Kocaknya Pecas Ndahe Di Konser Virtual Panglipur Ati V: Todong Gibran Nyanyi Hingga Minta "Selvi"
Aksi personel Pecas Ndahe dalam konser virtual Panglipur Ati Volume V, Minggu (11/10/2020). (Istimewa)

Solopos.com, SOLO -- Konser musik virtual Panglipur Ati V yang digelar putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, Minggu (11/10/2020) malam, menghadirkan Pecas Ndahe.

Konser musik volume V itu berlangsung di Griya Segaran Manahan Solo dan dipantau ketat petugas Bawaslu Solo terkait penerapan protokol kesehatannya.

Sesuai PKPU No 13/2020, kegiatan para calon wali kota dan calon wakil wali Kota Solo saat masa kampanye ini tidak boleh diikuti lebih dari 50 orang. Selain itu peserta kegiatan harus mengenakan masker dan menjaga jarak.

8 Warga Karanganyar Meninggal Akibat Leptospirosis

Seperti konser sebelumnya, pada konser virtual yang menghadirkan Pecas Ndahe itu, Gibran hadir memberikan sambutan.

Dengan mengenakan kemeja putih lengan panjang dan celana jins hitam, Gibran menjelaskan alasannya menggelar konser musik Panglipur Ati Volume V.

Ia pun menjawab beberapa pertanyaan dari personel Pecas Ndahe seperti Max Baihaqi, Doel, dan Kocrit. “Konser Panglipur Ati sebagai hiburan sekaligus menjaga semangat warga Solo dalam kondisi pandemi Covid-19,” terang Gibran.

Hati-Hati Lur! Sudah Terjadi 198 Kecelakaan di Perlintasan KA, 44 Orang Meninggal

Kepedulian Sesama

Menurut Gibran, pandemi Covid-19 telah memukul kondisi ekonomi masyarakat. Mereka membutuhkan kepedulian sesama untuk bisa bertahan dengan perekonomian yang lesu. Gibran mengaku telah mengerahkan sukarelawannya membantu warga.

“Belum banyak orang yang tahu, sebelum masa pandemi, semua sukarelawan saya bubarkan, saya ubah menjadi sukarelawan kemanusiaan. Kami turun bertemu warga membuat dapur umum, membagikan masker, membagikan sembako,” imbuhnya di hadapan penonton konser virtual Pecas Ndahe itu.

Sebagai pengusaha, Gibran pun mengaku ikut terpukul kondisi pandemi Covid-19. Ayah Jan Ethes Srinarendra dan La Lembah Manah itu pun berharap pandemi segera berakhir. Dengan begitu, masyarakat bisa hidup normal dan ekonomi bangkit.

Lebih Aman, Peternak Ayam Soloraya Deklarasikan Beralih Pakai Bright Gas

“Dari bulan Maret 2020 saya tidak terima order mantenan. Katering kena, juru rias kena, dekorasi kena, semua kena. Semoga pandemi segera selesai agar kita bisa beraktivitas normal kembali, roda ekonomi berputar lagi,” urainya.

Pada akhir perbincangan di tengah konser virtual itu, dua personel Pecas Ndahe, Max Baihaqi dan Kocrit, iseng “mengerjai” Gibran yang tampak serius menjawab setiap pertanyaan.

Tiba-tiba, Max meminta Gibran menyumbangkan satu lagu sebelum turun panggung. Gibran pun menolak tawaran itu mentah-mentah.

UMKM Sukoharjo Belum Dapat Bantuan Modal Rp2,4 Juta? Ada Pendaftaran Tahap II Lo!

Gibran Panik

Tapi Max tak menyerah. Ia langsung memberi aba-aba kepada personel band untuk masuk kunci nada D. Melihat gelagat tidak baik itu Gibran semakin panik. Gerak tubuhnya kelihatan tak nyaman.

“Apanya yang kunci D ini? Wah saya tak keluar dulu,” tutur Gibran sembari turun dari panggung diiringi tawa Max dan Kocrit.

Sudah jadi ciri khas Pecas Ndahe untuk tampil dengan guyonan-guyonan khas wong Solo, termasuk saat konser virtual malam itu. Max mengaku pernah digertak Gibran Rakabuming gegara meminta satu hal.

Pembuatan Bus BST Solo Koridor 1 dan 2 Belum Kelar, Peluncuran Terancam Molor

Ketika itu dia hanya meminta selfie kepada Gibran. Tapi permintaan itu ditolak Gibran. “Woh ya jelas saja, Selvi itu istri Mas Gibran masa kamu minta,” timpal Kocrit.

Mereka pun tampil segar dengan menyanyikan lagu-lagu populer yang dipelesetkan syairnya dan lagu yang dikompilasi. Pada akhir acara personel Pecas Ndahe mengajak seluruh warga Solo tetap bersabar dan menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom