Konsumsi Listrik Justru Diprediksi Turun 10% saat Libur Panjang Natal & Tahun Baru
Apel Siaga Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di Kantor UP3 PLN Surakarta, Jl. Slamet Riyadi, Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Jateng, Kamis (19/12/2019) pagi. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Kebanyakan orang tentu akan memanfaatkan waktu libur panjang akhir tahun, Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, secara maksimal. Banyak ruang publik dan objek wisata biasanya ramai pengunjung saat libur akhir tahun.

Namun di tengah riuhnya liburan akhir tahun, konsumsi listrik PLN justru diprediksi bakal menurun 10%. Peningkatan konsumsi listrik hanya terjadi di beberapa ruang publik seperti bandara, stasiun, mal, dan lain-lain.

"Biasanya akhir tahun itu justru turun karena pabrik-pabrik kan libur. Tapi untuk area mal, stasiun, bandara itu menjadi lebih banyak. Tapi secara average biasanya turun. Sekitar 10% turun," ujar Plt Komisaris Utama PLN, Ilya Avianti, saat jumpa pers sesuai Apel Siaga Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di Kantor UP3 PLN Surakarta, Jl. Slamet Riyadi, Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (19/12/2019) pagi.

Meski konsumsi listrik diprediksi turun, PLN akan tetap siaga agar Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 tak terganggu masalah listrik. "Kita bukan hanya pasokannya, tapi juga keandalan listrik jangan sampai terganggu," lanjut Ilya.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jateng & DIY, Feby Joko Priharto, menegaskan pihaknya telah siap menghadapi libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Feby menjelaskan ada 3.341 personel, 13 unit Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB), 79 trafo mobile, 157 genset 157, dan empat Uninterruptible Power Supply (UPS) yang disiapkan PLN UID Jateng & DIY selama libur panjang akhir tahun.

Ia berharap seluruh lapisan masyarakat juga dapat berkontribusi memberikan laporan kepada PLN jika ada masalah kelistrikan di daerahnya masing-masing. Dengan laporan, maka PLN akan segera menangani maslaah yang terjadi sehingga dapat mencegah pemadaman listrik yang berlarut-larut.

"Kami mengajak masyarakat menjaga aset kelistrikan karena merupakan objek vital untuk aktif menginformasikan bila ada daerah yang rawan misal pohon tumbang, tiang listrik keropos, miring, atau mau tumbang itu segera bisa kami atasi. Karena kemampuan kami untuk mengetahui setiap detial lokasi punya keterbatasan, ini tentu mengharapkan info dari masyarakat. Jadi sebelum terjadi kami bisa mengatasinya dengan tidak perlu pemadaman yang berlama-lama," jelasnya.

Jika ada masalah kelisrtikan PLN, pelanggan dapat mengadukannya melalui call center di nomor 123 disertai kode wilayah atau melalui akun Twitter @pln_123 dan @infolistrikdjty.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho