KKBI KLATEN Berupaya Meraih Kejayaan Bangsa
Salah satu stan ikut meramaikan acara Launching KKBI Klaten, di Gedung RSPD Klaten, Selasa (26/3/2013). (istimewa)
Salah satu stan ikut meramaikan acara Launching KKBI Klaten, di Gedung RSPD Klaten, Selasa (26/3/2013). (istimewa)

KLATEN--Ketua IIBF Klaten, Hardono Bahtiar, mengemukakan Ir Heppy Trenggono sebagai tokoh gerakan perubahan mengajukan konsep gerakan beli Indonesia dengan tiga perjuangannya sebagai solusi untuk meraih kejayaan bangsa.

Pertama, membeli produk Indonesia bukan karena lebih baik atau lebih murah tetapi karena milik bangsa sendiri. Kedua, membela Indonesia membela martabat bangsa, membela kejayaan bangsa dan ketiga, menghidupkan semangat persaudaraan.

“Mulai sekarang, kita harus membangun dan membela negara sendiri. Caranya, dimulai dengan komitmen membeli produk buatan negeri sendiri. Jika produknya dibeli, maka akan tumbuh industri-industri. Jika industri tumbuh maka tidak perlu bagi anak-anak negeri  ini pergi ke luar negeri karena mereka sudah mendapatkan kehidupan di negeri sendiri,” terang Bahtiar pada rilis yang diterima Solopos.com, Jumat (29/3/2013).

Peneguhan komitmen perjuangan dengan menggulirkan suatu gerakan untuk mencapai kejayaan telah disepakati berbagai elemen masyarakat pada 27 Februari 2011. Setelah digulirkan Gerakan Beli Indonesia, langsung menggelinding seperti bola salju, mendapat  sambutan dari berbagai kalangan dan dari berbagai daerah termasuk Klaten. IIBF Klaten telah berkomitmen untuk melakukan eksekusi dari konsep Gerakan Beli Indonesia dengan cara membangun atau menggalang para wirausahawan di dalam Komunitas Kesatuan Beli Indonesia (KKBI).

“Ibarat moda transportasi kereta api, IIBF mengambil peran di depan sebagai lokomotif yang menarik gerbong-gerbong bermuatan beragam komunitas menuju ke sebuah titik untuk meraih cita-cita bersama yang disebut kedaulatan ekonomi, merebut pasar di negeri sendiri dengan cara membangun kekuatan, kebersamaan lewat gerakan masif dengan menerbitkan 1.000 katalog pengusaha Klaten yang diselenggarakan 26 Maret lalu,” terang Bahtiar.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom