Konsultasi Publik Proyek Tol Solo-Jogja di Klaten Ditunda, Sampai Kapan?
Ilustrasi jalan tol (JIBI/Bisnis Indonesia)

Solopos.com, KLATEN – Konsultasi publik proyek pembangunan jalan tol Solo-Jogja untuk warga terdampak di wilayah Klaten yang dijadwalkan mulai Kamis (19/3/2020) ditunda menyusul merebaknya penularan virus corona di Indonesia termasuk Soloraya.

Pemkab Klaten masih menunggu penjadwalan ulang kegiatan konsultasi publik itu dari pejabat pembuat komitmen (PPK) pengadaan jalan tol Solo-Jogja.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, konsultasi publik rencana pembangunan jalan tol Solo-Jogja itu rencananya dimulai Kamis secara bertahap dihadiri PPK jalan tol, Badan Pertanahan Nasional (BPN), serta perwakilan Pemkab Klaten.

Pasien Suspect Corona RSUD Moewardi Solo Asal Grogol Sukoharjo Meninggal

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Klaten, Wahyu Prasetyo, mengatakan penundaan itu menyusul ada kebijakan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) termasuk Pemkab Klaten menunda atau membatasi kegiatan yang menghadirkan banyak orang.

Hal itu sebagai upaya peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan virus corona atau Covid-19.

“Tentunya nanti ada penjadwalan ulang dari PPK jalan tol. Yang jelas pemkab sudah siap,” kata Wahyu saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (17/3/2020).

Simak! Prosedur Tes Corona Gratis di Posko 24 Jam RSUD Dr Moewardi Solo

Konsultasi publik itu dibagi per sesi dan setiap sesi maksimal dihadiri 200 orang pemilik bidang tanah terdampak proyek tol Solo-Jogja. Lahan terdampak proyek jalan tol di Klaten sebanyak 4.071 bidang.

Warga Bisa Tanya Sedetail Mungkin Tentang Proyek Tol Solo-Jogja

Lahan terdampak itu tersebar di 50 desa/kelurahan di 11 kecamatan. Perinciannya, Delanggu (71 bidang), Polanharjo (787 bidang), Ceper (109 bidang), Klaten Utara (175 bidang), Karanganom (466 bidang), Ngawen (825 bidang), Kebonarum (207 bidang), Karangnongko (202 bidang), Jogonalan (771 bidang), Manisrenggo (275 bidang), dan Prambanan (183 bidang).

Ada Suspect Corona Meninggal, Bupati Sukoharjo Minta Ini

Wahyu menuturkan konsultasi publik menjadi rangkaian kegiatan yang dilakukan sebelum proyek jalan tol digulirkan. Kegiatan itu berfungsi menyosialisasikan rencana proyek pembangunan jalan tol terutama ke warga terdampak proyek tersebut.

“Konsultasi publik ini istilahnya kulanuwun. Kemudian nanti ada pemasangan patok batas dan masyarakat itu diminta mengikuti terus tahapan-tahapannya,” kata Wahyu.

2 Meninggal, Ini Jejak Pasien Corona Klaster Seminar Bogor di Soloraya

Wahyu menjelaskan konsultasi publik menjadi momen penting bagi masyarakat. Mereka bisa menanyakan sedetail mungkin rencana pembangunan jalan tol Solo-Jogja tersebut. Hal itu termasuk memastikan saluran-saluran irigasi tak terputus sebagai dampak pembangunan jalan tol.

“Lebih baik apa yang menjadi unek-unek disampaikan di depan tim,” urai dia.

Terkait ditundanya jadwal konsultasi publik, Wahyu mengimbau warga tetap tenang. Dia memastikan ada penjadwalan ulang dari PPK terkait kegiatan yang masuk dalam tahapan rencana pembangunan jalan tol itu.

64 Warga Diduga Kontak Pasien Positif Corona Wonogiri yang Meninggal

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jaka Sawaldi, meminta pelaksanaan pembangunan jalan tol Solo-Jogja tetap memperhatikan penyelamatan sumber mata air yang salah satu fungsinya untuk irigasi pertanian. Apalagi Klaten merupakan penyangga pangan nasional.

“Konsultasi publik menjadi kewenangan PPK jalan tol termasuk beban yang mungkin timbul. Maka masyarakat diharapkan bisa mendapatkan informasi yang jelas langsung dari PPK jalan tol,” kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho