KLB Corona Kota Solo Berakhir 7 Juni, Bagaimana Dengan Agenda Car Free Day?
Kondisi Jl. Slamet Riyadi sepi lantaran CFD diliburkan, Minggu (22/3/2020). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Rencana penerapan new normal setelah status  kejadian luar biasa atau KLB corona di Kota Solo berakhir pekan depan belum menyentuh berbagai event seperti car free day.

Kegiatan rutin Minggu pagi di Jl Slamet Riyadi itu kemungkinan masih akan vakum hingga beberapa waktu ke depan. Hingga Kamis (4/6/2020), belum ada arahan dari Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo terkait dibukanya kembali CFD.

Hal itu disampaikan Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Ari Wibowo. “Belum tahu kapan [CFD dibuka lagi]. Masih menunggu kondisi dan arahan dari Pak Wali Kota,” ujar melalui pesan Whatsapp, Kamis.

Satu hal yang pasti, dia melanjutkan agenda peringatan HUT ke-10 car free day Kota Solo yang direncanakan pada 21 Juni 2020 dipastikan batal.

KLB Corona Solo Berakhir 7 Juni, Pemkot Pastikan Tak Perpanjang

Dibatalkannya agenda HUT ke-10 CFD yang diperingati setiap 31 Mei itu dikarenakan anggarannya tersedot untuk penanganan Covid-19. Sepanjang 2020 ini Pemkot Solo merasionalisasi banyak anggaran untuk penanganan wabah tersebut.

“Tanggal 21 Juni 2020 tidak jadi ada perayaan HUT Solo CFD karena anggarannya sudah dirasionalisasi untuk penanganan pandemi Covid-19. Sebenarnya sebelumnya sudah ada alokasi anggaran Rp100 juta,” tutur dia.

Membantu Ekonomi PKL

Masih dibekukannya CFD Solo disayangkan salah seorang penikmat Solo CFD asal Kartasura, Rachman. Mestinya Pemkot Solo mulai mempersiapkan dibukanya kembali CFD mengingat pemerintah pusat sudah mewacanakan the new normal.

5 Anggota Keluarga Jenazah di Senting Boyolali Positif Corona, Dipastikan Bukan Transmisi Lokal

Diaktifkannya kembali car free day Kota Solo, menurut Rahman, akan sangat membantu ekonomi para pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di lokasi itu. Kondisi pandemi Covid-19 beberapa bulan terakhir sangat memberatkan para PKL yang tidak bisa lagi berjualan.

“Di tengah kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang saya pikir akan sangat membantu teman-teman PKL kalau CFD dibuka. Ekonomi lesu kan beberapa bulan ini. Mereka pun saya yakin kesulitan mendapatkan penghasilan,” terang dia.

Tapi Rachman menilai penerapan protokol kesehatan menjadi keniscayaan bila CFD dibuka kembali. Harus ada pengaturan jarak dan kewajiban memakai masker bagi para pedagang maupun pengunjung. “Harus diawasi dengan ketat,” imbuh dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho