Komposisi Musik Maduswara Karya Peni Candra Rini Bergema di New York

Peni memang tak ikut tampil langsung dalam pertunjukan tersebu, namun suara dan komposisi musiknya menghidupkan suasana.

 Peni Candra Rini (Instagram Peni Candra Rini)

SOLOPOS.COM - Peni Candra Rini (Instagram Peni Candra Rini)

Solopos.com, SOLO — Komposisi musik seniman Solo, Peni Candra Rini, berjudul Maduswara tersaji apik berpadu dengan string quarted langganan Grammy Award, Kronos Quartet, di Merkin Concert Hall, New York, baru-baru ini. Peni terpilih menjadi salah satu dari 50 For The Future Kronos Quartet Learning Repertoare.

Ini merupakan panggung kehormatan bagi komposer sekaligus dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Solo yang mengawali kariernya dari sinden Jawa tersebut. Dikutip dari media massa setempat, world premiere Maduswara berhasil memikat para penonton. Kronos Kuartet menampilkannya dalam dua versi, yakni versi asli dan kolaborasi, serta versi gubahan gamelan Maduswara dalam bentuk string quartet.

Peni memang tak ikut tampil langsung dalam pertunjukan tersebut. Namun suara dan komposisi musiknya menghidupkan suasana. Ia mencampurkan elemen gamelan, suara vokalnya, dan sentuhan keindahan alam Jawa lengkap dengan kokok ayam, dan suara katak di dalamnya.

Baca juga: SIPA 2016 : Peni Candra Rini Jadi Maskot Solo International Performing Art 2016

Maduswara menyandingkan motif berulang dengan gerakan kuat dan melodi kerinduan. Ia seolah membawa keindahan dan kekayaan alam Tanah Jawa di antara keriuhan New York. Narasi musiknya disebut-sebut mampu membangkitkan tarian mendongeng dari tradisi gamelan yang kaya.

Saat diwawancarai Solopos.com, Kamis (4/11/2021), Peni mengatakan setelah ini karyanya kembali diundang dalam perayaan 50 tahun Kronos Quartet berkarya pada 2023 dan 2024.  Dia menyebut Maduswara disusun sebagai penggugah semangat para generasi sinden. Tujuannya agar para sinden kembali menyadari posisinya sebagai penyampai nilai-nilai kehidupan yang universal. Karya epik ini juga menjadi memoar perjalanan panjangnya dari seorang pesinden hingga komposer kelas dunia seperti sekarang.

Seiring perjalanan waktu, Peni melihat Maduswara menemukan jalannya sendiri.  Setelah Kronos Quartet, dalam waktu dekat karyanya bakal direspons para penari Solo dalam pentas kontemplatif di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT).

Baca juga: Serunya Menikmati Gemerlap Panggung SIPA dari Mobil

Pertemuan Peni dengan Kronos Quartet diawali 2019 silam. Mereka sebelumnya kolaborasi dengan maestro gamelan Jawa yang juga guru Peni, yakni mendiang Rahayu Supanggah. Kronos Quartet tertarik saat mendengar komposisi musik Peni dalam Atisadu.  Karya tersebut dianggap berhasil menggambarkan perjalanan spiritualitas, serta energi Indonesia secara keseluruhan.

Kaget Sekaligus Bangga

Peni yang mengaku selama ini tak bisa menulis komposisi dalam musik barat sempat kaget sekaligus bangga. Setelah diyakinkan, Peni akhirnya menerima tantangan tersebut.

Peni kemudian diminta mengirim karya dengan durasi lima menit yang menggambarkan energi spiritualitas Indonesia. Kala itu ia mengirim 11an komposisi. Karena lama tak direspons, akhirnya Peni memilihkan Maduswara yang sebelumnya dibawakan di TEDxUbud. Mengusung judul Wiji Tembang, Memoar Perjalanan Bunyi, karya tersebut berisi tentang perenungan untuk mengingatkan kembali pesinden akan posisinya.

Baca juga: Meriahkan Hari Wayang Dunia VII 2021, ISI Solo Gelar Berbagai Kegiatan

Setelah itu, proses kolaborasi latihan berlangsung via daring. Mereka melakukan diskusi dan latihan via online sejak 2019, sampai akhirnya dipentaskan di New York baru-baru nini. Peni tak bisa ikut tampil langsung karena masih dalam kondisi pandemi.

