Koalisi Makin Gendut! Golkar Merapat Usung Sri Mulyani di Pilkada Klaten

Partai Golkar Klaten memberi sinyal kuat akan berkoalisi dengan PDIP mengusung Sri Mulyani-Aris Prabowo dalam Pilkada Klaten 2020.

SOLOPOS.COM - Bupati Klaten Sri Mulyani. (Instagram/@yani_sunarno)

Solopos.com, KLATEN — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Klaten memberi sinyal kuat bakal berkoalisi dengan PDI Perjuangan di Pilkada Klaten 2020. Kembalinya Partai Golkar ke Kandang Banteng itu bakal membuat koalisi pengusung Sri Mulyani-Aris Prabowo semakin gendut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, sinyal kuat terjalinnya koalisi Partai Golkar Klaten dengan PDIP Klaten sudah berlangsung satu hingga dua pekan terakhir. Komunikasi politik yang dilakukan Partai Golkar diklaim sudah sesuai dengan perintah DPD I Partai Golkar Jateng dan DPP Partai Golkar.

"Arahnya, kami memang ke PDIP. Secara lisan seperti itu. Secara resmi, masih menunggu surat dari DPP Partai Golkar. Kami berharap bisa secepatnya," kata Ketua DPD II Partai Golkar Klaten, Yoga Hardaya, kepada Solopos.com, Senin (10/8/2020).

Yoga Hardaya mengatakan hubungan Partai Golkar Klaten dengan PDIP Klaten selalu terjalin dengan baik. Jika koalisi Partai Golkar Klaten dan PDIP Klaten terjadi, maka koalisi pengusung Sri Mulyani-Aris Prabowo di Pilkada Klaten semakin gemuk.

Lumpuh, Bocah Difabel Asal Blora Tulis Surat ke Ganjar Pranowo: Saya Ingin Sembuh dan Bisa Sekolah

Partai Golkar Klaten memiliki tujuh kursi di DPRD Klaten, sedangkan PDIP Klaten memiliki 19 kursi di DPRD Klaten. Berbekal koalisi kedua parpol itu, Sri Mulyani-Aris Prabowo di atas kertas sudah mengantongi 26 kursi di DPRD Klaten.

Padahal, syarat minimal kursi yang harus dimiliki parpol atau gabungan parpol untuk mengusung calon di Pilkada Klaten 2020 hanya 10 kursi.

"Kami berharap bisa menjadi partai pengusung [bersama PDIP Klaten mengusung Sri Mulyani-Aris Prabowo]. Kami melihat Sri Mulyani [cabup petahana] bisa diterima masyarakat di Klaten. Banyak hal yang kebijakannya sudah memuaskan masyarakat, terutama di bidang pelayanan dan di bidang pemerintahan. Kami optimistis, paslon yang diusung Partai Golkar akan meraih kemenangan di Pilkada 2020," katanya.

Pindah-Pindah

Sebagaimana diketahui, DPD II Partai Golkar Klaten pernah memutuskan mengusung Sri Mulyani, menjelang Akhir September 2019. Waktu itu, Yoga Hardaya juga mencalonkan diri mendampingi Sri Mulyani sebagai calon wakil bupati (cawabup).

Duar! Mobil Pendaki Kecelakaan di Kemuning Karangnyar, Satu Orang Meninggal Dunia

Setelah tak memperoleh rekomendasi karena DPP PDIP memutuskan paslon Sri Mulyani (PDIP)-Aris Prabowo (PDIP) di Pilkada Klaten 2020, DPD II Partai Golkar sempat menyatakan sikap berkoalisi dengan One Krisnata (ketua DPC Partai Demokrat Klaten), akhir Februari 2020. Di akhir Juni 2020, tiba-tiba One Krisnata menggandeng Muhammad Fajri dari PKS maju di Pilkada 2020.

Lantaran merasa dicederai, DPD II Partai Golkar Klaten memutuskan mencoret One Krisnata sebagai cabup yang akan diusung di Pilkada 2020. Hingga akhirnya, DPD II Partai Golkar memberi sinyal bakal merapat ke PDIP lagi, Senin (10/8/2020).

Saat hal itu ditanyakan ke Sri Mulyani selaku cabup petahana sekaligus ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Klaten, Sri Mulyani memilih tak banyak bicara. "Golkar perjuangan," kata Sri Mulyani yang dikenal juga sebagai bupati Klaten saat ditemui wartawan di kompleks Setda Klaten, Jumat (7/8/2020).

Berita Terbaru

Mendagri Larang Pengumpulan Massa saat Penetapan Calon Kepala Daerah

Solopos.com, JAKARTA -- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melarang pengumpulan massa saat tahapan penetapan dan pengundian nomor...

Gerakan Coblos Kotak Kosong Mulai Menggeliat di Sragen

Solopos.com, SRAGEN - Target angka partisipasi 77,5% untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sragen yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU)...

Pilkada Sukoharjo: Tim Pemenangan Etik-Agus Laporkan Sejumlah Akun Medsos Ke Polisi, Kenapa?

Solopos.com, SUKOHARJO -- Tim pemenangan pasangan calon bupati-calon wakil bupati Pilkada Sukoharjo 2020, Etik Suryani-Agus Santosa atau Etik-Agus melaporkan...

KPU Wonogiri Imbau Tim Pemenangan Paslon Bentuk Satgas Covid-19

Solopos.com, WONIGIRI -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wonogiri mengimbau kepada kedua paslon bupati dan wakil bupati Wonogiri pada pilkada...

Pemkab Klaten Klaim Belum Ada Laporan Pelanggaran Netralitas PNS di Pilkada

Solopos.com, KLATEN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten mengaku belum pernah memperoleh laporan pelanggaran netralitas aparatur sipil negara (ASN) atau...

DPS Pilkada Solo 2020: Perempuan Lebih Banyak Ketimbang Laki-Laki

Solopos.com, SOLO -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo mengumumkan daftar pemilih sementara atau DPS Pilkada Solo 2020 sebanyak 419.287...

Pilkada Solo: Paslon Bajo Bidik Nomor Urut 01, Ini Alasannya

Solopos.com, SOLO -- Tim pemenangan pasangan cawali-cawawali dari jalur perseorangan, Bagyo Wahyono-FX Supardjo alias Bajo, membidik nomor urut 01...

Calon Tunggal dan Kotak Kosong akan Diperlakukan Setara di Pilkada Sragen

Solopos.com, SRAGEN—Penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sragen 2020 tidak boleh berat sebelah dalam sosialisasi antara pasangan calon bupati-calon wakil...

Kekayaan Cabup Boyolali Said Hidayat Hampir Rp4 Miliar, Tanpa Utang Lho!

Solopos.com, BOYOLALI -- Calon bupati tunggal di Pilkada Boyolali, Mohammad Said Hidayat (Said), tercatat memiliki kekayaan senilai hampir Rp4...

Jika Jadi Wali Kota Solo, Ini Kata Gibran Soal Program 3WMP Andalan Rudy

Solopos.com, SOLO -- Pasangan Wali Kota Solo dan Wakil Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo dan Achmad Purnomo, terkenal...