Kisah Warga Tangkil Sragen Trauma Banjir dan Longsor, Saat Hujan Pilih Tak Tidur
Kondisi bangunan rumah milik Supriyanto nyaris ambrol karena tanah yang menutup fondasi rumahny alongsor karena tergerus air Sungai Mungkung di Dukuh Gabusan RT 002/RW 011, Desa Tangkil, Sragen Kota, Sragen, Senin (1/3/2021). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN – Banjir yang terjadi pada Senin (15/2/2021) pada pukul 18.30 WIB menjadi memori yang tak terlupakan bagi warga di Dukuh Gabusan RT 002/RW 011, Desa Tangkil, Sragen. Banjir luapan Sungai Mungkung itu tak hanya merendam jalanan tetapi juga mengakibatkan longsor pada tebing sungai setinggi 8,5 meter yang berdampak bagi rumah di Desa Tangkil, Sragen.

Tebing yang longsor itu sepanjang 86 meter dan mengakibatkan empat rumah warga terdampak. Satu bangunan rumah warga sampai ikut longsor dan ambruk. Setidaknya ada empat rumah warga yang terdampak tanah longsor itu, yakni rumah milik Suyadi, Supriyanto, Loso, dan Saino. Mereka semua masih satu RT, yakni RT 002/RW 011 Gabusan.

Baca Juga: Jejak Kampung Jagal Ini Buktikan Kota Solo Sudah Metropolis Sejak Awal Abad 20

Barang-barang perabot rumah tangga milik empat warga itu sudah dievakuasi ke lokasi yang aman untuk berjaga-jaga bila terjadi longsor susulan. Evakuasi pemindahan perabot rumah tangga itu dibantu aparat TNI, pemerintah Desa Tangkil, anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, dan warga setempat beberapa waktu lalu.

Saino, 60, warga yang terdampak paling parah. Bangunan rumah di bagian belakang roboh karena dinding rumahnya terbawa longsor sedalam 8 meteran itu. Sejumlah perabot rumahnya dipindahkan ke ruang depan semua. Saino praktis hanya tinggal di ruang depan rumah model lawas itu.

“Saat hujan mengguyur sudah pasti tidak tidur semalaman karena khawatir ada longsor susulan. Pak Lurah pun ikut menemani warga untuk berjaga-jaga. Masalahnya tanahnya retak-retak. Lantai di rumah saja retak-retak,” katanya saat berbincang dengan Solopos.com, Senin (1/3/2021).

4 Rumah Terdampak

Di lingkungan Gabusan terdapat dua RT, yakni RT 001 yang dihuni 80 kepala keluarga (KK) dan RT 002 yang dihuni 50 KK. Dari 50 KK yang ada di lingkungan RT 002, sebanyak 23 rumah di antaranya berada di bantaran Sungai Mungkung dan empat rumah di antaranya sudah terdampak longsornya tebing sungai. Beberapa waktu lalu sudah ada satu rumah yang hilang karena tergerus air sungai.

“Sejak kejadian pada pertengahan Februari itu, kami bersama BPBD dan TNI sudah mengantisipasi sementara dengan membuat pancang-pancang di tebung sungai dan ditutupi terpal supaya air tidak menggerus tebing dekat fondasi rumah warga. Kami setiap saat mengecek perkembangan di Gabusan ini hingga akhirnya membuat gerakan pembuatan tanggul dari ban bekas,” jelas Kepala Desa Tangkil, Suyono, saat ditemui Solopos.com, Senin siang.

Baca Juga: Penderita Kelainan Langka Butuh Pengakuan Pemerintah

Warga Tangkil Sragen lainnya yang terdampak longsor adalah Supriyanto, 50. Dia juga ikut waswas saat hujan turun. Perabot rumahnya sudah diamankan ke rumah simbahnya di dukuh sebelah. Dia berharap musim penghujan berakhir karena tanah pekarangan selebar 3 meter di belakang rumahnya habis.

“Tanah yang tersisa tinggal 50 cm dari fondasi bangunan. Longsor ini sudah dua kali tetapi yang paling parah tahun ini,” ujarnya.



Berita Terkini Lainnya








Kolom