Klaten Bikin Simulasi Hajatan "Aman" dari Penularan Covid-19, Seperti Apa?
Silaturahmi Wedding Klaten menggelar sosialisasi dan simulasi resepsi pernikahan sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Gedung Wongso Menggolo, Desa Mlese, Kecamatan Ceper, Klaten, Selasa (8/9/2020). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN — Penyedia jasa untuk kegiatan hajatan yang tergabung di Silaturahmi Wedding Klaten menggelar simulasi hajatan yang menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

Kegiatan yang digelar Selasa (8/9/2020) ini bisa menjadi gambaran seperti apa hajatan di era pandemi. Terlebih, Pemkab Klaten sudah memberi izin hajatan digelar di Kabupaten Bersinar.

Simulasi yang dilaksanakan di Gedung Wongso Menggolo, Desa Mlese, Kecamatan Ceper, Klaten, tersebut diikuti puluhan vendor bidang resepsi pernikahan.

Ratusan Buruh Pabrik BH di Madiun Demo di Kantor BPJS Ketenagakerjaan

Mereka terdiri atas penyedia jasa katering, sound system, tenda, WO, pembawa acara, pemusik, dan lain-lain. Selain simulasi, acara diisi penyampaikan pemaparan materi dari Pemkab Klaten, BPBD, Dinas Kesehatan, dan kepolisian.

Ketua Umum Silaturahmi Wedding Klaten, Hardiyanto, mengatakan sosialisasi hajatan digelar agar para vendor penyedia jasa bidang resepsi pernikahan bisa memahami dan melaksanakan protokol kesehatan.

“Melalui sosialisasi ini kami selaku pengusaha dan masyarakat bisa menjalankan apa yang sudah ditetapkan untuk penanganan Covid-19. Butuh partisipasi aktif membantu menghambat persebaran Covid-19,” kata Hardiyanto, Selasa.

Dirawat Sepekan, 1 Warga Kartasura Sukoharjo Meninggal Karena Covid-19

Belum Bergeliat

Dia mengapresiasi keluarnya surat edaran (SE) bupati yang mengizinkan kegiatan hajatan kembali digelar setelah dilarang selama empat bulan.

Hanya, Hardiyanto mengaku geliat usaha di bidang resepsi pernikahan belum signifikan meski sudah keluar izin penyelenggaraan hajatan di Klaten.

“Mungkin dari masyarakat masih ada kekhawatiran sehingga memilih tidak menggelar resepsi. Kami sendiri sebenarnya juga khawatir memperhitungkan risiko-risiko yang bisa terjadi,” jelas dia.

Dikira Tidur, Pria Tua Asal Sragen Meninggal di Rumah Kawasan Banjarsari Solo

Lebih lanjut, Hardiyanto mengatakan di Klaten ada 45 pelaku usaha di bidang jasa resepsi pernikahan atau hajatan yang menjadi anggota Silaturahmi Wedding Klaten. Sementara, jumlah total pelaku usaha bidang jasa resepsi pernikahan di Klaten diperkirakan lebih dari 500 orang.

Terkait pelaksanaan protokol kesehatan, Silaturahmi Wedding Klaten sudah membuat buku panduan kegiatan resepsi pernikahan menyesuaikan protokol kesehatan.

Buku itu berisi tatanan baru hajatan di Klaten itu mulai dari sebelum acara, kumbokarnan, pelaksanaan acara, standar operasional prosedur vendor, hingga setelah kegiatan resepsi.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom