KONSULTAN KEUANGAN MIKRO: KKMB Solo Bakal Direvitalisasi
Ilustrasi (JIBI/Bisnis Indonesia/dok)

Ilustrasi (JIBI/Bisnis Indonesia/dok)
SOLO - Konsultan Keuangan Mikro Bank (KKMB) Solo bakal direvitalisasi. Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Solo, Anung Indro Susanto, rencana revitalisasi KKMB ini muncul karena setahun belakangan kinerja KKMB kurang optimal. KKMB sendiri merupakan asosiasi bentukan Pemkot Solo melalui Bappeda dengan Bank Indonesia (BI).

“KKMB bertugas membantu kalangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Solo agar dapat mengakses dana pembiayaan dari perbankan. Tetapi, asoasiasi yang saat ini beranggotakan 50 orang kurang bisa bekerja maksimal. Hasilnya juga akhirnya kurang optimal,” kata Anung, Kamis (3/2/2012).

Anung menjelaskan, KKMB ini awalnya dibentuk sebagai solusi bagi UMKM agar bisa mengakses pembiayaan dari perbankan, mengingat prosedur pembiayaan yang diberikan perbankan kerap sulit dipenuhi oleh UMKM. Berdasar data yang disampaikan Peneliti Muda Senior Bank Indonesia (BI) Solo, Sutrisno, jumlah UMKM yang mendapatkan pembiayaan dari bank melalui KKMB hingga Desember 2010 berkisar 751 UMKM. Dengan jumlah dana yang disalurkan mencapai Rp23,873 juta. Angka tersebut sangat kecil, jika dibandingkan dengan jumlah UMKM yang ada di Solo dan sekitarnya, yang diperkirakan mencapai puluhan ribu UMKM.

Pemkot sendiri mengakui, kinerja KKMB saat ini masih setengah hati. “Karena, dalam tanda kutip, kerja KKMB memang tidak ada apa-apanya. Nanti akan kami revitalisasi, dan anggota yang sekarang tergabung dalam KKMB ini akan kami pertegas, masih bersedia ndak?” kata Anung. Dan ditahun 2012, lanjut Anung, Pemkot mengajukan anggaran Rp40 juta untuk operasional KKMB. “Itu hanya untuk operasional saja. Karena selama ini, mereka bekerja dengan biaya sendiri.”

Ke depan, KKMB juga tidak hanya bertugas menghubungkan UMKM dengan perbankan, tetapi juga mendampingi kinerja UMKM yang bersangkutan. Sementara itu, Anung juga menjelaskan, kendala KKMB di lapangan adalah hubungan KKMB dengan pihak perbankan. Dengan sistem yang tidak jelas, membuat KKMB terkadang kesulitan untuk masuk ke perbankan. Dulu pernah ada komitmen Pemkot, BI dan perbankan. “Tetapi dengan sistem yang kurang jelas, misalnya di bank ada pergantian pimpinan, juga akhirnya membuat KKMB ini harus membangun komunikasi yang baru lagi.”

JIBI/SOLOPOS/Hijriyah Al Wakhidah


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

SOLOPOS TV



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho