Konsekuensi di Balik Anak Pertama Dewasa Pada Usia Dini
Ilustrasi (Freepik)

Solopos.com, SOLO--Sebuah keluarga biasanya dihuni oleh ayah, ibu, dan beberapa anak-anak. Anak pertama semula akan menjadi anak tunggal sebelum kedatangan adik-adik mereka.

Sebagai anak paling tua, mereka biasanya akan mendapatkan ekspektasi yang tinggi dari orang tuanya serta beberapa hal yang tidak menyenangkan baginya. Ia juga akan dituntut untuk menjadi dewasa dalam usia dini.

Dewasa pada usia dini juga tidak baik bagi kondisi psikologi anak ke depannya. selain itu, masih banyak alasan yang menyebabkan anak pertama dewasa lebih dini, seperti dilansir dari Liputan6.com belum lama ini yang sebelumnya telah dikabarkan oleh Bright Side.

Baca Juga: Akhir PPKM Periode II, Positif Covid-19 Solo Tembus 8.751 Kasus

Tahu Tanggung Jawab Sejak Usia Dini

Studi menunjukkan bahwa anak-anak yang lebih tua sebagian besar lebih bertanggung jawab daripada adik-adik mereka. Ini karena orangtua mereka seringkali memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap mereka.

Orang tua tahu bahwa mereka dapat mengandalkan anak mereka yang lebih besar dan tidak selalu menyadari bahwa mereka mungkin bosan memiliki tanggung jawab yang terus-menerus.

Ungkapan "Kamu sendiri sudah dewasa dan kamu harus bertindak sesuai umur" atau "Kamu lebih tua dan kamu harus membantu, jangan menjadi masalah" sangat familiar bagi kebanyakan anak yang lebih tua.

Baca Juga: Makin Stylish Dengan Tiga Model Aksesoris XSR 155 Dari Yamaha Ini

Harus Mengendalikan Diri di Berbagai Situasi

Anak-anak yang lebih tua harus selalu berhati-hati dengan apa yang mereka katakan atau lakukan. Sebab, adiknya mungkin akan mempelajari perilaku salah dari mereka. Sehingga, akhirnya mereka dewasa terlalu dini dan tumbuh menjadi perfeksionis.

Rasa takut kehilangan rasa hormat dari adiknya membuat si kakak mau membantu mengerjakan PR matematika, pekerjaan rumah tangga, dan hal lainnya. Selain itu, anak-anak yang lebih besar juga memperoleh keterampilan kepemimpinan dan yang lebih muda.

Namun, sebagai anak yang lebih tua hal itu mungkin bukan yang mudah. Sebab, mereka juga mungkin pernah menginginkan memiliki kakak, bersantai, dan hanya didukung.

Baca Juga: Yang Lagi Viral! Ini Potret Cantik PNS Bergaya Ala Barbie

Selalu Disalahkan

Jika anak-anak berdebat atau melakukan sesuatu yang salah bersama, biasanya yang lebih tua adalah penyebabnya. Hal ini sungguh tidak adil ketika kedua anak melakukan kesalahan dalam pertemuan keluarga, dan orang dewasa menyalahkan anak tertua.

Oleh karena itu, psikolog menganjurkan agar orang tua berhati-hati dan tidak memihak dalam konflik. Jika tidak, salah satu anak akan terbiasa diselamatkan sepanjang waktu, dan yang lainnya akan selalu disalahkan.

Selalu Dilimpahkan Beban

Kalimat seperti "Kamu lebih tua, lebih pintar" adalah sesuatu yang memungkinkan anak-anak yang lebih kecil lebih banyak dapatkan dari mereka lakukan. Anak-anak yang akan berkompetisi sebenarnya tidak masalah, namun tetap ingatlah kedua anak tersebut membutuhkan dukungan orang tua.

Baca Juga: Punya Dampak Baik Bagi Kesehatan Mental, Ini Manfaat Rasa Takut

Mereka juga harus merasa bahwa mereka dicintai. Sehingga, orang tua harus menghargai upaya anak tertua mereka untuk bersabar dengan anak yang lebih kecil.

Korban Pilih Kasih

Terkadang, orang tua memberikan hukuman yang lebih keras kepada beberapa anak dan yang lebih ringan kepada yang lain. Mereka memiliki persyaratan yang berbeda karena perbedaan usia atau jenis kelamin. Dengan kata lain, orang tua memilih anak favorit mereka.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Cornell University menunjukkan bahwa 70% ibu dapat memberi nama anak yang mereka sukai. Menariknya, hanya 15% anak yang berpikir bahwa ibu mereka sama menyayangi mereka.

Baca Juga: Alila Solo Tawarkan Jelajahi Kota Dalam Healthy Staycation, Tertarik?

Hal itu bisa berdampak besar pada harga diri anak yang "kurang disayang" di masa depan. Pada masa remajanya, mereka juga cenderung memiliki kebiasaan buruk. Selain itu, ketegangan di antara anak-anak meningkat jika salah satu dari mereka kurang dicintai (atau jika mereka merasa seperti itu).

Jika orang tua memuji satu anak atas keberhasilan yang tidak dimiliki anak lain, mereka juga harus mencatat hal-hal baik yang mereka miliki. Setiap orang pandai dalam sesuatu dan tidak begitu pandai dalam hal lain, dan itu sangat normal.



Berita Terkini Lainnya








Kolom