KONFLIK PARTAI GOLKAR : Tak Penuhi Kriteria, Golkar Tak Bisa Ikut Pilkada

KONFLIK PARTAI GOLKAR : Tak Penuhi Kriteria, Golkar Tak Bisa Ikut Pilkada

SOLOPOS.COM - Logo Partai Golkar (Istimewa)

Konflik Partai Golkar membuat partai berlogo pohon beringin itu tak bisa mengikuti Pilkada.

Solopos.com, JAKARTA — Komisi Pemilihan Umum memastikan kedua kubu Partai Golkar yang bersengketa tidak bisa mengikuti Pilkada sebelum islah dan/atau proses hukumnya memperoleh kekuatan hukum tetap.

Husni Kamil Manik, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), mengatakan KPU tidak akan menerima berkas pendaftaran Partai Golkar baik dari kubu Agung Laksono maupun kubu Aburizal Bakrie (Ical) sebelum ada satu kepengurusan yang disetejui oleh Menkumham Yasonna H Laoly.

“Keputusan itu sudah sesuai dengan Peraturan KPU No. 9/2015 tentang Pemilihan Gubernur, Walikota, dan Bupati sebagai aturan turunan UU Pilkada yang sudah ditetapkan melalui pleno,” kata Husni saat menggelar pertemuan dengan Idrus Marham, Sekretaris Jenderal Golkar kubu Ical, di kantornya, Jumat (21/5/2015).

Jalan Islah

Menurutnya, dengan menempuh jalan islah atau sengketa hukum telah memperoleh kekuatan hukum tetap (inkracht) dengan sendirinya Menkumham secara otomatis Menkumham akan mengeluarkan SK baru sebagai pengganti SK No. M.HH-01.AH.11.01/2015 tentang Pengesahan Perubahan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, serta Komposisi dan Personalia DPP Partai Golkar kubu Agung.

Namun jika belum islah dan masih dalam sengketa, paparnya, KPU tidak bisa menerima pendaftaran kepesertaan pemilu Partai Golkar karena SK Menkumham tentang kepengurusan Golkar terakhir masih dalam objek sengketa.

Sigit Pamungkas, Salah satu komisioner KPU yang ikut hadir dalam pertemuan itu juga menegaskan hal serupa. “KPU belum bisa mengambil sikap atas putusan PTUN yang membatalkan SK Menkumham.”

Menurutnya, SK Menkumham tersebut masih dalam sengketa hukum. Dengan demikian, KPU akan mengkaji putusan tersebut lengkap dengan langkah yang diambil oleh Menkumham yang berencana mengajukan banding atas putusan PTUN tersebut.

Sebagaimana diketahui, saat ini Golkar yang masih terbelah menjadi dua akan menggelar islah dengan juru damai politisi senior Partai Golkar yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden, Jusuf Kalla. Namun demikian, kedua kubu masih berbeda pendapat tentang acuan islah.

Kubu Ical ngotot menggunakan hasil PTUN sebagai acuan islah. “Kami akan menggunakan putusan PTUN sebagai acuan islah a.l. hasil Munas Bali atau Munas Riau 2009. Alasannya, kubu agung hasil munas Jakarta sudah dibatalkan oleh PTUN,” kata Idrus Marham yang menjabat sebagai Ketua Harian Koalisi Merah Putih (KMP).

Adapun kubu Agung kukuh menggunakan SK Menkumham yang mengatur kepengurusan golkar periode 2015-2020 sebagai acuan islah. “PTUN itu belum berkekuatan hukum tetap. Untuk itu masih bisa digunakan,” kata Zainuddin Amali, Sekretaris Jenderal Golkar kubu Agung.

Berita Terkait

Berita Terkini

H+1 Lebaran Jalanan Wonogiri Kok Ramai, Ternyata Ini Alasannya

Arus lalu lintas di Wonogiri pada H+1 Lebaran atau hari kedua Lebaran, Jumat (14/5/2021) terpantau ramai lancar. Banyak warga yang berwisata maupun bersilaturahmi.

Israel Tewaskan 7 Warga Palestina di Tepi Barat

Tujuh orang warga Palestina meninggal dunia pada Jumat (14/5/2021) akibat aksi kekerasan pasukan Israel yang membubarkan aksi unjuk rasa mereka.

Pengrajin Jamu Gendong Asal Sukoharjo Tak Pulang Kampung, Sebelum Ramadan Sudah Kulakan Dulu

Sebagian pengrajin jamu asal Nguter Sukoharjo memilih tidak pulang ke kampung halaman saat Lebaran 2021. Mereka kulakan bahan baku jamu dalam jumlah besar untuk menambah stok jamu sebelum bulan puasa.

Ini Alasan Mantan Tetap Ingin Berteman, Terima atau Tidak?

Ada sejumlah penyebab melandasi niatan sang mantan ingin tetap berteman.

Benarkah Makan Bawang Merah Berlebihan Bikin Bau Vagina Tak Sedap?

Makan bawang merah bisa memicu bau tak sedap pada vagina.

Partai Golkar Kecam Keras Serangan Israel ke Palestina

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan pihaknya mengecam keras serangan tentara Israel terhadap rakyat Palestina.

Penonton Liga Inggris Bisa Sepenuhnya Datangi Stadion di Musim Ini

Pengelola Premier League Inggris berencana membuka akses bagi para penonton untuk menonton di stadion pada musim 2021- 22 ini.

Duh! Sampah Petasan Kotori Alun-Alun Pengging Boyolali

Alun-Alun Pengging Boyolali dikotori dengan keberadaan sampah. Sebagian besar sampah itu adalah serpihan-serpihan kertas bekas petasan.

Makin Brutal, Pemboman Israel Tewaskan Satu Keluarga Palestina

Pemboman oleh pasukan Israel pada Kamis (13/5/2021) malam menumpas habis seluruh anggota sebuah keluarga Palestina di wilayah utara Jalur Gaza.

Ada Larangan Mudik, Bus dan Truk yang Masuk Solo Turun Drastis

Jumlah bus dan truk yang keluar masuk Kota Solo menurun drastis selama pemberlakuan larangan perjalanan mudik oleh Kementerian Perhubungan.

Satgas Covid-19 Evaluasi Kasus Selama Libur Lebaran

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan belum bisa memperkirakan apakah terjadi lonjakan kasus Covid-19 selama libur Lebaran.

Resiliensi Sektor informal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 4 Mei 2021. Esai ini karya Muhammad Taufik Nandito, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyan Surakarta dan aktif di Lingkar Studi Sasadara di Kleco, Kota Solo.