Klaster Perkantoran Berpotensi Muncul Lagi di Kota Solo
Ilustrasi virus corona atau Covid-19. (Solopos/Dok)

Solopos.com, SOLO — Memasuki pekan ketiga November 2020, sejumlah pegawai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dilaporkan tertular virus SARS CoV-2. Hal itu bisa memicu klaster perkantoran jika tak segera ditekan persebarannya.

Ketua Pelaksana Satuan Petugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, mengatakan ada empat orang yang tertular virus Corona jenis baru itu dalam klaster kantin Balai Kota beberapa waktu lalu dengan simpul pegawai Dinas Kesehatan Kota (DKK).

Rantai dari klaster tersebut adalah pegawai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Solo. “Kemudian kami menguji swab satu bidang di mana pegawai itu bertugas. Hasilnya semua negatif, makanya kami tidak menutup sementara Mall Pelayanan Publik (MPP), meski DPMPTSP berkantor di sana. Kalau ada yang positif, kebijakan kami tetap work from home atau kerja dari rumah,” jelasnya saat dihubungi, Senin (23/11/2020) pagi.

Pembelajaran Tatap Muka Solo Ikuti Pusat, Wajib Izin Orang Tua

Ahyani menjelaskan teknis tracing kontak jika ada pegawai yang positif Covid-19 adalah menguji swab rekan satu ruangan terlebih dahulu. Mereka adalah kontak erat karena kerap berinteraksi, sehingga lockdown hanya menyasar satu ruangan itu. Jika selanjutnya dalam satu ruangan itu ada yang tertular, maka tracing bakal diperluas. “Kalau negatif semua, ya, langsung kembali bekerja karena terkait dengan pelayanan masyarakat,” kata dia.

Tunggu Hasil Swab

Selain pegawai DPMPTSP, Satgas juga mencatat seorang pegawai di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkim) positif Covid-19. Pihaknya langsung menggelar tracing dan menguji swab pegawai lain yang menjadi kontak dekat. Satgas menutup sementara aktivitas satu bidang di lingkungan kantor tersebut.

“Penutupan sudah mulai sejak pekan lalu. Ini menunggu hasil uji swab-nya. Semestinya pada pekan ini sudah keluar, dan yang negatif bisa kembali beraktivitas di kantor,” beber Ahyani.

Pasien Covid-19 Terus Bertambah, RSUD dr Moewardi Tingkatkan Kapasitas Jadi 300 Bed

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengaku Pemkot masih tidak menerima kunjungan dari luar kota guna menekan persebaran Corona. Pegawai sudah dilarang dinas luar kota kecuali studi banding panitia khusus (pansus). “Iya, ada pegawai di Sekretaris Dewan (Sekwan) yang positif Covid-19. Mungkin karena masih ada studi banding ke luar kota. Kami menugaskan mereka menggunakan jalur darat, sebenarnya. Menggunakan kendaraan pribadi. Tapi, yang namanya virus kan enggak tahu bagaimana penularannya,” ucap Rudy, sapaan akrabnya.

Tracing kontak di lingkungan Sekwan dilakukan pada Senin ini.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom