KKBI KLATEN: Membangun Mentalitas Cinta Produk Sendiri
Artis Pong Hardjatmo membaca puisi saat acara Launching Komunitas Kesatuan Beli Indonesia (KKBI) dan Peluncuran 1.000 Katalog Pengusaha Klaten, di Gedung Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD), Selasa (26/3/2013. (JIBI/SOLOPOS/Nadhiroh)
Artis Pong Hardjatmo membaca puisi saat acara Launching Komunitas Kesatuan Beli Indonesia (KKBI) dan Peluncuran 1.000 Katalog Pengusaha Klaten, di Gedung Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD), Selasa (26/3/2013. (JIBI/SOLOPOS/Nadhiroh)

Artis Pong Hardjatmo tiba-tiba didaulat maju saat acara Launching Komunitas Kesatuan Beli Indonesia (KKBI) dan Peluncuran 1.000 Katalog Pengusaha Klaten, di Gedung Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD), Selasa (26/3/2013). Sebagian besar tamu undangan yang hadir pada kesempatan itu tidak menyangka pada kegiatan yang diselenggarakan Indonesian Islamic Bussiness Forum (IIBF) Kabupaten Klaten itu dihadiri oleh Pong Hardjatmo.

Pada kesempatan itu Pong Hardjatmo membacakan puisi yang salah satunya berjudul Beli Indonesia. “Saya memang enggak sehebat Rendra dan Taufik Ismail. Tapi saya mencoba membuat puisi ini untuk ikut membangkitkan semangat masyarakat agar senang membeli produk Indonesia,” kata Pong Hardjatmo di hadapan ratusan tamu undangan itu.

Pada kesempatan peluncuran KKBI itu, beberapa pengusaha lokal juga ikut menampilkan produk usaha mereka mulai dari minuman, makanan kecil, pakaian, kerudung dan sebagainya. Berbagai elemen masyarakat diundang pada peluncuran itu, di antaranya Asosiasi BMT, Muhammadiyah Aisyiyah, Nahdlatul Ulama dan lain-lain. Acara itu juga dihadiri Pemimpin KKBI dan Presiden IIBF, Heppy Trenggono.

KKBI Klaten yang diluncurkan pada Selasa kemarin tidak terlepas dari keberadaan IIBF Klaten yang dibentuk pada Juli 2012 lalu. IIBF merupakan alat untuk gerakan dakwah dan syiar keilmuan. Beberapa kegiatannya adalah pengajian bisnis, seminar, coaching, penerbitan buku dan lain-lain.

Di Klaten, kajian-kajian bisnis itu sudah diawali pada September 2011 tiap dua pekan sekali. Ketua IIBF Klaten, Hardono Bahtiar, mengemukakan setelah IIBF Klaten terbentuk sebagai satu organisasi kemudian merancang program yang terdiri atas lima bidang divisi yaitu bidang program, bidang pengembangan organisasi, bidang ekonomi, bidang IT dan bidang kearifan lokal.

“Masing-masing bidang itu mempunyai job description. Misalnya bidang ekonomi mengadakan pelatihan bisnis praktis. Di bidang IT membuat web profile dan bulletin untuk internal. Di bidang kearifan lokal ada dua sub yaitu sosial dan sekolah bisnis,” papar Bahtiar saat dihubungi Solopos.com, rabu (27/3).

Bahtiar menyampaikan salah satu upaya untuk memasyarakatkan bidang ekonomi kemudian dilakukan melalui sosialisasi cinta produk lokal. Berawal dari pemikiran dan terinsipirasi gagasan dari pusat itulah, kemudian terbentuk KKBI Klaten.

“Dulu, istilah yang dipakai yaitu gerakan beli produk lokal, beli produk Indonesia dan gerakan beli Indonesia,” lanjut Bahtiar selaku salah satu penggerak KKBI Klaten.

Dia menyatakan IIBF bertindak sebagai lokomotif untuk menggalakkan dan mensyiarkan agar cinta dan membeli produk sendiri. IIBF sebagai forum pengusaha muslim berusaha mencontoh Rasulullah SAW saat berniaga dengan membangun empat hal yaitu membangun diri, keluarga, bisnis dan umat.

Bahtiar menambahkan program KKBI akan berjalan secara berkesinambungan. Ujung tombaknya adalah membangun karakter bangsa agar cinta produk sendiri dan membangun mentalitas.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom