KLHK Pantau Keberadaan Macan Tutul di Pegunungan Lasem Rembang

Selain dugaan keberadaan macan tutul, ada pula hewan terancam punah lainnya di Pengunungan Lasem Rembang.

Sabtu, 18 September 2021 - 02:30 WIB Penulis: Newswire Editor: Arif Fajar Setiadi | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi macan tutul. (Detik.com)

Solopos.com, REMBANG – Munculnya kesaksian warga tentang jejak macan tutul, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memantau keberadaan mahluk endemik dan sejumlah hewan langka dilindungi di area pegunungan Lasem, Rembang, Jawa Tengah.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Wiratno, menyebut pihaknya dengan BKSDA Jateng telah memasang empat unit kamera trap di wilayah hutan Gunung Lasem.

“Salah satu yang kemudian mendorong saya ke sini adalah keberadaan macan tutul. Sehingga kita gandeng BKSDA Jateng memasang kamera trap di empat titik di Gunung Lasem,” papar Wiratno kepada wartawan usai simbolis pemasangan kamera di Gunung Lasem, Rembang, Jumat (17/9/2021).

Baca juga: Bioskop di Kudus Dibuka Kembali, Ini Syarat Bagi Penonton

Wiratno menjelaskan selain dugaan keberadaan macan tutul, ada pula hewan terancam punah lainnya. Seperti merak hijau dan elang laut di lokasi tersebut.

“Jadi di Pulau Jawa ini masih banyak satwa-satwa yang terjebak di hutan-hutan yang relatif masih utuh. Seperti disini ada merak hijau, kemudian burung elang laut yang masih banyak,” katanya dikutip dari Detik.com.

Nantinya, kamera trap yang dipasang akan dicek setiap bulannya untuk mengetahui keberadaan satwa-satwa liar tersebut. Teknis penanggung jawabannya akan dilakukan oleh KPH Kebonharjo selaku pengelola kawasan hutan setempat.

Baca juga: Bikin Penasaran! Wisata Curug Sirawe Batang Tawarkan Pesona Aliran Air Panas dan Dingin Terjun Bersama

“Kalau memang ada kedapatan, akan dilindungi, tidak boleh diburu. Sehingga nanti akan kita upayakan, sumber mata air disini, dengan penanaman tumbuh-tumbuhan. Karena di sini juga hujan hanya turun tiga bulan dalam setahun, ini untuk melestarikan,” jelas Wiratno.

 

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif
HEADLINE jateng 225 Pemuda Jateng Ditempa Jadi Pebisnis di Salatiga 1 jam yang lalu

HEADLINE jateng Miris, Gaji Guru Madrasah di Blora Rp50.000 per Bulan 2 jam yang lalu

HEADLINE jateng Kongres Ulama di Jepara Berakhir, Ini 8 Rekomendasi untuk Pemerintah Jokowi 3 jam yang lalu

HEADLINE jateng Janjikan Bisa Lolos CPNS, Guru PNS di Grobogan Dilaporkan ke Polisi 5 jam yang lalu

HEADLINE jateng Selamatkan Lahan Kritis, Pemprov Jateng Tanam Jutaan Pohon 6 jam yang lalu

HEADLINE jateng Sopir Ambulans di Ambarawa Jadi Korban Pembunuhan, Pelaku Diduga Perempuan 10 jam yang lalu

HEADLINE jateng Truk Salip Truk di Jalan Kudus-Pati, Pengendara Vario Jadi Korban 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Warga Belum Terima Ganti Rugi Tol Semarang-Demak, PPK: Tidak Ada Nama Suparwi 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Hilang Sejak Kamis, Kakek asal Grobogan Ditemukan Meninggal di Sawah 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Kebut Proyek Tol Semarang-Demak, Gubernur Ganjar Bentuk Tim Khusus 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Serunya Visiting Day KB-TK Kristen I Satya Wacana Salatiga 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Didampingi Tim UKSW, Desa Agrowisata di Magelang Ini Olah Sayur Jadi Nuget 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Tol Semarang-Demak Sudah Dibuka, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Penuh Luka, Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Jalan Arteri Semarang 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Sejumlah Perwira Dimutasi, Kapolres Semarang Ingatkan Dedikasi dan Loyalitas 1 hari yang lalu