“Pada akhirnya karya Maduswara menjadi ruang lentur yang bisa dikolaborasikan dengan seni lain. Kemarin setelah pentas di New York, Kronos ada pentas dengan penyanyi Persia. Komposisi musik saya dipadukan dengan musik Persia. Setelah konser, Kronos masih ingin memainkan komposisi musik saya, lagi, dan lagi. Saya bersyukur untuk itu,” kata Peni.

Berita Terkait

Espos Plus

Drone Makin Dibutuhkan, Pengembangan Teknologi Pesat

+ PLUS Drone Makin Dibutuhkan, Pengembangan Teknologi Pesat

Teknologi drone berkembang pesat. Kegunaan drone makin beragam di banyak sektor. Perusahaan-perusahaan drone mengembangkan pasar berbasis kebutuhan dan manfaat.

Berita Terkini

Maudy Koesnaedi Berpasangan Lagi Dengan Rano Karno di Film

Kabar artis datang dari Maudy Koesnaedi yang berpasangan lagi dengan  Rano Karno di film.

4 Fakta Menarik Moon Knight, Sosok Baru dari Marvel

Ada sejumlah fakta menarik dari Moon Knight yang trailernya resmi diunggah oleh Marvel pada Selasa (18/1/2022)

Sule Ceritakan Kondisi Terkini Tukul Arwana: Bisa Tertawa dan Duduk

Tak hanya menceritakan kondisi terbaru Tukul Arwana yang sudah bisa tertawa, Sule juga minta doa dari warganet.

Denny Sumargo Pamer Perut Buncit, Kristina: Wow Montok

Tak sedikit rekan sesama artis turut memberikan komentar di unggahan yang memperlihatkan perut buncit Denny Sumargo itu.

Puteri Indonesia Lingkungan Ajak Bertanggung Jawab Atas Sampah

Puteri Indonesia Lingkungan 2020 Putu Ayu Saraswati mengajak orang-orang untuk tetap bertanggung jawab atas sampah yang mereka hasilkan saat berwisata.

Episode Terakhir Layangan Putus Sukses Bikin Penasaran

Tak sedikit warganet mengungkapkan rasa penasara terhadap episode terakhir Layangan Putus.

Lagu Solo Jimin BTS Cetak Rekor di Youtube

Kini, Jimin BTS menjadi artis solo K-Pop pertama yang memiliki tiga track audio yang mencapai prestasi tersebut.

Pemeran Moon Knight Gaspard Ulliel Meninggal

Sebelum meninggal dunia, pemeran serial Moon Knight Gaspard Ulliel menderita trauma otak yang serius. 

Lirik Lagu Roman Picisan - Hanin Dhiya feat Ahmad Dhani

Berikut lirik lagu Roman Picisan milik Ahmad Dhani yang dinyanyikan ulang Hanin Dhiya.

Putri Marino Blak-Blakan Layangan Putus, Salah Ucap di Adegan Ini

Putri Marino juga blak-blakan mengisahkan saat menjalani adegan mesra dan intim bersama Reza Rahadian di Layangan Putus.

Putus dengan Gisel, Begini Perasaan Wijin

Wijin mengungkapkan bagaimana perasaannya putus dengan Gisel di kanal Youtube Melaney Ricardo.

6 Perbedaan Layangan Putus Versi Drama dan Tulisan Mommy ASF

Ada sejumlah perbedaan Layangan Putus versi drama dan tulisan karya Mommy ASF.

Penyanyi Ini Dominasi Ajang Penghargaan Khusus untuk Warga Kulit Hitam

Penyanyi H.E.R tahun 2022 ini mendapatkan enam nominasi pada ajang penghargaan khusus warga kulit hitam.

Inilah Profil Putri Tanjung yang Sedang Jadi Omongan Warganet

Putri Tanjung, anak bos Trans Corp Chairul Tanjung sedang jadi bahan omongan warganet.

4 Fitur Tersembunyi Netflix, Sudah Pernah Mencoba?

Bukan hanya untuk menonton film, Netflix memiliki sejumlah fitur tersembunyi yang bisa dipergunakan.