KONFLIK TANAH KEDIRI : PT KAI Naikkan Tarif Sewa 10 Kali Lipat, Warga Menjerit

 ilustrasi (Dok/JIBI/SOLOPOS)

SOLOPOS.COM - ilustrasi (Dok/JIBI/SOLOPOS)

Konflik tanah Kediri mulai mengarah pada aksi klaim sepihak. PT KAI bahkan mengklaim telah menguasainya dan telah menaikkan tarif sewa 10 kali lipat.

Madiunpos.com, KEDIRI – Sejumlah warga Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mempersoalkan klaim sepihak yang dilakukan PT KAI Daops 7 Madiun. Bahkan, perusahaan pelat merah tersebut secara sepihak telahmenaikkan biaya sewa lahan sepuluh kali lipat dari sebelumnya. Hal itu membuat warga menjerit lantaran tarif yang baru dianggap gila-gilaan.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Salah satu warga mengaku kaget bukan kepalang ketika mendadak dikabari PT KAI bahwa tarif sewa tanah yang dia tempati bersama keluarganya naik sepuluh kali lipat. Menurutnya, kenaikan tarif tersebut sangat tak manusiawi dan mencekik warga pribumi.

“Kami tak tahu apa yang dimaui kereta PT API itu. Kenapa malah menjadi seperti penjajah di negeri sendiri,” ujar warga setempat yang menolak disebut namanya, Kamis (21/5/2015).

Pria tersebut mengaku rajin membayar uang ‘upeti’ kepada petugas PT KAI setiap dua tahun secara berkala. Setiap tahunnya berkisar antara Rp100.000 – Rp300.000. Nominal tersebut belum termasuk pengurusan administrasi sewa di awal yang mencapai Rp4 jutaan.

“Itu dulu hanya tanah tak terpakai, banyak semak rumput seluas100-an meter persegi. Nah, setelah kami bangun rumah, sekarang kami diminta membayar Rp1,5 jutaan/ tahun. Ini kan keterlaluan namanya,” paparnya.

Tak hanya dia seorang. Sejumlah tetangganya juga mengaku menjerit lantaran harus membayar uang sewa secara sepihak kepada PT KAI dengan nominal yang terlalu tinggi. Padahal, jika untuk ditempati sendiri, masih lebih mahal ketimbang orang kontrak atau sewa.

“Mendingan orang kontrak. Kita sudah bayar sewa,bangun rumah sendiri biaya sendiri, kok bayar pajak dan sewa lebih hal ketimbang orang kos. Ini kalau bukan penjajahan apa namanya?” ketusnya.

Terpisah sebelumnya, Manajer Hubungan Masyarakat Daop VII Madiun Eko Budiyanto menjelaskan bahwa tanah di Pare adalah bekas emplasement stasiun Pare. Ia mengkalim tanah tersebut milik PT KAI dengan status hak pakai.

Eko mengatakan, di Kecamatan Pare, ada 59.464,50 meter persegi tanah bekas emplasemen Stasiun Pare, Kabupaten Kediri. Di sana, ada 365 kepala keluarga (KK) yang menempati tanah itu.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Gantikan Robert, Budiman Dampingi Persib Bandung Hadapi PSIS Semarang

      Manajemen Persib Bandung melalui Komisaris Umuh Muchtar telah sepakat menunjuk pelatih interim yakni Budiman yang selama ini menjadi asisten pelatih Robert.

      Siapkan Payung! Prakiraan Cuaca Jogja Kamis Ini: Hujan Tipis Siang-Sore

      Berikut ini prakiraan cuaca di Kota Jogja pada Kamis 11 Agustus 2022.

      Guru TK Meninggal di Kamar Mandi, Diduga Dibunuh

      Jenazah guru TK itu ditemukan di kamar mandi rumahnya oleh ibu kandungnya.

      Soal Vietnam vs Thailand di Piala AFF U-19, PSSI Hormati Keputusan AFF

      Sekjen PSSI Yunus Nusi mengatakan sampai saat ini Indonesia merupakan bagian dari ASEAN dan tetap menjadi anggota AFF.

      Cuaca Boyolali Kamis 11 Agustus Ini: Berawan Pagi, Gerimis Sore Hari

      Prakiraan cuaca Boyolali hari ini, Kamis (11/8/2022), tersaji dalam artikel ini secara lengkap.

      Prakiraan Cuaca Solo Kamis 11 Agustus, Stabil Berawan Sepanjang Hari

      Prakiraan cuaca dari BMKG untuk Kota Solo pada hari ini, Kamis (11/8/2022), stabil berawan sepanjang hari.

      Simpang Joglo Solo Ditutup 1 Jam, Pengguna Jalan Pilih Jalur Alternatif

      Warga yang kerap melewati Simpang Joglo, Solo, memilih jalur alternatif saat penutupan simpang tersebut untuk switch over jalur KA selama satu jam, Rabu (10/8/2022).

      Rumdin Ferdy Sambo Diusulkan Jadi Museum Pengingat Kejahatan

      Ferdy Sambo berpotensi sampai ke puncak karier sebagai orang nomor satu di Polri seperti halnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

      Prakiraan Cuaca Wonogiri Hari Kamis Ini: Gerimis Sore

      Prakiraan cuaca Wonogiri hari ini Kamis 11 Agustus 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.

      Prakiraan Cuaca Klaten Hari Kamis Ini: Berawan Pagi-Gerimis Sore

      Prakiraan cuaca Klaten hari ini Kamis 11 Agustus 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.

      Perbaikan Viaduk Gilingan Solo Bikin Warga Kampung Khawatir, Kenapa?

      Rencana buka tutup hingga penutupan total viaduk Gilingan di Jl A Yani, Banjarsari, Solo, membuat warga kampung di sekitar khawatir.

      Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini 11 Agustus 2022, Full Berawan

      Prakiraan cuaca di Karanganyar hari ini, Kamis (10/82022) akan full berawan dari pagi sampai malam.

      Prakiraan Cuaca Sragen Hari Ini 11 Agustus 2022, Berawan Lalu Hujan

      Prakiraan cuaca Sragen hari ini, Kamis (11/8/2022), akan dominan berawan namun ada kemungkinan hujan turun di malam hari

      Timsus Kapolri Sempat Stagnan, Terbantu Berkat Pengakuan Bharada E

      Ferdy Sambo berpotensi sampai ke puncak karier sebagai orang nomor satu di Polri seperti halnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

      Alarm Waspada Covid-19! Ada 3 Kasus Kematian Baru di Solo dalam Sepekan

      Satgas Penanggulangan Covid-19 Solo mencatat ada tiga kasus kematian baru pada pasien positif corona dalam sepekan terakhir, semua pihak diminta waspada.

      Jejak Berdarah Duren Tiga Akhiri Karier Moncer Ferdy Sambo

      Ferdy Sambo berpotensi sampai ke puncak karier sebagai orang nomor satu di Polri seperti halnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.