Klaten Siapkan Tempat Isolasi Terpusat Tingkat Desa  

Klaten menyiapkan tempat isolasi Covid-19 terpusat tingkat desa dengan percontohan di Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan.

SOLOPOS.COM - ilustrasi isoalasi mandiri pasien covid-19. (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, KLATEN — Klaten menyiapkan tempat isolasi Covid-19 terpusat tingkat desa. Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menjadi salah satu desa yang sudah memiliki dan memfungsikan tempat isolasi untuk penanganan kasus Covid-19. Sejauh ini, sudah ada sekitar delapan keluarga yang isolasi maupun karantina mandiri di tempat tersebut.

Tempat isolasi tingkat desa di Klaten itu memanfaatkan dua ruangan yang salah satunya kantor BPD. Ruangan itu terpisah dengan bangunan atau kantor lainnya di kompleks kantor desa setempat. Ada empat tempat tidur di tempat isolasi tersebut dilengkapi dengan kamar mandi, dapur, serta fasilitas kulkas dan televisi.

Kepala Desa (Kades) Kemudo, Hermawan Kristanto, mengatakan tempat isolasi mandiri itu sudah ada sejak beberapa bulan lalu. “Sudah ada delapan keluarga yang isolasi di tempat isolasi desa. selain ada yang terkonfirmasi positif, tempat isolasi di desa pernah digunakan untuk karantina warga yang baru pulang dari luar kota,” kata Hermawan saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat (12/2/2021).

Baca Juga: Peluang Bisnis Kuliner Ayam, Bebek, Angsa

Meski sudah disiapkan tempat isolasi di tingkat desa, Hermawan mengakui warga yang terpapar virus corona dengan kondisi tanpa gejala atau gejala ringan lebih memilih menjalani isolasi di rumah masing-masing. Namun, sebelum menjalani isolasi mandiri ada pemeriksaan ketat salah satunya mengecek kelayakan tempat.

“Seperti jumlah kamar mandinya berapa, kondisi kamar seperti apa, apakah ada balita, apakah ada lansia. Kalau ada balita atau lansia, yang terpapar itu disendirikan entah di rumah tetangga kalau ada rumah kosong atau di tempat isolasi desa,” ungkap dia.

Hingga kini, jumlah total warga desa setempat terpapar virus corona ada 26 orang dan menyisakan empat orang yang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Baca Juga: Peluang Bisnis Tanaman Hias di Mal Terbuka

Soal pengawasan warga yang menjalani isolasi mandiri, Hermawan mengatakan dilakukan warga di masing-masing wilayah. Hermawan memastikan hingga kini warga yang menjalani isolasi mandiri disiplin menerapkan protokol kesehatan termasuk tak ada warga yang dikucilkan gegera terkonfirmasi positif Covid-19.

“selama ini rata-rata keluarga yang sehat [tidak terpapar virus corona] memilih menyingkir ke tempat saudara terlebih dahulu,” ungkap dia.

Soal pemenuhan kebutuhan logistik bagi warga yang menjalani isolasi mandiri maupun karantina, Hermawan menjelaskan masing-masing wilayah di desa setempat sudah dialokasikan anggaran yang dikelola bersama jika sewaktu-waktu ada warga terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca Juga: Terampil Bungkus Kado Bisa Jadi Peluang Bisnis

Anggaran dari desa itu untuk membantu kebutuhan hidup keluarga warga terkonfirmasi positif selama menjalani isolasi mandiri. Penanganan warga yang terpapar Covid-19 mendapatkan dukungan dari warga sekitar termasuk membantu menyediakan kebutuhan logistik.

Biaya Rp200 Juta

Disinggung alokasi anggaran dari desa untuk penanganan kasus Covid-19, Hermawan menjelaskan hingga kini anggaran sekitar Rp200 juta sudah digelontorkan.Salah satu alokasi anggaran yakni untuk menyediakan jatah hidup bagi warga yang menjalani isolasi maupun karantina mandiri hingga rampung.

“Dari awal sampai saat ini hampir Rp200 juta anggaran sudah habis. Kemudian kami komunikasikan dengan warga serta BPD, untuk penanganan Covid-19 mendapatkan suplai dari CSR BUM desa sekitar Rp100 juta,” kata dia.

Baca Juga: 4 Zodiak Ini Kata Astrologi Karismatik & Populer

Selain itu, ada anggaran yang digunakan untuk membiayai tes antigen warga dari hasil tracing untuk mempercepat proses penanganan kasus serta mengurangi kekhawatiran warga. Setidaknya, sudah ada 118 warga yang menjalani tes antigen dibiayai dari desa.

“Dengan tes antigen itu bisa segera tahu hasilnya apakah negatif atau tidak. Kemudian bisa segera mengambil langkah yang harus dilakukan saat itu juga,” ujar dia.

Staf Ahli Pangdam IV/Diponegoro, Kolonel Inf Era Hernanto, mengapresiasai upaya penanganan kasus Covid-19 di Desa Kemudo. Hal itu dia sampaikan saat melakukan monitoring dan evaluasi PPKM mikro di beberapa desa wilayah Jateng diantaranya Desa Kemudo serta Desa Kraguman, Kecamatan Jogonalan didampingi Komandan Kodim (Dandim) 0723/Klaten, Letkol Inf Joni Eko PRasetyo, Kamis (11/2/2021).

Baca Juga: Celaka Jika Anda Punya Bos dengan Zodiak Ini…

“Antisipasi dari aparatur desa maupun masyarakat luar biasa, mereka mau bersatu. Biasanya susah. Biasanya orang terkena Covid-19 dijauhi. Di sini justru selama melaksankaan isolasi mendapatkan dukungan secara mental, moril, maupun materiil. Masyarakat mau mengumpulkan dana membantu warga,” kata dia.

Dari hasil pantauan itu, Kolonel Inf Era Hernanto menilai rata-rata desa serta kelurahan di Klaten sudah siap menjalankan ketentuan yang diatur selama PPKM mikro termasuk membentuk posko di masing-masing wilayah. Dia juga menjelaskan TNI juga diminta terlibat dalam penanganan kasus Covid-19 di masing-masing wilayah.

“TNI juga sama. Karena ini [PPKM mikro] masuk ke tingkat desa, dari Babinsa bersatu denga dari kepolisian, yakni bhabinkamtibmas dan aparatur desa serta warga memberantas Covid-19,” kata dia.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Berita Terbaru

Wajib Dibentuk, Tugas Satgas PTM di Sekolah Ternyata Banyak

Solopos.com, SRAGEN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen memulai simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) pada Senin (29/3/2021) hingga Sabtu (3/4/2021)....

Banyak Warga Takut Divaksin Covid-19, Pemdes Bedoro Sragen Lakukan Ini

Solopos.com, SRAGEN — Pemerintah Desa (Pemdes) Bedoro, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, mendata warganya untuk mengikuti vaksinasi Covid-19. Sembari mendata warga, Pemdes...

Patroli Protokol Kesehatan Jalan Terus, Sasar Tempat Tongkrongan Warga Sragen

Solopos.com, SRAGEN — Tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)...

Lomba Antarpelajar SD/MI di Sragen Digelar dengan Protokol Kesehatan Ketat

Solopos.com, SRAGEN — Sebanyak 15 siswa sekolah dasar/madrasah ibtidaiah (SD/MI) mampu menembus babak final lomba cerdas cermat, lomba cover...

Cegah Kasus Corona B117, Satgas Covid-19 Klaten Minta Ini Kepada Warga

Solopos.com, KLATEN -- Satgas Penanganan Covid-19 Klaten menyatakan hingga kini belum ada warga Kabupaten Bersinar yang terpapar virus corona...

Pedagang Pasar Bahulak Sragen Pasang Lapak Berplastik Demi Tangkal Corona

Solopos.com, SRAGEN -- Sejumlah wastafel berjajar di depan gapura masuk Pasar Bahulak di Dukuh Sawahan, Desa Karungan, Kecamatan Plupuh,...

Anggota Polres Sragen Ikuti Vaksinasi Demi Buktikan Vaksin Covid-19 Aman

Solopos.com, SRAGEN -- Sebanyak 578 anggota Polres Sragen sudah menjalani penyuntikan vaksin Covid-19. Mereka membuktikan bila vaksin aman dipakai...

17 Wastafel Berpedal Jadi Sarana Penegakan Protokol Kesehatan di SMPN 1 Sragen

Solopos.com, SRAGEN -- Sebuah wastafel yang berfungsi jika penggunanya menginjak pedal yang berada di bagian bawah terpasang di depan...

Bantu Nakes Lacak Kontak Erat, 177 Bhabinkamtibmas Ikuti Pelatihan 3T

Solopos.com, KARANGANYAR -- Sebanyak 177 orang bhabinkamtibmas Polres Karanganyar mendapatkan pelatihan sebagai pelacak Covid-19. Dalam waktu dekat, mereka akan...

PMI Solo Jadikan Rumah Sakit Institusi Pertama Jaring Donor Plasma

Solopos.com, SOLO — Masih ada antrean pasien yang membutuhkan plasma konvalesen dari PMI Kota Solo. Semua pihak berkepentingan berkomitmen...