Tutup Iklan
Ilustrasi gempa (Reuters)

Solopos.com, KLATEN -- Dua wilayah di dekat-luncurkan-awan-panas-7-kali-tak-ada-hujan-abu-di-boyolali" title="Merapi Luncurkan Awan Panas 7 Kali, Tak Ada Hujan Abu di Boyolali"> Gunung Merapi, yakni Klaten dan Boyolali, dilanda gempa bumi, Selasa (9/4/2019) pagi. Belum diketahui secara pasti pemicu gempa berkekuatan 2,4 skala Richter (SR) tersebut.

Informasi mengenai gempa itu dirilis Stasiun Geofisika Jogja melalui akun Instagram @stageof.yogya yang menulis merilis gempa berkekuatan 2,4 skala richter (SR) mengguncang sekitar pukul 10.38 WIB. Lokasinya sekitar 13 km arah tenggara Boyolali. Gempa tersebut diketahui berada di titik 7,63 LS, 11,070 BT dengan kedalaman 10km.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan -ini-gunung-merapi-luncurkan-lava-pijar" title="Pagi Ini, Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar">Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Bambang Sinungharjo, mengaku tahu ada gempa tersebut dari pesan Whatsapp. ”Namun belum ada info resmi dari BMKG,” ujar Sinung, Selasa (9/4/2019) petang.

Sinung masih mencari informasi lebih detail terkait gempa ke Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) namun belum ada jawaban. Sementara ini, dia juga mengaku belum mendapat laporan dari warga yang mengenai gempa tersebut.

Sementara itu, di Klaten, gempa bumi terasa di kawasan Delanggu, Kecamatan Delanggu, dan Bendogantungan, Kecamatan Klaten Selatan. Kekuatan gempa yang relatif kecil nyaris tak dirasakan warga di kedua kawasan itu.

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, gempa bumi kali pertama terasa di kawasan Delanggu, Selasa pukul 10.38 WIB. Gempa tersebut berkekuatan 2,4 skala richter (SR).

Selanjutnya, gempa bumi juga terjadi di kawasan Bendogantungan pukul 12.46 WIB. Kali ini, kekuatan gempa 2,2 SR. Pukul 16.35 WIB, terjadi lagi gempa bumi berkekuatan 2,0 SR yang lokasinya tak jauh dari Bendogantungan.

“Hingga saat ini [Selasa petang], kami belum mengetahui penyebab terjadinya gempa. Yang jelas, gempa yang terjadi di Klaten tak menimbulkan kerusakan. Soalnya, kekuatannya relatif kecil dan tak begitu terasa. Kendati begitu, kami tetap memantau dan bersiaga,” kata salah satu petugas Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Klaten, Indriyarto, saat ditemui wartawan di kantornya, Selasa.

Indiryarto masih menunggu informasi dari BMKG. Camat Kemalang, Kusdiyono, mengatakan kondisi di lereng Gunung Merapi masih kondusif. Warga di sekitar lereng -merapi-tingkat-kunjungan-wisatawan-asing-di-selo-boyolali-menurun" title="Waspada Merapi, Tingkat Kunjungan Wisatawan Asing di Selo Boyolali Menurun">Gunung Merapi beraktivitas seperti biasa, Selasa.

“Ya, kondisinya kondusif. Warga di lereng Gunung Merapi tetap bersiaga, termasuk di malam hari. Soal guguran lava di Gunung Merapi menjadi hal biasa bagi warga di lereng Gunung Merapi,” katanya.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten