Kisah Wanita-Wanita Pemetik Daun Teh Kemuning, Upahnya Rp700 Per Kg

Sebagai besar buruh pemetik daun teh di Desa Kemunging, Ngargoyoso, Karanganyar adalah dari kalangan wanita dan berusia lanjut. Sehari rata-rata mereka memetik 25 kg daun teh.

 Para wanita pemetik daun teh di kebun teh Kemuning, Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, menimbang hasil kerja mereka sebelum diangkut ke pabrik teh. (Solopos.com/Indah Setiyaning Wardani)  

SOLOPOS.COM - Para wanita pemetik daun teh di kebun teh Kemuning, Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, menimbang hasil kerja mereka sebelum diangkut ke pabrik teh. (Solopos.com/Indah Setiyaning Wardani)  

Solopos.com, KARANGANYAR — Menuruni lembah dan mendaki bukit menjadi rutinitas harian para buruh pemetik daun teh di Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Buruh pemetik daun teh ini mayoritas wanita berusia senja. Meski demikia, mereka seolah tak pernah mengenal kata lelah. Wanita-wanita tangguh ini memulai rutinitas memetik daun teh sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Dari kejauhan, hanya terlihat kepala dan tangan mereka sementara badan ke bawah tenggelam dalam lautan tanama teh yang menghampar sejauh mata memandang.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Di balik tanama teh, mereka memilah daun yang sudah layak petik. Rintik hujan yang kerap turun tak menyurutkan langkah mereka. Hujan dan hawa dingin sudah menjadi teman sehari-hari.

Keringat yang bercucuran dari pelipis dahi tertutup tetesan air hujan. Sesekali mereka menyekanya. Sedikit demi sedikit daun dikumpulkan, diletakkan di keranjang yang terikat di punggung. Mereka menggunakan sarung tangan dan etem atau ani-ani saat memetik. Etem adalah pisau kecil yang gagangnya dari kayu.

“Pakai sarung tangan biar tidak luka jarinya. Sering kena ranting jadi lecet-lecet,” kata Mbah Mugiyem, 70, salah satu buruh pemetik daun teh asal Gesing, Desa Kemuning, ketika dijumpai Solopos.com pada Sabtu (21/5/2022).

Baca Juga: Sejarah Pabrik Teh Kemuning, Awalnya Didirikan 2 Warga Belanda

Puluhan tahun sudah Mbah Mugiyem menjadi buruh pemetik daun teh. Ta datang bersama satu rombongan wanita buruh pemetik teh lain. Satu rombongan ini biasanya ada 25 orang. Biasanya mereka saling bertetangga. Wanita-wanita ini diangkut truk sebelum turun dan menyebar di perkebunan teh yang luas.

Nggih tiap hari ngeten niki. Mboten enten libure. Libure mung tanggal merah,” kata Mbah Mugiyem.

Tiap hari rata-rata Mbah Mugiyem mampu memanen 25 kilogram (kg) daun teh yang kemudian disetor ke pengepul. Sebelum diserahkan ke pengepul, pemetik menimbang dan mencatatnya. Daun teh inilah yang menjadi ladang rupiah bagi mereka.

pemetik daun teh
Aktivitas wanita-wanita pemetik daun teh Kemuning, Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. (Solopos.com/Indah Septiyaning Wardani)

“Satu kilonya dihargai Rp700. Tinggal jenengan kalikan saja berapa,” timpal buruh pemetik daun teh lain, Sinah, 50.

Sinah mengaku tak pernah lelah memetik daun teh meski berat dan risiko yang dihadapi cukup tinggi. Sehari bekerja, ia mampu mengangkut lebih dari 25 kilogram daun teh.

Baca Juga: Mbok Karti, Pelopor Penjual Teh Tradisional di Kemuning Ngasgoyoso

“Tergantung daunnya banyak yang dipanen atau tidak. Minimal 25 kilo lah bisa dipanen,” katanya.

Hasil panenan ini selanjutnya diserahkan ke PT Rumpun Sari Kemuning selaku pemilik lahan perkebunan teh yang mereka petik. Perkebunan ini sudah ada sejak zaman Belanda dan hingga kini tak termakan waktu.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Terbaik Kedua di Benua Asia, Produktivitas Padi Indonesia Terus Turun

+ PLUS Terbaik Kedua di Benua Asia, Produktivitas Padi Indonesia Terus Turun

Data produktivitas padi, Indonesia menduduki urutan kedua dari sembilan negara Organisasi Pangan dan Pertanian Food and Agriculture Organizational (FAO) di Benua Asia, namun luas panen padi pada 2021 mengalami penurunan dibandingkan 2020.

Berita Terkini

UMKM di Sukoharjo Belajar Halal Self Declare Biar Bisa Naik Kelas

Dalam SiHalal ada standar yang sudah ditentukan, jika dokumen tersebut sudah sesuai dan dianggap memenuhi ketentuan maka akan diterbitkan sertifikat halal oleh BPJPH.

Dijual Mulai Malam Ini, Cek Lagi Harga Tiket Konser Dream Theater Solo

Tiket konser Dream Theater, 10 Agustus mendatang di Area Parkir A dan B Stadion Manahan Solo, dijual mulai Jumat (1/7/2022) malam ini dengan harga Rp750.000-Rp1 juta.

Pandemi Covid-19 Belum Berlalu, Cerita Kru Bus Bumel Masih Pilu

Kru bus bumel di Wonogiri terpaksa bekerja serabutan agar tetap melanjutkan hidup di tengah pandemi covid-19.

Setelah Iduladha, Giliran CFD Giritontro Wonogiri Digelar

Car free day (CFD) di Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri akan kembali digelar, Minggu (17/7/2022).

Ombudsman Jateng Terima Banyak Keluhan Ini Soal PPDB SMA/SMK

Ombudsman RI Perwakilan Jateng menyebut jumlah aduan maupun keluhan mengenai PPDB SMA/SMK tahun ajarah 2022/2023 jauh berkurang dibanding tahun sebelumnya.

Banyak Anak Solo Jadi Korban Sistem PPDB SMA, Ganjar Pranowo Disomasi

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bakal disomasi lantaran dinilai membiarkan calon siswa SMA asal Pasar Kliwon dan Laweyan, Solo, tak mendapat kesempatan yang sama dalam sistem PPDB.

Ada Kecurigaan Manipulasi Piagam CPD, Ini Kata Panitia PPDB SMAN 3 Solo

Panitia PPDB SMAN 3 Solo memberikan klarifikasi terkait kecurigaan adanya manipulasi data piagam prestasi CPD yang sempat beredar di media sosial Twitter.

Lomba Menulis Surat untuk Bunda Selvi Gibran, Ruang Ekspresi Anak Curhat

Lomba Menulis Surat untuk Bunda Selvi digelar agar anak menuliskan perasaan lewat tulisan atau expressive writing yang bisa menurunkan tingkat depresi dan stres.

SMP Negeri di Klaten Ini Tak Terapkan Zonasi tapi Masih Kurang Siswa

SMPN 3 Karanganom, Desa Blanceran, Kecamatan Karanganom hingga kini masih membuka penerimaan peserta didik baru (PPDB) secara offline.

2 Pencuri Konter Pulsa di Wedi Ditangkap, 1 Tersangka Harus Digendong

Sebanyak dua pelaku pencurian konter ponsel di Desa Canan, Kecamatan Wedi pada pertengahan Mei lalu akhirnya dibekuk anggota Polres Klaten.

Kini Berbayar, Begini Cara Pesan Tiket Naik Mobil Listrik Wisata Solo

Cara pesan tiket mobil wisata berbasis listrik di Kota Solo yang kini sudah berbayar cukup mudah, bisa melalui Whatsapp atau datang langsung ke Kantor Dishub.

Kunjungi Klaten, Sandiaga Uno Senggol Nama Ganjar Lagi Jadi Buah Bibir

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno, tiba-tiba titip salam kepada Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo.

Selesai 2024, Bendungan Jlantah Aliri Air 1.494 Ha Sawah di Karanganyar

Kehadiran Bendungan Jlantah di Karanganyar menambah jumlah tampungan air yang dibangun Kementerian PUPR dalam mendukung ketahanan pangan dan air di Provinsi Jawa Tengah.

Selalu Temui Rudy Saat Ke Solo, Ini Sederet Pesan Tjahjo Kumolo

Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo mengaku mendapat banyak pesan berharga dari Tjahjo Kumolo yang meninggal dunia pada Jumat (1/7/2022).

Kemensos Bantu Obati Bayi Penderita Jantung Bocor asal Karanganyar

Bayi penderita jantung bocor asal asal Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, mendapat bantuan pengobatan dari Kemensos. Orang tua si bayi juga mendapat bantuan permodalan.