Konsumen Soloraya Yakin Ekonomi Membaik 6 Bulan ke Depan, Kok Bisa?
Ilustrasi Pasar Klewer Solo. Perdagangan besar dan eceran menjadi salah satu tumpuan utama perekonomian Soloraya. (Solopos-Sunaryo Haryo Baru)

Solopos.com, SOLO -- Konsumen Soloraya yakin kondisi ekonomi akan membaik enam bulan ke depan berdasarkan survei. Konsumen berpandangan ekonomi membaik seiring dimulainya kembali aktivitas di era kenormalan baru, termasuk aktivitas ekonomi.

Hal tersebut berdasarkan survei konsumen di Soloraya yang dilakukan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Solo. Survei dilaksanakan selama masa pandemi Covid-19.

Ketua Tim Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi (SPPURLA) Kantor KPw BI Solo, Gunawan, mengatakan ekspektasi konsumen Soloraya tersebut menunjukkan optimisme untuk enam bulan ke depan. Hasil survei konsumen ini menjadi angin segar bagi perekonomian lokal.

Uang Rp1 Miliar untuk PSI? Ketua Fraksi PDIP Solo Beri Komentar Menohok

“Ekspektasi konsumen terhadap ekonomi sempat menurun pada Maret hingga Mei 2020. Jika perekonomian turun, lalu masyarakat pesimistis, justru tambah turun. Namun, indeksnya [optimisme konsumen] naik mulai Juni hingga masyarakat optimistis karena banyaknya pelonggaran,” kata dia kepada wartawan di KPw BI Solo, Jumat (7/8/2020).

Gunawan membeberkan pandemi Covid-19 menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II/2020. Hal itu ditandai pertumbuhan ekonomi periode itu yang tercatat minus 5,32 persen secara tahunan (year on year). Padahal, pada triwulan I/2020 perekonomian masih bisa tumbuh 2,97 persen (yoy).

Cerita Warganet Kemekel Ingat Kosa Kata Nyeleneh Ala Wong Sragen

Perekonomian Soloraya Mengikuti Nasional dan Jawa Tengah

Kondisi yang sama terjadi di Provinsi Jawa Tengah yang tercatat mengalami pertumbuhan ekonomi minus 5,94 persen (yoy). Searah dengan pertumbuhan ekonomi nasional dan provinsi Jawa Tengah, perekonomian wilayah Soloraya pada triwulan II/2020 juga diperkirakan mengalami penurunan.

Hal ini terindikasi dari berbagai indikator, salah satunya hasil Survei Konsumen BI terhadap masyarakat Soloraya. Survei konsumen itu menunjukkan terbatasnya konsumsi rumah tangga.

Ini Aktivitas Mbah Minto Klaten Setelah Jadi Jutawan

Survei konsumen tersebut mengungkap sejak Maret 2020, atau ketika pandemi Covid-19 mulai melanda Soloraya, optimisme konsumen terhadap perekonomian di Soloraya cenderung melemah.

Pelemahan tersebut dipicu oleh penurunan penghasilan konsumen dan menurunnya ketersediaan lapangan pekerjaan. Selain itu, berkurangnya pengeluaran untuk pembelian barang-barang tahan lama (durable goods).

“Namun, konsumen menyatakan optimistis akan kondisi ekonomi pada enam bulan mendatang,” imbuh dia mengutip hasil survei konsumen itu.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom