Konsumsi BBM di Soloraya Mendekati Normal
Ilustrasi mengisi BBM. (Solopos/dok)

Solopos.com,SOLO—Konsumsi harian bahan bakar minyak (BBM) jenis gasoline di Soloraya mendekati normal seperti saat sebelum pandemi Covid-19.

Namun demikian, konsumsi elpiji cenderung stabil mengingat masyarakat banyak beraktivitas di rumah selama pandemi. Selain itu, prediksi konsumsi BBM gasoline naik 8%, tapi untuk jenis gasoil turun 11%.

Pjs Unit Manager Communication Relations and CSR Marketing Operation Regional Jawa Bagian Tengah Pertamina, Arya Yusa Dwicandra, mengatakan pihaknya mencatat rata-rata konsumsi harian BBM jenis gasoline di Soloraya saat ini berada di angka 2.000 kiloliter (kl) per hari. Angka tersebut masih 7% di bawah rata-rata konsumsi harian pada saat sebelum pandemi.

“Angka tersebut sudah beranjak mendekati rata-rata normal sebelum pandemi yang berada di angka 2.150 kl per hari,” kata Arya, dalam jumpa pers virtual, Rabu (16/12/2020).

Jajan Ke Warung Lupa Bawa Duit, Kades Glodogan Klaten Ninggal Sepatu Bermerek Sebagai Jaminan

Meningkat Stabil

Di sisi lain, untuk jenis gasoil rata-rata konsumsi harian saat ini berada di angka 835 kl per hari. Menurutnya, angka tersebut juga masih di bawah konsumsi normal pada sebelum pandemi sekitar 6%, yakni di angka 880 kl per hari pada bulan Januari-Februari 2020.

Namun demikian, berbeda dengan produk BBM, untuk bahan bakar elpiji konsumsinya cenderung stabil meski ada pandemi. Rata-rata konsumsi harian saat ini berada di angka 675 metrik ton (MT) per hari. Angka meningkat secara stabil dikarenakan elpiji merupakan kebutuhan sehar-hari meskipun ada pandemi.

Sementara untuk di Kota Solo rata-rata konsumsi BBM harian jenis gasoline saat ini berada di angka 280 kl per hari. Angka tersebut masih sekitar 15% di bawah normal sebelum pandemi yang berada di angka 320 kl per hari. Sedangkan untuk konsumsi BBM jenis gasoil berada di angka 67 kl per hari. Jumlah tersebut cukup jauh di bawah konsumsi normal pada Januari-Februari sebesar 86 kl per hari atau sekitar 30%.

“Peningkatan dan penurunan konsumsi LPG di Kota Solo cenderung stabil dari awal tahun hingga saat ini meskipun terjadi pandemi. Pada awal tahun sebelum pandemi konsumsinya berada di angka 119 MT per hari, sementara rata-rata konsumsi hariaan saat ini berada di angka 118 MT per hari,” imbuh dia.

Prediksi

Sementara itu, Pertamina MOR IV memprediksi kenaikan konsumsi BBM selama Natal dan Tahun Baru untuk jenis gasoline sebesar 8%. Namun demikian, untuk konsumsi jenis gasoil diperkirakan turun 11%, sementara elpiji naik 10%. Prediksi tersebut mengikuti konsumsi Jawa Tengah.

Arya menjelaskan Pertamina memprediksi penyaluran produk terutama BBM jenis gasoline turun 11% dibandingkan tahun lalu, yakni dari 14.000 kl menjadi 12.600 kl. Meskipun jumlah tersebut lebih rendah dari tahun lalu, namun jika dibandingkan rata-rata harian selama pandemi Covid-19 yang berada di angka 11.750 KL maka prediksi BBM jenis gasoline Nataru 2021 naik sebesar 8%.

Ojo Sembrono, Jajan Di Hik Kota Solo Wajib Taat Prokes

Penurunan prediksi konsumsi BBM jenis gasoline pada Nataru kali ini diakibatkan pandemi Covid-19 dan penerapan protokol kesehatan. Sementara konsumsi produk Gasoil akan terjadi penurunan sebesar 11%, dari 5.700 kl menjadi 5.100 kl per hari. “Penurunan ini diperkirakan akan terjadi mengingat pengguna kendaraan jenis disel yang didominasi oleh sektor industri akan libur selama Nataru,” papar dia.

Di samping itu, produk elpiji diperkirakan ada peningkatan sebesar 10% untuk elpiji jenis PSO (3 kg) dan 11% untuk elpiji nonsubsidi. Menurutnya, peningkatan tertinggi diprediksi akan terjadi pada 22 Desember 2020 jelang Hari Raya Natal dan 29 Desember 2020 jelang tahun baru.

“Kami mengimbau kepada konsumen agar menyiapkan stok elpiji di beberapa hari sebelum tanggal tersebut sebagai antisipasi kesediaan stok di pangkalan kami,” jelas dia.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom