Ilustrasi pemungutan suara Pemilu 2019. (Instagram-@kpu_ri)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Komunitas Rakyat Sukoharjo Independen (Kursi) menggelar deklarasi mendukung pasangan bakal calon bupati-wakil bupati (cabup-cawabup) Nurjayanto-Wawan Pribadi untuk maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sukoharjo 2020.

Nurjayanto dan Wawan Pribadi merupakan legislator DPRD Sukoharjo dari PDIP. Sedangkan kursi merupakan komunitas lintas golongan dari berbagai latar belakang pekerjaan seperti kontraktor, pengusaha, hingga pedagang pasar.

Mereka ingin mengawal proses Pilkada Sukoharjo sesuai aspirasi dan keinginan masyarakat level bawah atau grassroot. Dukungan terhadap pasangan Nurjayanto-Wawan Pribadi dideklarasikan pada Sabtu (20/7/2019) malam.

Pembina Kursi, Bambang Wahyudi, mengatakan dukungan itu berdasarkan kondisi riil politik di Sukoharjo yang masih didominasi PDIP. Duet Nurjayanto dan Wawan Pribadi dianggap paling cocok dan memiliki peluang besar memenangi Pilkada 2020.

“Tak dapat dipungkiri kondisi politik di Sukoharjo seperti ini [didominasi PDIP]. Nurjayanto dan Wawan Pribadi sama-sama memiliki basis massa yang kuat,” kata dia saat berbincang dengan Solopos.com, Minggu (21/7/2019).

Saat ini, Nurjayanto menjabat Ketua DPRD Sukoharjo dan Sekretaris DPC PDIP Sukoharjo. Dia merupakan salah satu caleg yang selalu meraih kursi legislatif selama tiga periode berturut-turut yakni 2004-2009, 2009-2014, 2014-2019.

Pada Pemilu 2019, Nurjayanto menjadi salah satu caleg peraih suara terbanyak di Kabupaten Jamu. Dia memperoleh 10.988 suara di Dapil 1 yang meliputi Kecamatan Sukoharjo, Nguter, dan Bendosari.

“Ada beberapa bakal cabup-cawabup lainnya di PDIP namun figur Nurjayanto dan Wawan Pribadi saling melengkapi. Mereka juga sama-sama wakil rakyat,” ujar Bambang.

Wawan Pribadi menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRD Sukoharjo dan Bendahara DPC PDIP Sukoharjo. Wawan kembali terpilih pada Pemilu 2019 di Dapil 3 meliputi Kecamatan Gatak, Kartasura, dan Baki.

Kendati demikian, tak menutup kemungkinan dukungan itu beralih ke pasangan cabup-cawabup lain tergantung konstelasi politik menjelang pilkada.

“Saya kira jalur independen cukup berat melawan mesin partai politik. Mungkin bisa memenuhi syarat pencalonan sebagai cabup-cawabup namun peluangnya sangat tipis untuk memenangi pilkada,” papar dia.

Sementara itu, salah satu anggota Kursi, Hutomo, mengatakan komunitas masyarakat itu bakal memantau proses tahapan pelaksanaan Pilkada Sukoharjo mulai dari awal hingga akhir. Masyarakat berhak mengetahui bursa bakal cabup-cawabup yang meramaikan pilkada.

Mereka juga harus memahami visi dan misi serta program kerja cabup-cawabup setelah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten