SOLOPOS.COM - La Nyalla (tengah dari kiri) bersama Presiden AFC, Salman (tengah dari kanan) (Ligaindonesia.co.id)

Konlfik Kemenpora-PSSI memasuki babak baru. Menang di PTUN, PSSI akan segera lapor FIFA.

Solopos.com, JAKARTA PSSI memenangi gugatan atas Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terkait Surat Keputusan Menpora No. 01307, yang membekukan organisasi sepak bola Indonesia itu.

Promosi Tragedi Kartini dan Perjuangan Emansipasi Perempuan di Indonesia

Kemenangan PSSI atas Kemenpora terjadi di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Selasa (14/7/2015) setelah melalui sidang sebanyak 12 kali.

Sekretaris Jenderal PSSI, Azwan Karim, mengatakan pihaknya segera melaporkan perkembangan terbaru sepak bola nasional kepada FIFA.

“Saya selalu melaporkan setiap saat ke FIFA. Tapi yang pasti akan saya hubungi via telepon dulu, kalau hasil pengadilan telah mendukung PSSI,” kata Azwan, seperti dilansir Liputan6.com, Rabu (15/6/2015).

Namun, Azwan menerka FIFA bakal bertanya sekuat apa dampak kemenangan di PTUN untuk mengembalikan pengelolaan sepak bola di tangan PSSI.

“Saya harus menyusun laporan ke FIFA berdasarkan SK pembekuan itu, kalau benar timnas sudah diserahkan lagi ke kita, kompetisi diserahkan ke kita, dan lain-lain. Nah mereka pasti bertanya buktinya apa? Secara formal bakal kami kelola dulu, mungkin sehari atau dua hari ke depan kami laporkan,” ujar Azwan.

Kemenpora menyatakan akan mengajukan banding atas putusan PTUN yang mengabulkan gugatan PSSI.

Menurut kuasa hukum Kemenpora, Faisal Abdullah, pihaknya akan melakukan banding karena putusannya banyak yang tidak sesuai.

”Kami anggap banyak hal yang menurut hemat kami tidak sesuai. Kami akan menggunakan 14 hari waktu yang kami punya untuk ajukan banding,” ujar Faisal Abdullah, seperti dilansir Kantor Berita Antara, Selasa.

Liga Indonesia
Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti, berniat untuk kembali menggelar kompetisi Liga Indonesia yang tertunda. La Nyalla juga akan menginstruksikan PT Liga Indonesia untuk menggulirkan Divisi Utama pada bulan Oktober mendatang.

Selain kompetisi amatir, program football development juga segera diteruskan kembali oleh PSSI.

“Tidak masalah menggelar kompetisi meski dalam status disanksi FIFA. Sanksi FIFA untuk level internasional, seperti Timnas Indonesia yang tidak bisa tampil,” jelas La Nyalla, seperti dikutip dari Okezone, Rabu.

Seperti diketahui, hasil dari PTUN itu juga mengharuskan Kemenpora memenuhi dua permintaan yang keluar dari hasil keputusan tersebut, Selasa kemarin.

Kemenpora diwajibkan mencabut SK pembekuan PSSI dan juga menghukum Kemenpora dengan membayar denda Rp277.000.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya