Anggota DPRD Kabupaten Karanganyar, Hudiyanto (Istimewa)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Anggota DPRD Kabupaten https://soloraya.solopos.com/read/20190708/494/1004206/11-pejabat-ikut-seleksi-calon-sekda-karanganyar-ini-datanya" title="11 Pejabat Ikut Seleksi Calon Sekda Karanganyar, Ini Datanya">Karanganyar, Hudiyanto, 55, meninggal dunia pada Rabu (10/7/2019) pukul 08.55 WIB karena komplikasi beberapa penyakit.

Politikus Partai Demokrat tersebut sudah beberapa lama menderita penyakit tersebut. Bahkan, Hudiyanto sempat dikabarkan meninggal pada Selasa (9/7/2019).

Kabar itu membuat geger peserta Rapat Paripurna DPRD https://soloraya.solopos.com/read/20190707/494/1003745/557-calhaj-karanganyar-masuk-embarkasi-haji-donohudan" title="557 Calhaj Karanganyar Masuk Embarkasi Haji Donohudan">Karanganyar. Sekretariat DPRD Karanganyar kemudian mengirim salah satu pegawai untuk mengecek informasi tersebut.

Dari hasil pengecekan itu diketahui kondisi Hudiyanto yang dirawat di rumah sakit berangsur-angsur membaik.

"Iya itu betul. Selasa pas Rapat Paripurna itu teman-teman ribut katanya [Hudiyanto] meninggal. Ternyata kondisinya semakin membaik. Sudah bisa minum. Tuhan berkehendak lain. Kami keluarga besar DPC Partai Demokrat dan Fraksi Partai Demokrat sangat kehilangan beliau. Kontribusi beliau terhadap partai sangat besar," ungkap Ketua DPC Partai Demokrat Karanganyar, Tri Haryadi, Rabu.

Tri Haryadi yang juga anggota DPRD https://soloraya.solopos.com/read/20190705/494/1003443/kandang-di-karanganyar-terbakar-4.000-ekor-ayam-hangus" title=" Kandang di Karanganyar Terbakar, 4.000 Ekor Ayam Hangus Kandang di Karanganyar Terbakar, 4.000 Ekor Ayam Hangus">Karanganyar mengaku tidak menyangka rekan seperjuangannya meninggal setelah berjuang melawan penyakit yang diderita. Menurut Tri, Hudi dirawat di rumah sakit sejak Sabtu (6/7/2019).

Hudi sakit sejak lama. Tetapi, menurut Tri, kondisi Hudi stabil saat kali terakhir dia menjenguk Selasa (9/7/2019) siang.

"Saya dan teman-teman Fraksi Partai Demokrat di Jakarta sejak Selasa sore. Ada rapat Partai Demokrat. Selasa siang sebelum ke Jakarta, kami jenguk dia ke rumah sakit. Memang dipasangi ventilator di mulut tetapi kondisinya sadar," kata Tri yang saat dihubungi Solopos.com sedang berada di Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta menunggu penerbangan sekitar pukul 14.00 WIB.

Hudiyanto tercatat sebagai anggota DPRD Kabupaten Karanganyar selama dua periode yakni periode 2009-2014 dan periode 2014-2019. Pada Pemilu 2019, Hudiyanto masih mendaftar sebagai calon anggota legislatif.

Tetapi performanya menurun karena kondisi kesehatan. Perolehan suaranya menurun dari 2.319 suara pada pileg tahun 2014 menjadi 107 suara. "Iya betul karena kondisi. Beliau fokus pemulihan kesehatan," tutur Tri.

Hudi awalnya kades Partai Golkar. Dia bergabung ke Partai Demokrat pada 2006 hingga sekarang. Pada Pemilu 2009, Hudi berangkat dari daerah pemilihan Kebakramat, Jaten, dan Tasikmadu.

Pada periode 2009-2014, Hudi menjabat Wakil Ketua Komisi C sedangkan pada periode 2014-2019, Hudi menjabat Wakil Ketua Komisi A.

"Dia sebagai anggota DPRD dan pengurus DPC Partai Demokrat. Orangnya supel, humoris, dan entengan sehingga banyak teman. Jabatan yang diemban selama berkarier politik itu artinya dia dipercaya."

Hudi yang meninggal saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Dr. Oen Solo meninggalkan istri, Sularmi, dan tiga orang anak, yakni Aditya Dymi Prabowo, Boby Adika Prasetya, dan Chairul Adhi Prasetya.

Hudi dimakamkan di Astonoloyo Bibis Jungke, Kecamatan Karanganyar. Jenazah diberangkatkan dari rumah duka di Dusun/Desa Papahan RT 005/RW 004, Kecamatan Tasikmadu pukul 16.00 WIB.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten