Stefani Horison bersama Chef Arnold (Instagram-@fanimci5)

Solopos.com, SOLO – Ajang pencarian koki amatir berbakat, Master Chef Indonsonesia (MCI) seasons 5, yang disiarkan RCTI telah rampung. Stefani Horison dinobatkan sebagai jawara setelah mengalahkan pesaingnya, Kaisha Fridayassie, di babak grand final yang disiarkan Minggu (9&16/6/2019).

Wanita berusia 22 tahun yang akrab disapa Fani itu memang telah unggul di babak pertama, yakni menduplikasi hidangan olahan chef juri. Fani menunjukkan bakat dan kemampuannya mengolah makanan dengan sangat baik dibanding Kai.

Pada babak kedua yang ditayangkan, Minggu (16/6/2019), Fani kembali mengerahkan kemampuan maksimalnya. Dia memilih masakan khas Indonesia yang diolah dengan sentuhan modern. Sementara Kai mengolah hidangan Meksiko.

Ketiga juri, Chef Juna, Chef Renata, dan Chef Arnold menilai masakan Fani memang lezat, namun ada satu elemen yang kurang di masing-masing sajiannya. Salah satu hidangan paling fenomenal dari Fani adalah kolak sebagai dessert. Kolak modern buatannya berhasil memukau dewan juri sehingga sukses mengantarkannya menjadi jawara MCI 5.

Sementara Kai justru mendapat lebih banyak pujian dan unggul di dua hidangan ketimbang Fani. Tapi, hasil akhir menunjukkan Fani lebih unggul ketimbang Kai. Wanita kelahiran Sampit, Kalimantan Tengah 11 November 1996 itu sama sekali tak menyangka dinobatkan sebagai juara Master Chef Indonesia seasons 5. Fani berhasil mengumpulkan poin mencapai 1.449 sementara Kai 1.434.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten