Tutup Iklan

Komitmen dan Kesetiaan Sahabat Kawal Kasus Gilang Mahasiswa UNS Solo

Para sahabat Gilang Endi Saputra berkomitmen mengawal kasus mahasiswa UNS Solo yang meninggal saat mengikuti diklat Menwa, Minggu (24/10/2021).

 Ratusan mahasiswa mengikuti aksi solidaritas atas meninggalnya salah satu mahasiswa UNS saat mengikuti Diklat Menwa di Boulevard UNS Solo, Selasa (26/10/2021) malam. (Solopos/Chrisna Chanis Cara)

SOLOPOS.COM - Ratusan mahasiswa mengikuti aksi solidaritas atas meninggalnya salah satu mahasiswa UNS saat mengikuti Diklat Menwa di Boulevard UNS Solo, Selasa (26/10/2021) malam. (Solopos/Chrisna Chanis Cara)

Solopos.com, SOLO — Kematian Gilang Endi Saputra saat mengikuti diklat Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Sebelas Maret atau UNS Solo meninggalkan duka mendalam bagi sang sahabat, Lingga Purbo Wahyu Pamungkas.

Di sela kesibukannya mengikuti perkuliahan, Lingga bersama mahasiswa lain kini intens mengawal kasus Gilang agar ada keadilan untuk keluarga korban. Pada Kamis (28/10/2021) siang, Lingga bersama sesama mahasiswa Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Sekolah Vokasi UNS serta perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-UNS mendatangi Gedung Rektorat UNS.

Mereka mendampingi keluarga korban untuk mencari kejelasan kronologi kematian Gilang bersama pihak kampus. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNS Ahmad Yunus dan Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS Sutanto menemui para mahasiswa itu.

Baca Juga: Soal Tuntutan Pembubaran Menwa, Ini Tanggapan Konas Menwa Indonesia

“Upaya-upaya ini kami lakukan agar kematian sahabat saya bisa segera diungkap sejelas-jelasnya,” ujar Lingga saat ditemui Solopos.com di Gedung Rektorat, Kamis.

Sekitar dua jam para mahasiswa UNS Solo berdiskusi dengan keluarga korban maupun pihak kampus untuk menyikapi kasus Gilang. Dalam pertemuan terbatas itu, kampus kembali menyatakan komitmennya memberikan keadilan pada Gilang dan keluarga.

Salah satunya yakni tak akan segan-segan membubarkan Menwa apabila organisasi itu terbukti melakukan kekerasan dalam kegiatannya. Lingga berharap hasil autopsi kepolisian dapat membuka tabir apa yang sebenarnya terjadi.

Baca Juga: Kasus UNS, Kepala Staf Konas Menwa Indonesia Datangi Polresta Solo

“Semoga hasil autopsi segera keluar dan disampaikan kepada keluarga. Sebagai sahabat, saya tetap akan mengawal kasus Gilang sampai tuntas,” ujar mahasiswa Semester III Prodi K3 itu.

Aksi Solidaritas

Sebelum mengikuti pertemuan itu, Lingga bersama ratusan mahasiswa UNS Solo lain mengikuti aksi solidaritas dan doa bersama di Boulevard UNS, Selasa (26/10/2021) malam. Gerakan itu bisa dibilang sukses membuat kampus semakin serius menangani kasus Gilang.

Keesokan harinya, kampus membekukan sementara Menwa serta mengkaji opsi pembubaran organisasi seperti tertuang dalam Peraturan Rektor UNS itu. “Ini sebagai bentuk protes kami. Kegiatan itu [diklat] sudah di luar nalar sehingga membuat nyawa teman kami hilang,” ujar Lingga dalam aksi solidaritas malam itu.

Baca Juga: Gelegar Pidato Tuntas Tandai Kelahiran PKR sebagai Partai Wong Cilik

Salah satu elemen yang konsisten mengawal kasus Gilang sejak awal adalah BEM Sekolah Vokasi (SV) UNS. Kebetulan Gilang juga menjadi anggota organisasi itu. Ketua BEM SV UNS, Dessy Latifatul Laila, mengatakan mahasiswa dan UNS sudah mencapai sejumlah kesepakatan dalam pertemuan Kamis.

“Salah satu yang terpenting adalah kampus menjamin ikut mengawal kasus untuk memberikan keadilan bagi Gilang dan keluarga,” ujarnya.

BEM SV respek dengan komitmen UNS yang siap memberikan sanksi berat bagi Menwa. “Kampus juga bersedia membubarkan Menwa apabila organisasi itu memang menyalahi aturan. Komitmen ini tentu akan kami kawal terus,” ujar Dessy.


Berita Terkait

Espos Plus

Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

+ PLUS Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

Kebanyakan warga salah kaprah dengan menganggap patung penunggang kuda di simpang empat Karanggede Boyolali adalah Pangeran Diponegoro, padahal sosok penunggang kuda itu adalah Raden Tumenggung Prawirodigdoyo.

Berita Terkini

Tim Ekspedisi Digital Ekonomi 2021 Memotret Pertanian di Kopeng

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group memotret digitalisasi pemasaran sektor pertanian di Kecamatan Getasan di kawasan Kopeng, Kabupaten Semarang.

Ekspedisi Digital Ekonomi 2021, Perjalanan Tim ke Salatiga

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group mulai memotret ekspansi layanan digital yang berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi daerah

BI Solo Dorong Sosialisasi Digitalisasi Harus Jalan Terus

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo mengapresiasi Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 yang digagas Solopos Media Group.

Kecelakaan di Kebakkramat Karanganyar: Truk Masuk Parit, Mobil Terbalik

Dua buah kendaraan keluar jalur setelah bersenggolan di Jalan Solo-Sragen, tepatnya di depan PT Manunggal Adipura, Pulosari, Kebakkramat, Karanganyar, Sabtu (14/12/2021).

PPKM Level 3 di Boyolali Jelang Nataru, Tempat Wisata Wajib Taat Prokes

Pemkab Boyolali akan menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

Harga Tanah Gentan Sukoharjo vs Colomadu Karanganyar, Mahalan Mana?

Kira-kira mana yang lebih mahal antara harga tanah di Gentan, Baki, Sukoharjo dengan Colomadu di Karanganyar?

ANBK SD 2021 di Solo Kelar, Begini Evaluasi dari Proktor

Masih adanya 8 SD di Solo yang menumpang pelaksanaan ANBK ke SMP karena keterbatasan prasarana, menjadi perhatian Proktor ANKB SD.

Semua Rumah di Dusun Ginade Wonogiri Hadap ke Selatan, Ini Kata Kades

Ada budaya unik terkait posisi rumah di Dusun Ginadewetan dan Ginadekulon, Desa Tlogoharjo, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri.

Tanah Dikeruk Untuk Proyek Tol, Warga Pedan Klaten Blokir Jalan

Warga Dukuh Blasinan, Desa Kaligawe, Kecamatan Pedan, Klaten, dengan kegiatan pengerukan yang dilakukan tanpa sosialisasi dan memakan sebagian lahan warga.

Kongres ke-41 di Solo, Syarikat Islam Didorong Fokus Ekonomi Halal

Wakil Ketua DPR RI, Rahmat Gobel, menyebut potensi ekonomi halal luar biasa, namun belum banyak dikembangkan. Ia mendorong Syarikat Islam menjadi pelopor ekonomi halal.

Edarkan Sabu-Sabu, 2 Warga Solo dan Boyolali Dikukut Polisi

Satres Narkoba Polresta Solo berhasil menangkap dua pengedar sabu-sabu saat bertransaksi di Pucangsawit, Jebres, Solo. Kedua tersangka masing-masing warga Klego, Boyolali dan Laweyan, Solo.

Gegara Puntung Rokok, Rumah Warga Karangmojo Tasikmadu Ludes Terbakar

Nyaris semua perabotan di rumah Samiyati di Desa Karangmojo, Tasikmadu, Karanganyar, ludes dilalap api yang diduga berasal dari puntung rokok yang membakar kasur.

Harga Cabai Rawit Merah di Sragen Meroket, Tembus Rp57.000/Kg

Musim hujan membuat cabai lebih cepat membusuk. Kondisi ini membuat harganya menjadi naik, seperti yang terjadi di Sragen.

Hadiri Pramuka Berselawat, Ganjar Ketemu Habib Syech di Solo

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menghadiri acara Pramuka Berselawat yang diisi Habib Syech di Kota Solo.

Lowongan Perangkat Desa di Sragen Bertambah Jadi 228 Kursi

Kabag Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Sragen menekankan pentingnya transparansi dan taat aturan dalam menjalankan seleksi perangkat desa agar tak menimbulkan masalah.

Ini Alasan Semua Rumah di Dusun Ginade Wonogiri Menghadap ke Selatan

Semua rumah di Dusun Ginadewetan dan Ginadekulon, Desa Tlogoharjo, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri, menghadap ke selatan.