KISAH UNIK : Penggagas Kafe Jamban Jalan Kaki Semarang-Jakarta demi Temui Presiden
Budi Laksono, disen Pascasarjana Undip penggagas Kafe Jamban. (Youtube.com)

Kisah unik yang dicatatkan Budi Laksono yang menggagas Kafe Jamban berlanjut dengan aksinya bersama puluhan aktivis guna mengampanyekan jambanisasi nasional.

Solopos.com, SEMARANG – Setelah menyita perhatian dunia lewat ide kontroversialnya membuat Kafe Jamban, Budi Laksono, bakal kembali menjadi sorotan. Kisah unik Budi akan diperkirakan bakal berlanjut setelah kembali menyita perhatian lewat aksi solidaritas bersama rekan-rekannya berjalan kaki dari Semarang ke Jakarta.

Dalam konferensi pers di Crowne Plaza Hotel, Semarang, Jumat (29/7/2016), Budi mengaku aksi jalan kaki itu akan digelar untuk mengampanyekan pentingnya toilet sehat. Aksi itu digelar Senin-Minggu (1-17 Agustus 2016) mendatang.  “Total kami akan berjalan kaki selama 17 hari. Pada Hari Kemerdekaan rencana kami tiba di Jakarta dan akan diterima Pak Jokowi [Presiden Joko Widodo],” terang Budi saat menggelar jumpa pers.

Budi yang merupakan dosen Pascasarjana Jurusan Epidemiologi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu menambahkan, aksi jalan kaki dari Semarang ke Jakarta itu akan diikuti sekitar 10 orang peserta. Para peserta itu merupakan aktivis yang dianggap gigih dalam mengampanyekan lingkungan sehat.

“Saat ini masyarakat butuh social leadership untuk membangun jamban. Maka tidak ada salahnya, saya bersama teman-teman relawan Jambansasi jalan kaki ke Jakarta untuk meminta dukungan kepada Presiden Jokowi/ Saya juga akan menyambangi Kemendes [Kementerian Desa] dan Kemendagri [Kementerian Dalam Negeri] untuk memerdekakan masyarakat dari pengaruh sanitasi buruk,” imbuh Budi.

Tifus dan Diare
Budi menilai kepedulian masyarakat Indonesia terhadap sanitasi yang baik saat ini memang perlu digalakkan. Ia bahkan menyebutkan akibat sanitasi yang buruk itu Indonesia mengalami kerugian hingga Rp56 triliun karena banyak masyarakat yang menderita penyakit tifus maupun diare.

Ia juga menganggap kepedulian masyarkat terhadap sanitasi yang bersih, khususnya di Jateng masih terbilang renah. Bahkan ia menyebutkan masih ada 2,8 juta warga di jateng yang tidak memiliki jamban. “Akibatnya sebagian besar dari mereka banyak yang terkena diare atau tifus. Dua penyakit itu timbul karena sanitasi yang buruk,” ungkap pria yang juga menjadi ketua Yayasan Wahana Bhakti Sejahtera itu.

Aksi jalan kaki ke Jakarta itu rencana akan dimulai di depan kantor Gubernur Jateng di Jalan Pahlawan, Semarang. Rencana Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, akan berkesempatan melepas rombongan itu.

 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom