KISAH UNIK : Pasangan Ini Baru Tahu Anak yang Divonis Mati 7 Tahun Lalu Masih Hidup

KISAH UNIK : Pasangan Ini Baru Tahu Anak yang Divonis Mati 7 Tahun Lalu Masih Hidup

SOLOPOS.COM - Pasangan suami istri ini menyadari anaknya masih hidup setelah 7 tahun (Yahoo News)

Mereka mengetahui kalau kabar buruk itu salah setelah ditagih biaya panti asuhan oleh dinas terkait.

Solopos.com, VOLGOGRAD – Kisah unik, pilu, sekaligus membahagiakan terjadi pada pasangan suami istri yang diberi tahu buah hati mereka meninggal tak lama setelah lahir, kurang lebih tujuh tahun lalu. Mereka mengetahui kalau kabar buruk itu salah setelah ditagih biaya panti asuhan oleh dinas terkait.

Dilansir Yahoo News, Kamis (22/2/2018), pasangan suami istri yang tak diungkap identitasnya itu tinggal di Kota Volgograd, Rusia. Mereka diberi karunia seorang buah hati pada 2011. Namun, rumah sakit tempat sang istri melahirkan mendiagnosa bayi mereka tidak akan bertahan lama setelah dilahirkan.

Tidak diungkap secara pasti diagnosa apa yang diungkap rumah sakit itu. Namun pasangan tersebut menandatangani surat persetujuan agar bayi itu dirawat di rumah sakit setelah lahir. Merasa bersalah karena meninggalkan anak, pasangan itu kembali ke rumah sakit hanya untuk diberi tahu buah hati mereka telah tiada.

Hidup pun berlanjut, pasangan itu melanjutkan hidup seperti biasa, hingga pertengahan 2017. Awalnya dinas terkait mengirim tagihan biaya penghuni panti asuhan senilai 3.000 Poundsterling atau sekitar Rp57 jutaan ke alamat pasangan tersebut saat melahirkan, namun keduanya sudah pindah.

Hal itu membuat dinas penyitaan kota Volgograd membekukan rekening yang tercatat sebagai ibu bocah tersebut. Masalah mulai terurai saat sang ibu tak mampu menarik tunai. Saat mengurus administrasi terkait perbaikan rekeningnya, sang ibu diberi dokumen tagihan dari panti asuhan kota. Kabarnya saat melihat dokumen tersebut sang ibu pingsan.

“Sekarang sudah jelas, bahwa pasangan tersebut selama ini menganggap buah hati mereka sudah meninggal,” ucap juru bicara Dinas Penyitaan Kota Volgograd.

Pasangan tersebut langsung mengajukan gugatan hukum agar hak asuh mereka segera dipulihkan. Harapan tersebut terkabul pada November 2017. Meski sudah kembali berkumpul dengan anak kandung mereka, pasangan ini masih heran mengapa rumah sakit memberi keterangan anak mereka meninggal? Dan mengapa tagihan panti asuhan tak datang lebih cepat?

 

 

Berita Terkait

Berita Terkini

Masjid Istiqlal Batal Gelar Salat Id

Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Nasaruddin Umar, mengatakan pilihan membatasi jemaah tak bisa dilakukan sebab kapasitas maksimal masjid 250.000 orang dan 10 Persen dari jumlah itu masih terlalu banyak.

Antisipasi Keramaian, Pemkot Solo Swab Acak Pengunjung di 3 Mal

Pemerintah Kota Solo melakukan swab acak kepada pengunjung dan pegawai di tiga mal Kota Solo pada Senin (10/5/2021) sore.

GEMBIRA, Rahasia Kak Seto Bisa Parkour di Usia 70 Tahun

Di usia nyaris 70 tahun, Kak Seto masih sanggup parkour.

Resmi! KPK Nonaktifkan Novel Baswedan dan 74 Pegawai

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan, bersama 74 pegawai KPK lainnya dinyatakan tidak lolos TWK dan dinonaktifkan KPK.

Ganjar Perkirakan Kasus Covid-19 di Jateng Bakal Naik Seusai Lebaran

Seluruh kepala daerah tidak boleh lengah, meski pun kasus Covid-19 di Jateng tengah mengalami tren menurun.

Memoles Perhiasan Lama Terlihat Gilap Seperti Baru, Catat Tipsnya!

Memoles Perhiasan Lama Tampak Gilap Seperti Baru

Keracunan Massal Karangpandan: 29 Orang Masih Dirawat Di RS Dan Puskesmas

Sebanyak 29 orang dari total 55 korban keracunan massal Puntukringin, Gerdu, Karangpandan, Karanganyar, masih dirawat di RS dan puskesmas

Wisatawan Luar Daerah Boleh Piknik ke Objek Wisata Klaten Saat Lebaran 2021

Pemkab Klaten tidak membatasi daerah asal pengunjung yang ingin datang ke objek wisata di wilayah Kabupaten Bersinar saat Lebaran 2021.

Pemudik Ini Tiba-Tiba Kesurupan saat Dihentikan Petugas di Pos Penyekatan

Dalam video itu terlihat seseorang yang memakai ikat batik berteriak sambil melakukan gerakan tak biasa.

Mengenal Prepekan, Tradisi Berbelanja Jelang Lebaran di Pasar Tradisional

Dalam tradisi menjelang Lebaran di wilayah Sragen ada istilah yang dikenal dengan sebutan prepekan. Tradisi prepekan itu adalah tradisi orang Jawa berbelanja ke pasar untuk memenuhi kebutuhan saat Lebaran.

Plosorejo Karanganyar Sempat Masuk Zona Merah Covid-19, Ternyata Klaster Ini Penyebabnya

Desa Plosorejo, Kecamatan Matesih, Karanganyar, sempat masuk zona merah risiko Covid-19 karena ada satu klaster dengan 18 kasus positif.

Ini Kriteria Botol Air Minum Kemasan yang Aman dan Sehat

Sebagai pembeli kita harus jeli memperhatikan kualitas botol air minum kemasan.