Kontes Sepeda Onthel Solo: Ada Peserta Yang Habis Sampai Rp100 Juta Untuk Upgrade Loh...
Peserta Mini Kontes Sepeda Onthel Solo di Wedangan Pak Gendut Limolasan Jl RE Martadinata No 53, Kelurahan Sudiroprajan, Jebres, Solo, Minggu (2/8/2020). (Istimewa)

Solopos.com, SOLO -- Penghobi sepeda berbagai kota mengikuti Mini Kontes Sepeda Onthel Solo di Wedangan Pak Gendut Limolasan Jl RE Martadinata No 53, Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Solo, Minggu (2/8/2020).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, kontes sepeda berlangsung tiga sesi untuk menghindari kerumunan. Masing-masing untuk kelas mountain bike pukul 10.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB, kelas minion pukul 12.30 WIB sampai pukul 14.30 WIB. Lalu kelas seli pukul 15.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB.

Kriteria penjurian meliputi keindahan, kerapian, keserasian, kebersihan, dan kelengkapan. Berbagai upaya dilakukan peserta untuk memenuhi kriteria penjurian tersebut. Bahkan ada yang sampai habis sekitar Rp100 juta untuk upgrade suku cadang.

kontes sepeda onthel solo
Peserta Mini Kontes Sepeda Onthel Solo di Wedangan Pak Gendut Limolasan Jl RE Martadinata No 53, Kelurahan Sudiroprajan, Jebres, Solo, Minggu (2/8/2020). (Istimewa)

Ketua Panitia Mini Kontes Sepeda Onthel Solo, Heru Kurniawan, menjelaskan kontes ini untuk mewadahi pesepeda yang melakukan upgrade sepeda supaya tidak hanya untuk bersepeda tapi juga bisa dinikmati atau dipamerkan kepada masyarakat.

“Tujuan orang upgrade tidak hanya mempercantik sepeda tapi agar enak dinaiki. Mereka mau menghabiskan uang jutaan sampai ratusan juta rupiah. Tapi kalau untuk gowes dengan teman-teman saja enggak ada yang nonton. Kontes sepeda ini sekaligus untuk pameran,” katanya.

Pecah Telur! Kota Madiun Catatkan Kasus Kematian Pertama Akibat Covid-19

Menurut Heru, bersepeda dengan rute tertentu hanya menjadi gebyar musiman. Panitia berencana membuat kontes pameran setiap bulan supaya antusiasme bersepeda lestari atau tidak hanya menjadi tren sesaat.

Tanpa Sponsor

“Gayeng tadi. Peserta dari berbagai kota, dari Tuban, Madiun, Ngawi, Jepara, Kudus, Bawen, Semarang. Sebanyak 50 persen dari luar kota [Solo]. Saya enggak nyangka event perdana seramai itu,” ungkap Heru.

Heru mengatakan kontes sepeda onthel perdana di Solo itu diikuti 90 peserta kelas minion, 55 peserta kelas mountain bike, dan 22 peserta kelas seli. Jumlah peserta kelas minion lebih banyak karena harga rangka sepeda lebih terjangkau dibandingkan jenis sepeda gunung atau seli.

Ada ASN Positif Covid-19, Satu Gedung di Balai Kota Solo Ditutup Sementara

“Mahal belum tentu menang. Ada peserta minion habis sekitar Rp100 juta tapi tidak menang. Sepeda brompton juga kalah karena enggak dapat poin,” paparnya.

Heru mengungkapkan kontes kereta angin perdana tersebut berlangsung tanpa sponsor. Panitia yang tergabung melakukan promosi bekerja sama dengan 10 komunitas sepeda dan forum jual beli sepeda via Whatsapp Group dan Facebook.

Hadiri Arisan Bareng Kades Positif Covid-19, Camat-Kades di Gemolong Sragen Tak Dites Swab, Kenapa?

Heru menjelaskan para peserta kontes sepeda onthel dari luar Kota Solo membawa satu hingga dua sepeda untuk berkompetisi. Mereka berangkat dengan rombongan anggota komunitas dan mengajak anggota keluarga.

“Yang nonton lumayan. Bawa satu dua sepeda, satu tim berangkat semua. Ada yang membawa keluarga. Banyak banget. Acara keluarga, bisa kumpul-kumpul. Sesuai dengan target kami,” katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom