Tutup Iklan
Wakil Presiden Jusuf Kalla berbincang dengan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kanan) dan Menpan RB Syafruddin (kiri) di Auditorium Mutiara STIK-PTIK, Jakarta, Jumat (18/10/2019). (Antara-Aprillio Akbar)

Solopos.com, JAKARTA -- Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto telah resmi ditunjuk Presiden Jokowi untuk jadi Plt Kapolri menggantikan posisi Jenderal Muhammad Tito Karnavian.

Namun, menurut Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto hanya akan mengisi jabatan Kapolri itu hingga Desember 2019 nanti. Pasalnya, Ari Dono akan masuk purna tugas.

Neta memprediksi kandidat paling kuat untuk jadi Kapolri menggantikan Ari Dono Sukmanto adalah Irjen Pol Gatot Edy Pramono yang kini menduduki posisi Kapolda Metro Jaya. "Kandidat terkuat yang akan jadi Kapolri di bulan Desember nanti adalah Gatot Edy Pramono ya," tutur Neta kepada Bisnis/JIBI, Selasa (22/10/2019).

Sementara itu, pengganti Gatot Edy Pramono untuk jadi Kapolda Metro Jaya adalah Kapolda Lampung Irjen Pol Purwadi Arianto dan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Sufahriadi.

Kemudian, Wakapolri sendiri pada Desember 2019 diprediksi diisi oleh Komjen Pol Idham Aziz yang kini menjabat sebagai Kabaresrim Polri. Seluruh rotasi itu, menurut Neta, sangat penting dilakukan untuk mengisi kekosongan dan perputaran roda organisasi agar semakin baik di kemudian hari.

"Dua nama itu adalah kandidat terkuat untuk jadi Kapolda Metro Jaya," katanya.

Secara terpisah, Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra, mengatakan Plt Kapolri akan ditunjuk langsung oleh Presiden Jokowi melalui Keputusan Presiden (Keppres).

Menurutnya, penunjukan itu dilakukan Presiden Jokowi, setelah Jenderal Pol Muhammad Tito Karnavian diminta untuk jadi salah satu Menteri Presiden Jokowi selama lima tahun ke depan.

"Nanti ada penunjukan Plt Kapolri, tapi secara resminya menunggu Keppres," tuturnya, Selasa (22/10/2019).

Sumber: Bisnis/JIBI


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten