Komunitas Isuzu Panther Soloraya Jadi Duta Wisata Karanganyar

Komunitas Isuzu Panther Soloraya menjadi duta wisata yang membantu mempromosikan tempat-tempat pariwisata Karanganyar.

 Komunitas Isuzu Panther Soloraya. (Dokumentasi KIPS)

SOLOPOS.COM - Komunitas Isuzu Panther Soloraya. (Dokumentasi KIPS)

Solopos.com, KARANGANYAR – Komunitas Isuzu Panther Soloraya (KIPS) mengukuhkan diri sebagai duta wisata dan pelopor disiplin lalu lintas di Karanganyar.

Dalam kegiatan kopi darat (kopdar) yang diselenggarakan di Gedung DPRD Karanganyar, Minggu (16/1/2022), KIPS juga didorong oleh sejumlah pihak untuk membantu mempromosikan objek wisata yang belum populer di masyarakat.

PromosiSosok Low Profile di Balik Kesuksesan Nike sebagai Brand Olahraga Dunia

“Banyak objek wisata yang belum dikenal masyarakat seperti Embung Setumpeng, Taman Edukasi Wahana Cipta Sinatria [WCS], Sendang Bejen dan lain-lain. Itu baru di wilayah Kecamatan Mojogedang, belum di objek wisata di kecamatan lain,” ungkap mantan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar Titis Sri Jawoto di sela-sela acara seminar Peran Komunitas Isuzu Panther Soloraya sebagai Duta Wisata dan Disiplin Berlalu Lintas di Bumi Intanpari di ruang Paripurna Gedung DPRD Karanganyar.

Menurut Titis, sudah saatnya KIPS menjadi duta wisata di Karanganyar. Sebagai komunitas dengan jumlah anggota paling banyak di Soloraya, tentu hal itu akan efektif untuk mem-branding pariwisata Karanganyar.

Sementara itu, Wakil Ketua 1 DPRD Karanganyar Anung Marwoko mengungkapkan siap memfasilitasi kegiatan-kegiatan KIPS seperti kopdar, bakti sosial, dan sebagainya.

“Kami mewakili masyarakat Karanyanganyar yang berada di DPRD siap diajak berkolaborasi dengan kegiatan-kegiatan KIPS, seperti Kopdar, baksos, tentunya di wilayah Karanganyar. Kita siapkan tempat dan fasilitas sesuai dengan kemampuan DPRD Karanganyar, membantu koordinasi dengan Dinas Pariwisata, dan tentunya pemilik pengatur lalu lintas yaitu Kasatlantas,” kata Anung.

Pada kesempatan itu, Kasatlantas Polres Karanganyar AKP Sarwoko, yang diwakili Kanit Kamsel Ipda Teguh Sarwono lebih menyoroti pada kedisiplinan pengguna jalan termasuk konvoi komunitas.

“Komunitas harus tahu aturan dan rambu-rambu lalu lintas, seperti markah, batas kecepatan di dalam kota, lampu lalu lintas. Kami akan memantau KIPS ini dari bando yang digunakan. KIPS harus jadi pelopor disiplin berlalu lintas. Akan kami tegur ketuanya apabila ada anggota KIPS yang melanggar,” ungkap Teguh.

Ketua pelaksana seminar, Topan Sugiarta, mengungkapkan kegiatan kopdar bulanan KIPS se-Soloraya kali ini sekaligus menjadi momentum kesanggupan menjadi duta pariwisata dan disiplin berlalu lintas. Kopdar itu diikuti 133 mobil Panther, dan hadiri 441 anggota beserta keluarganya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

5 Abad Perjalanan Panjang Inggris Legalkan LGBT Melalui Reformasi Hukum

+ PLUS 5 Abad Perjalanan Panjang Inggris Legalkan LGBT Melalui Reformasi Hukum

UU Buggery yang disahkan parlemen Inggris pada masa pemerintahan Henry III pada 1533 menyatakan homoseksual merupakan perbuatan ilegal. Lima abad kemudian, tepat pada 17 Juli 2013, Inggris melegalkan pernikahan sesama jenis melalui reformasi undang-undang.

Berita Terkini

Wacana Maju DKI 1 Mencuat Lagi, Begini Tanggapan Gibran

Di sela kegiatan lari bertajuk Fun Run 5,6 Km di Makorem 074/Warastratama, Sabtu (21/5/2022), Gibran menjelaskan dirinya fokus tugas di Solo.

Infeksi Selaput Otak: Bertahun Keluarga Nunggu Tangisan Keras Richie

Suara tangisan sejadi-jadinya dari bibir Richie diharapkan bisa membuka kembali syaraf-syaraf yang selama ini tersumbat pada tubuh bocah itu.

Segini Tarif Jasa Dekorasi Langganan Presiden Jokowi

Ranu Asmoro yang mendekorasi resepsi pernikahan Ketua MK dengan adik Jokowi menetapkan tarif lebih tinggi dibandingkan penyedia jasa dekorasi lain.

Korean Wave Bikin Suasana Korea Begitu Terasa di Atrium Solo Grand Mall

Beberapa kroteria yang dinilai dalam kompetisi ini adalah kostum, koreografi, lipsing, serta kejutan yang diberikan untuk penonton.

Pemkab Sragen Klaim Terus Dampingi Anak Korban Perkosaan di Sukodono

Pemkab Sragen melalui Dinas Pengendalian Pendudukan, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) mengklaim selalu melakukan pendampina terhadap anak korban perkosaan.

800-An Tamu Bakal Saksikan Pernikahan Adik Presiden Jokowi pada 26 Mei

Sekitar 800-an undangan akan hadir pada pernikahan adik Jokowi yang digelar di Gedung Graha Saba Jl. Letjen Suprapto Solo.

1,5 Tahun Kasus Perkosaan Anak di Sragen Tak Tuntas, Polda Turun Tangan

Kapolres Sragen mengaku mengalami dua kendala dalam penanganan kasus perkosaan anak di bawah umur di Sukodono yang sudah berjalan 1,5 tahun.

Espos Plus: Perjalanan Inggris Legalkan LGBT dan Cerita Bandit Jawa

Tiga konten berita terkait perjalanan Inggris yang butuh waktu lima abad untuk melegalkan LGBT, cerita bandit Jawa jadi kecu atau perampok hingga Indonesia jadi ladang empuk jaringan pengedar narkoba internasional menjadi sajian menu Espos Plus edisi Sabtu (21/5/2022).

Bidik Pemilih Pemula Soloraya, Sahabat Ganjar Gelar Lomba TKJ

Sahabat Ganjar Relawan Indonesia atau Saga Relawan Indonesia menggelar lomba Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) yang diikuti para siswa SMK se-Soloraya.

Rumah Baca Sang Petualang Wonogiri Buka Kelas Komputer Berbayar Sampah

Rumah Baca Sang Petualang Wonogiri membuka kelas komputer untuk semua warga yang dibayar dengan sampah. Aksi sosial ini dilakukan untuk meningkatkan literasi digital warga Wonogiri.

Kementan Targetkan Swasembada Kedelai Pada 2026

Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan swasembada kedelai pada 2026. Tahun ini, Kementan mengejar target produksi kedelai 1 juta ton.

Sragen Hari Ini: 21 Mei 2016, Kecelakaan Maut Bus & Motor, 1 Meninggal

Enam tahun lalu, tepatnya pada 21 Mei 2016, terjadi kecelakaan lalu lintas di jembatan Mageru, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen.

Warga Sragen Wetan Meninggal di Kamar, Ketahuan Seusai Jendela Didobrak

Seorang warga Sragen Wetan Sragen, ditemukan meninggal dunia sendirian di rumah. Korban ketahuan meninggal setelah ada warga yang mendobrak jendela rumahnya.

Tak Kuat Menanjak, Espass Nggelondor ke Jurang di Karangpandan

Mobil Daihatsu Zebra Espas yang dikemudikan warga Karangpandan, Karanganyar, ngglondor masuk jurang setelah tak kuat menanjak. Beruntung, sopir hanya mengalami luka ringan.

Keistimewaan Boyolali, Aneka Kuliner Lezat hingga Ikon Monumen Dunia

Kabupaten Boyolali dengan sederet keistimewaan terdiri atas 22 kecamatan yang dibagi lagi menjadi 261 desan dan 6 kelurahan.