Los tembakau di Desa Pluneng, Kebonarum, Klaten, ambruk diterjang angin kencang, Jumat (11/1/2019) sore. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Hujan deras disertai angin kencang menyapu sejumlah wilayah di Kabupaten Klaten menyebabkan pohon dan bangunan ambruk, Jumat (11/1/2019) sore.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, ada dua pohon tumbang di kompleks Gedung Sunan Pandanaran, Kecamatan Klaten Tengah. Pohon flamboyan ambruk menimpa satu unit mobil Honda Freed milik Sito Mardowo, warga Desa Jogosetran, Kecamatan Kalikotes, yang terparkir di halaman belakang gedung tersebut.

Mobil itu penyok pada bagian atap dan kaca mobil pecah. Sementara satu pohon sawo juga ambruk di depan RSPD Klaten di kompleks gedung yang sama.

Salah satu warga, Nur Khodik, mengatakan ambruknya dua pohon itu terjadi sekitar pukul 15.40 WIB. Saat itu, ia berada di salah satu ruangan Gedung Pandanaran untuk mengikuti kursus pranatacara Permadani.

“Saat itu hujannya memang deras dan anginnya saat kencang. Yang ambruk pohon flamboyan dulu kemudian pohon sawo. Mobil tertimpa pohon flamboyan dan pemiliknya merupakan pelatih karawitan Permadani,” kata pria yang juga Koordinator Regu Pemadam Kebakaran Klaten tersebut saat ditemui di kompleks gedung, Jumat sore.

Nur Khodik menjelaskan peristiwa tersebut sempat membuat panik peserta kursus hingga berlarian keluar gedung. Dia memastikan tak ada korban jiwa maupun luka dari kejadian tersebut.

“Sebelum pohon sawo ambruk itu di depannya juga banyak sinoman. Kebetulan gedung baru saja selesai digunakan untuk hajatan. Sebelum pohon ambruk, saya sudah meminta agar para sinoman itu menyingkir dari sekitar pohon melihat kondisi angin yang kencang,” jelas dia.

Di Kecamatan Kebonarum, dua bangunan los tembakau ambruk diterjang angin. Kedua bangunan los tembakau berbahan bambu itu berdekatan dan masing-masing berada di Desa Pluneng dan Desa Malangjiwan. Ambruknya los tembakau terjadi sekitar pukul 15.40 WIB.

Di Kecamatan Ngawen, pohon ambruk menyebar di berbagai desa. Camat Ngawen, Anang Widjatmoko, mengatakan dari informasi yang ia terima pohon ambruk menyebar di Desa Gatak, Ngawen, Duwet, Kahuman, Manjung, Kwaren, Tempursari, dan Candirejo.

“Kami masih penanganan di Desa Kahuman untuk penanganan pohon ambruk bersama sukarelawan, PMI, BPBD, dan TNI yang menimpa rumah,” kata dia.

Anang mengatakan banyak pohon tumbang yang menimpa rumah di wilayah Kecamatan Ngawen. Ia memperkirakan jumlahnya lebih dari 20 rumah. “Sementara ini tidak ada laporan korban jiwa,” urai dia.

Di Kecamatan Tulung, angin kencang menyebabkan pohon di berbagai desa kecamatan tersebut juga ambruk. Salah satu pohon beringin berukuran besar ambruk menimpa tiga rumah.

Danramil Tulung, Kapten Cpl. Tri Djoko, mewakili Komandan Kodim 0723/Klaten, Letkol Inf. Eko Setyawan, mengatakan pohon beringin tersebut berada di Dukuh Ringinsari, Desa Kiringan. Pohon menimpa tiga rumah salah satunya mengalami rusak total yang dihuni Mardi Sutikno, 85.

Mardi dilarikan ke RSU PKU Muhammadiyah Jatinom lantaran mengeluhkan sakit pinggang setelah kejadian tersebut. Mardi diketahui berada di dalam rumah saat pohon ambruk.

“Ada tiga orang yang sempat dilarikan ke RSU PKU Muhammadiyah Jatinom. Dua orang pulang karena hanya luka ringan sementara satu orang [Mardi Sutikno] masih dirawat karena merasa pinggangnya sakit,” kata dia.

Ia menjelaskan pohon berukuran besar dengan ketinggian sekitar 10 meter. “Kalau lingkar batang pohon itu saya perkirakan lebih dari delapan orang mengelilingi pohon. Setelah kejadian itu personil koramil mendatangi lokasi untuk pemotongan pohon ambruk bersama warga dan sukarelawan,” urai dia.

Camat Tulung, Rohmad Sugiarto, menjelaskan sudah mendatangi RSU PKU Muhammadiyah Jatinom untuk menjenguk Mardi Sutikno yang mengeluhkan sakit di pinggang dan tidak mengalami luka lecet akibat kejadian tersebut. Ia belum bisa memastikan apakah Mardi terluka akibat tertimpa pohon.

Rohmad mengatakan ambruknya pohon terjadi merata di wilayah Tulung. Pada Jumat malam, Muspika setempat menggelar rapat koordinasi untuk proses evakuasi terutama pohon beringin besar yang menimpa tiga rumah di Kiringan.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten