Ilustrasi minuman manis (Freepik)

Solopos.com, SOLO – Diabetes merupakan penyakit kronis akibat kenaikan kadar gula darah. Sejumlah orang berasumsi mengonsumsi banyak gula meningkatkan risiko diabetes. Benarkah demikian?

Diabetes terjadi saat tubuh tidak dapat mengatur kadar gula darah. Hal itu terjadi akibat pankreas berhenti memproduksi insulin, hormon yang mengubah glukosa menjadi energi. Insulin yang dihasilkan pankreas membantu menstabilkan kadar gula darah.

Ada dua kategori diabetes, yakni tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 terjadi saat tubuh tidak menghasilkan insulin dan disebabkan faktor genetik. Sementara diabetes tipe 2 terjadi akibat tubuh tidak menghasilkan cukup insulin atau tidak bisa menggunakannya secara efektif. Kasus ini dialami sekitar 90 persen penderita diabetes.

Gula pasir yang dikonsumsi mengandung sukrosa yang terdiri dari glukosa dan fruktosa. Sukrosa ini terbuat dari buah bit atau tebu. Ketika sukrosa dikonsumsi, molekul fruktosa dan glukosa dipisahkan oleh enzim di usus dan diserap tubuh. Inilah yang meningkatkan kadar gula darah dan memicu pankreas melepaskan insulin.

Insulin kemudian memindahkan glukosa keluar dari darah dan masuk ke sel yang diolah menjadi energi dan sisanya disimpan ke hati sebagai lemak. Kelebihan asam lemak inilah yang meningkatkan risiko obesitas. Lantas, benarkah mengonsumsi terlalu banyak gula menyebabkan diabetes?

Dilansir Boldsky, Senin (23/9/2019), sejumlah hasil penelitian menunjukkan orang yang minum minuman manis setiap hari memiliki risiko 25 persen terkena diabetes tipe 2. Sebab, kadar gula yang tinggi menyebabkan penumpukan lemak di hati dan resistensi insulin.

Kelebihan asupan gula juga menyebabkan kenaikan berat badan yang memicu diabetes. Apakah gula ini termasuk yang dihasilkan alami dari buah-buahan? Ternyata gula alami dari buah-buahan lebih lambat diserap tubuh. Jadi, kecil kemungkinan menyebabkan lonjakan kadar gula dalam darah.

Hasil penelitian lain menyebut mengonsumsi seporsi buah per hari menurunkan risiko diabetes sebesar 7-13 persen dibandingkan yang tidak makan. Pemanis alami seperti madu serta gula kelapa cocok dipakai sebagai pengganti gula karena mengandung banyak fruktosa. Jadi, mengonsumsi bahan pengganti gula ini cukup aman bagi tubuh.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten