Sejumlah knalpot racing disita aparat kepolisian di Semarang karena dianggap menyalahi aturan dalam operasi penertiban lalu lintas, beberapa waktu lalu. (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) akan menggandeng Kepolisian Daerah (Polda) Jateng dalam menentukan standardisasi produk knalpot buatan industri kecil menengah (IKM) Purbalingga.

Rencana ini bergulir menyusul adanya keluhan dari para perajin knalpot racing Purbalingga yang bimbang menyusul adanya aturan knalpot yang sesuai standar dan aturan lalu lintas di jalan raya. Banyak para penggendara yang menggunakan knalpot racing, saat ini banyak yang terkena operasi penertiban dan mendapat surat bukti pelanggaran (tilang) dari aparat polisi.

"Kami sudah komunikasi dengan dinas dan instansi terkait [Polda]. Kami akan lakukan pendampingan kepada perajin terkait aturan-aturan yang ada,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng, Arif Sambodo, Rabu (20/3/2019).

Arif menerangkan, memang ada aturan berapa desibel suara kebisingan knalpot kendaraan. Aturan itu sesuai dengan Pasal 285 UU No.22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.7/2009 tentang Ambang Batas Kebisingan Kendaraan Bermotor Tipe Baru.

"Memang ukuran kerasnya itu ada.Namun, selama ini perajin mungkin belum paham. Nanti akan kami lakukan pendampingan dengan harapan produk yang dihasilkan semakin baik dan sesuai standar," paparnya.

Selain persoalan standar suara, produk knalpot Purbalingga lanjut Arif juga harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Untuk itu, pihaknya juga akan mendorong para perajin untuk memperoleh standar SNI dari lembaga terkait.

"Kalau sudah SNI kan berarti sudah diakui dan bersifat universal. Jadi akan berdampak bagus ke depan, bahkan tidak hanya memenuhi kebutuhan knalpot dalam negeri, namun juga bisa ekspor atau bekerja sama dengan pabrikan ternama," tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, meminta Disperindag segera melakukan koordinasi dengan kepolisian untuk melakukan pendampingan terhadap para perajin knalpot Purbalingga. Ia tak mau kebimbangan perajin itu semakin menjadi sehingga mengurangi produksinya.

Padahal, menurut Ganjar produk knalpot racing Purbalingga itu cukup potensial dan banyak dikenal di dunia. Selain sempat bekerja sama dengan Mercedez Benz, knalpot Purbalingga juga sudah diekspor ke mancanegara seperti Jerman, Dubai, dan beberapa negara di Asia dan Eropa.

"Ini potensi dan harus didampingi terus agar lebih berkembang dan maju," ucap Ganjar.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten