Kloter 1 & 2 Calhaj Jatim ke Tanah Suci Besok, Menag Singgung Zonasi
Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin (Kemenag.go.id)

Madiunpos.com, SURABAYA --- Kementerian Agama (Kemenag) memberlakukan sistem zonasi provinsi dalam pelaksanaan ibadah haji 2019. Jadi, jemaah haji asal Jawa Timur (Jatim) akan tinggal di hotel dalam satu zona di Tanah Suci.

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menyambut kedatangan calon jemaah haji Jatim kelompok terbang (kloter) pertama dan kedua di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (Ahes). Menag meminta ratusan calon jemaah mensyukuri kesempatan berhaji dan menjaga nama baik Indonesia di Arab Saudi.

"Kesempatan baik ini, saya ingin mengajak kita semua khususnya jamaah haji untuk bersyukur. Karena kita mendapat peluang berhaji. Kenikmatan yang luar biasa yang tidak semua muslim mendapatkan kesempatan peluang ini. Hidup ini hakikatnya dua. Bersyukur dan bersabar," kata Lukman Hakim saat memberikan sambutan di Hall Mina, Ahes, Jumat (5/7/2019).

Untuk diketahui, jemaah dua kloter pertama di Ahes berasal dari Kabupaten Magetan sebanyak 445 orang, Ngawi 315 orang, Ponorogo 62 orang, dan Kota Surabaya 68 orang. Mereka tiba di Ahes, Sukolilo, Surabaya, sekitar pukul 07.00 WIB.

Sesuai jadwal, jemaah kloter 1 dan 2 akan diterbangkan melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya menuju Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, Arab Saudi, pada Sabtu (6/7/2019) sekitar pukul 03.00 WIB. Paginya, menyusul masuk ke Ahes kloter 3, 4, dan 5.

Lukman menambahkan ada pelayanan baru yang bisa dinikmati calon jemaah haji kloter pertama dan kedua tersebut. Kemudian pihaknya juga menerapkan sistem zonasi haji.

"Hotel minimal bintang tiga, makanan, transpor dan bus yang baru. Ini akan dirasakan insyaallah jemaah tahun ini. Tapi ada juga yang baru yang tidak dialami jemaah sebelumnya. Antara lain bahwa nanti panjenengan (Anda) tinggal selama di Mekah di satu zonasi khusus Jatim," imbuh Lukman.

Jadi, tambah dia, tahun ini diterapkan zonasi embarkasi provinsi. Biasanya jemaah satu provinsi tersebar, sehingga jemaah yang satu keluarga kerap kesulitan bertemu. Tidak hanya itu, tersebarnya jemaah asal satu wilayah juga membuat koordinasi petugas tidak mudah.

Pada musim haji tahun ini, Kementerian Agama menyiapkan tujuh zonasi. Setiap embarkasi provinsi berada di satu wilayah.

"Berada di hotel di satu wilayah ini memudahkan koordinasi petugas. Petugas di sana menguasai bahasa jemaahnya. Karena, maaf saja, ada yang bus daerah, bahasa Indonesia dia kurang paham. Terutama yang sepuh," tambah Lukman.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom