Komisi II DPR Endus Cukong Otaki Pemekaran Daerah

Komisi II DPR Endus Cukong Otaki Pemekaran Daerah

SOLOPOS.COM - Peta Indonesia (wikipedia)

Anggota Komisi II DPR mengendus keterlibatan pemodal besar di balik usulan pemekaran daerah.

Solopos.com, JAKARTA -- Komisi II DPR mencium keterlibatan para pemodal di balik usulan pembentukan daerah otonom baru. Hingga saat ini, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih menerapkan moratorium pemekaran daerah.

Anggota Komisi II DPR Komarudin Watubun menilai wajar apabila pemerintah khawatir dengan usulan pemekaran daerah. Pasalnya, ada indikasi bahwa pengusulan calon daerah otonom baru (DOB) diotaki segelintir pihak bermotif ekonomi.

“Banyak pemekaran sekarang dibiayai pemodal. Tanah dibeli habis, pejabat juga sudah disiapkan. Begitu dimekarkan nanti diambil alih,” katanya saat audiensi Komisi II DPR dengan DPRD Maluku di Jakarta, Rabu (7/2/2018).

Komarudin tidak menjelaskan detail DOB mana yang terindikasi menjadi objek mainan para pemodal. Namun, dia mewanti-wanti para pengusul pemekaran tidak disusupi apalagi dikendalikan oleh para cukong.

“Tujuan pemekaran itu adalah untuk mencapai kesejahteraan. Jadi harus bebas dari kepentingan kelompok, pengusaha,” ujar Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.

Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, sepanjang 1999-2014 terdapat 223 DOB di seluruh Indonesia. Perinciannya, ada delapan provinsi, 181 kabupaten, dan 34 kota. Sayangnya, mayoritas daerah hasil pemekaran belum dianggap berhasil sehingga pemerintah pusat pun memoratorium pembentukan DOB sampai saat ini.

Komarudin memahami bila keterbatasan anggaran menjadi salah satu pertimbangan menunda pemekaran. Apalagi, dia melihat pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla lebih mengalokasikan anggaran ke sektor pembangunan infrastruktur.

Meski demikian, pria asal Maluku ini meminta pemerintah tidak menyeragamkan moratorium di seluruh regional. Di Indonesia Timur, misalnya, parameter jumlah penduduk tidak dapat dijadikan syarat untuk membentuk DOB sebagaimana berlaku bagi Indonesia Barat.

“Kalau tidak dimekarkan, tak ada jalan keluar dari hidup susah yang mereka alami. Jadi harus melihat konteks Indonesia Raya sehingga punya rasa bahwa tak semua wilayah menikmati pembangunan.”

Berita Terkait

Berita Terkini

Satpol PP Klaten Garuk 3 Pasangan Tak Resmi di Hotel Melati

Tim gabungan menyasar ke sejumlah hotel melati di kawasan kota dan Klaten bagian timur, total hotel yang disasar mencapai empat sampai lima hotel.

ABG Sopir VW Kuning Penabrak Polisi di Pos Penyekatan Klaten Mediasi dengan Korban, Hasilnya?

ABGpenabrak polisi di pos penyekatan pemudik di Klaten dengan mobil VW kuning telah menjalani mediasi dengan korban.

Jangan Sembrono Makan! 5 Penyakit Ini Rentan Muncul Pasca Lebaran

Inilah lima penyakit yang rentan muncul pasca Lebaran karena konsumsi makanan yang tak terkontrol saat Hari Raya Idulfitri.

Libur Lebaran 2021, Ini Jasa Pengiriman yang Tetap Beroperasi

Meski masa libur lebaran, beberapa ekspedisi pengiriman barang diantaranya Pos Indonesia dan JNE tetap beroperasi.

Mercedes Benz Siapkan Van Listrik EQT Concept

Mercedes-Benz memperkenalkan van listrik untuk keluarga meskipun masih dalam bentuk konsep.

Kapan Waktu Terbaik untuk Minum Susu, Sebelum atau Sesudah Makan?

Adakah waktu yang tepat untuk minum susu agar penyerapan nutrisinya maksimal?

Geger Warga India Positif Covid-19, Kantor Imigrasi Pastikan Tidak Ada Penambahan WNA di Soloraya

137 Orang WNA India berada di kawasan Soloraya, rata-rata mereka bekerja sebagai ahli di bidang tertentu misalnya garmen.

Polres Bantul Masih Kesulitan Melacak Keberadaan R Terkait Kasus Satai Beracun

Polres Bantul belum mampu mengungkap keberadaan R terkait kasus satai beracun. Polisi kesulitan melacak karena handphone R mati.

Hamil di Luar Nikah, Pelajar SMK Magelang Gugurkan Janin 8 Bulan

Pelajar SMK nekat melakukan aborsi pada janin 8 bulan yang ia kandung. Warga menemukan janin yang ia kubur dan melaporkannya ke polisi.

Daging Busuk Kedapatan Dijual di Pasar Tradisional Magelang

Tim Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang, menemukan daging busuk dijual di pasar saat sidak pasar daging di beberapa pasar tradisional.

35 Jemaah Masjid di Gayam Sukoharjo Jadi Kontak Erat Pasien Covid-19

Sebanyak 35 jemaah Masjid Al Huda Darmosari, Kelurahan Gayam, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo menjadi kontak erat 1 jemaah positif Covid-19.

Warga Kawasan Aglomerasi Boleh Mengunjungi Objek Wisata Klaten

Pemkab Klaten akhirnya tak membatasi daerah asal pengunjung objek wisata. Namun, para pengelola harus tetap menerapkan ketentuan jumlah pengunjung maksimal 30% dari kapasitas.