Kompetisi DU LPIS Berlanjut

SOLO –Rapat seluruh CEO tim yang bernaung di bawah LPIS di Jakarta, Kamis (21/3) petang memutuskan kompetisi DU LPIS tetap berlanjut.

Para pemain Persis versi Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) saat tampil di Stadion Manahan, Solo, beberapa waktu lalu. Persis LPIS berniat melanjutkan kiprahnya di Divisi Utama LPIS, kendati nasibnya musim depan belum jelas. dokJIBI/SOLOPOS/Maulana Surya

Hal itu dijelaskan perwakilan manajemen Persis LPIS, Ruhban Ruzziatno, kepada Espos, Kamis. Ruhban meyakini hasil keputusan KLB PSSI yang menyebutkan tim peserta kompetisi tahun 2014 masih data kasar. Artinya, hal tersebut masih dapat berubah sewaktu-waktu. Sehingga, tim peserta DU LPIS masih dapat berpeluang mengikuti kompetisi tahun 2014.

“Hasil sementara, kompetisi DU LPIS tetap lanjut. Saat ini, zamannya sudah tidak bisa dibohongi lagi bahwa verifikasi di AFC harus meliputi lima aspek, di antaranya legalitas, finansial, infrastruktur, supporting tim. Misalnya, ada tim yang tidak mematuhi persyaratan itu bisa gugur dengan sendirinya. Jadi, kompetisi di LPIS nanti tetap mengacu pada sistem promosi dan degradasi,” kata Ruhban.

Terpisah, Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo memang tak melarang eksistensi Persis LPIS. Mantan Ketum Persis itu hanya mewanti-wanti kepada pengurus untuk menyiapkan jumlah anggaran ideal yang dibutuhkan dalam satu musim di awal kompetisi. Tujuannya, guna menghindari kejadian memalukan, seperti keterlambatan membayar gaji pemain dan biaya operasional tim.

Rudy, sapaan akrab FX Hadi Rudyatmo, mengatakan Persis secara organisasi sampai saat sekarang masih solid. Sebagai pencinta sepak bola di Kota Bengawan, dirinya memang berharap Persis tetap menjadi satu ke depan.

“Soal Persis, saya sudah menyampaikan ke masing-masing manajemen, baik Persis PT LI ataupun Persis LPIS. Untuk yang ikut di DU PT LI, silakan jalan terus tapi tetap mempertimbangkan pemenuhan kebutuhan biaya operasional dan gaji pemain. Jangan sampai hal-hal yang memalukan seperti kemarin terulang kembali. Untuk Persis LPIS, kalau tidak ada dana di awal, mohon dipertimbangkan terlebih dahulu,” kata Rudy saat ditemui wartawan seusai acara ground breaking Gedung Bank Mandiri Solo, Kamis.

Apa yang disampaikan Rudy tersebut mengacu pada hasil KLB PSSI yang memutuskan kompetisi sepak bola di Indonesia tahun 2014 hanya diikuti 22 tim. Tim peserta itu berasal dari 18 tim ISL dan empat tim IPL. Dengan demikian, tim yang tak ditopang dana yang kuat, otomatis akan sulit memenuhi persyaratan yang diajukan Rudy.

“Mestinya, masing-masing tim harus bisa membaca hal tersebut [hasil KLB]. Saya hanya berharap ke depan, semoga kompetisi nanti jangan hanya bersifat profesional. Kompetisi amatir juga harus dipikirkan,” kata mantan anggota Komite Normalisasi (KN) itu.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho