Kongres ke-41 di Solo, Syarikat Islam Didorong Fokus Ekonomi Halal

Wakil Ketua DPR RI, Rahmat Gobel, menyebut potensi ekonomi halal luar biasa, namun belum banyak dikembangkan. Ia mendorong Syarikat Islam menjadi pelopor ekonomi halal.

Kurniawan - Solopos.com
Sabtu, 4 Desember 2021 - 16:48 WIB

SOLOPOS.COM - Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel, saat menghadiri Kongres Nasional ke 41 Syarikat Islam di Hotel Novotel Solo, Sabtu (4/12/2021). (Solopos.com/Kurniawan)

Solopos.com, SOLO — Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel, mendorong Syarikat Islam (SI) untuk menjadi pelopor kebangkitan ekonomi bangsa di abad 21 ini dengan fokus terhadap program ekonomi halal. Program itu dinilai potensial digarap dan dikembangkan.

Pernyataan ini disampaikan Gobel saat berbicara dalam Kongres Nasional ke-41 Syarikat Islam di Hotel Novotel Solo, Sabtu (4/12/2021). Dia mengaku sudah mengembangkan ekonomi halal di Gorontalo yang merupakan daerah pemilihan (dapil)-nya.

“Mari kita rumuskan lebih tajam menjadi program aksi yang fokus. Pilihan kepada ekonomi halal merupakan pilihan paling nyata dan terukur. Dan hingga saat ini belum ada organisasi umat yang fokus kepada gerakan ekonomi halal,” ujar dia.

Baca Juga: Edarkan Sabu-Sabu, 2 Warga Solo dan Boyolali Dikukut Polisi

Menurut Gobel, kalau pun ada organisasi yang menggarap ekonomi halal, baru sebatas level administrasinya. “Dengan semangat kembali ke khitah SI sebagai gerakan sosial-ekonomi, kita pelopori kebangkitan ekonomi bangsa,” kata dia.

Ia mengaku sudah merintis ekonomi halal di Gorontalo yang disebut sebagai daerah termiskin nomor lima se-Indonesia. Dia merasa bertanggung jawab untuk ikut mengembangkan Gorontalo yang dikenal dengan sebutan Serambi Madinah.

“Saya buat terobosan membangun kawasan ekonomi khusus halal. Saya andalkan kearifan lokal, seperti hasil bumi, hasil laut, dan sebagainya, yang kalau diolah baik, akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gorontalo,” urai dia.

Baca Juga: PPKM Level 3 Nataru, Satgas Jaga Tangga Awasi Pemudik Masuk Solo

Ihwal produk makanan halal, menurut Gobel, bukan semata secara substansi dibenarkan oleh Islam. Namun lebih dari itu, produk makanan halal harus baik dari segi kesehatan dan tata caranya. Islam mengajarkan lingkungan alam dan kelestarian.

Dia mencontohkan pembuatan produk halal dimulai dari pemilihan bahan baku, sistem penyimpanan, cara produksinya, hingga dikonsumsi masyarakat. “Halal ini artinya luas, bukan hanya makanan-minuman yang dilarang Islam,” ujar dia.

Gobel optimistis pengembangan bisnis di komunitas Islam cukup bagus. Walau diakui dia pengembangan usaha komunitas harus bisa lebih mengakar. Jadi usaha itu bukan sekedar bisnis, tapi bisa membangun fondasi ekonomi organisasi.

Baca Juga: Hadiri Pramuka Berselawat, Ganjar Ketemu Habib Syech di Solo

Gobel juga menekankan pentingnya pemahaman bersama tentang standar dunia. Jangan sampai isu ekonomi halal menghambat ekspor nasional. Selain itu juga jangan sampai bangsa Indonesia yang besar menjadi pasar produk halal negara lain.

“[Potensi ekonomi halal] luar biasa besar. Pasar dunia saja sampai 9 triliun dollar AS pada tahun 2026. Dilihat dari jumlah penduduk, kekuatan budaya kita lebih besar. Tinggal bagaimana menjadikan nilai tambah dari apa yang kita miliki ini,” tegas dia.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif