memberi jam terbang lebih banyak kepada atlet-atlet Solo dan memberikan edukasi kepada beberapa pelatih taekwondo di Solo," terangnya. 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten