Kondisi Otak Ungkap Alasan Remaja Lebih Sering Terlibat Kecelakaan
ilustrasi kecelakaan (JIBI/Dok)

Solopos.com, SOLO – Sejumlah kecelakaan maut di jalanan terjadi dalam satu tahun terakhir melibatkan remaja. Kasus kecelakaan yang melibatkan remaja ini terbilang memprihatinkan apalagi di sejumlah tempat mengalami peningkatan.

Seperti di Solo, Unit Laka Satlantas Polresta Surakarta mencatat semala dua tahun terakhir kecelakaan di wilayah Solo cenderung meningkat. Pada 2018, ada 834 kejadian kecelakaan. Sebanyak 58 orang meregang nyawa, satu mengalami luka berat, sedangkan 866 mengalami luka berat.

Sementara hingga November 2019 lalu, angka kecelakaan justru meningkat. Tercatat ada 1.006 kejadian. Dari jumlah itu, 54 orang meninggal dunia, satu orang luka berat, sedangkan 1.055 orang mengalami luka ringan.

Dari catatan itu, korban pihak yang terlibat kecelakaan selama dua tahun terakhir didominasi remaja usia produktif antara 16-26 tahun. Pada 2018, untuk korban kecelakaan tercatat 214 orang dan pelaku 197 orang. Sedangkan tahun ini terakhir tercatat sudah ada 282 korban dengan 254 pelaku.

Sempat Didatangi Pasien Positif Corona, Pasar Dibal Boyolali Tutup 2 Hari

Fenomena tingginya kecelakan pada remaja dapat diterangkan secara neurosains. Center for Disease Control and Prevention (CDC), Amerika Serikat menyebutkan, kecenderungan remaja berisiko tinggi mengalami kecelakaan lalu lintas ada di seluruh dunia.

Ini karena semua remaja di seluruh dunia juga mengalami hal yang sama. Yakni otak emosional yang belum terkontrol. Inilah penyebab utamanya.

Yang dimaksud otak emosional menurut CDC, adalah otak yang disebut lobus frontal yang letaknya di bagian depan kepala. Kegiatan menyetir sangat dipengaruhi oleh kerja otak bagian ini.

Pada bagian yang menutupi lobus frontal terdapat bagian yang disebut korteks prefrontal. Ini merupakan daerah otak yang paling terakhir mencapai kematangan.

Penyebab Kecelakaan

Fungsi yang dilakukan oleh area korteks prefrontal adalah fungsi eksekutif terkait dengan kemampuan menentukan baik dan buruk dan konsekuensi masa depan dari kegiatan saat ini.

Bagian ini berkembang maksimal di usia 25 tahun. Itulah sebabnya kenapa remaja sering gegabah dan tidak hati-hati, karena otak bagian ini belum maksimal.

Ada bagian otak yang disebut amigdala, terletak di bagian tengah otak. Fungsinya sebagai pusat kendali emosi. Sebagian besar perilaku remaja dipengaruhi oleh amigdala sehingga mereka dapat bertindak secara irasional dan emosional.

Menariknya, risiko kecelakaan ini semakin meningkat bila remaja menyetir bersama temannya. Dengan satu penumpang sebesar 38 persen, menyetir dengan 2 penumpang sebesar 223 persen, menyetir dengan 3 penumpang atau lebih sebesar 400 persen.

Sedangkan menyetir sendiri sambil menggunakan telepon seluler memiliki risiko 410 persen untuk mengalami kecelakaan.

Tambah 1 Lagi, Warga Joyotakan Solo Usia 34 Tahun Positif Covid-19

Dilansir situs Seriousaccidents.com, setidaknya ada beberapa penyebab terjadinya kecelakaan dan itu bisa terjadi oleh semua pengemudi baik usia muda maupun yang telah berpengalaman;

Mengalihkan Perhatian

Penyebab kecelakaan paling utama ternyata mengalihkan perhatian dari jalan. Pengalih seperti halnya berbicara melalui sambungan telepon, membaca pesan, hingga mengemudi sembari makan.

Melaju Cepat

Meski jalan raya, namun pada dasarnya pengemudi wajib mengetahui batas-batas kecepatan mobil, mulai dari batas kecepatan di pemukiman, jalan raya, hingga jalan bebas hambatan. Semunya sudah ada aturannya.

Minuman alkohol atau obat-obatan

Minum-minuman dilarang. Apalagi jika sampai mabuk dang mengemudi. Pengemudi yang terpengaruh minuman beralkohol kerap tak sadarkan diri, bahkan dapat memacu kendaraannya secara agresif.

Cuaca

Cuaca buruk kerap terjadi saat hujan, salju atau berkebut. Sebab, jalanan bisa menjadi licin, dan jika berkabut kondisi jalan tidak terlihat sehingga kendaraan lebih sering kehilangan kontrol dan tergelincir.

Menerobos Lampu Merah

Lampu lalu lintas perlu diperhatikan. Bahkan menerobos lampu merah tak hanya sekadar menyebabkan kecelakaan tapi juga menyebabkan kematian.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho