KISAH UNIK : Cemaskan Bayi Jarang Menangis? Tirulah Cara Unik Ini...

KISAH UNIK : Cemaskan Bayi Jarang Menangis? Tirulah Cara Unik Ini...

SOLOPOS.COM - Pesumo ditugasi membikin bayi menangis di Jepang (www.weirdlife.com)

Kisah unik datang dari Jepang, dicatatkan para pesumo yang dipercaya membuat bayi-bayi menangis. Untuk apa?

Solopos.com, SOLO– Sebagian orang tua mungkin merasa cemas saat mengetahui bayi mereka jarang menangis. Jarang menangis bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan dalam tubuh bayi tersebut.

Salah satu masalah kesehatan yang ditandai jarangnya tangisan itu adalah paru-paru bayi tidak berkembang dengan baik. Mengabaikan perasaan cemas, sebagian orang tua di Jepang justru memilih solusi yang unik nan menarik dalam mengatasi kondisi tersebut.

Cara unik solusi mengatasi bayi mereka yang jarang menangis itu adalah dengan mengikuti acara membuat bayi menangis yang melibatkan sejumlah pesumo. Pesumo? Ya! Atlet gulat khas Jepang, sumo.

Sebagaimana dilansir laman Mirror, Senin (4/5/2015), cara yang dilakukan para pesumo tersebut adalah dengan mengangkat para bayi setinggi-tingginya, hingga di atas kepala para atlet yang umumnya bertubuh bongsor itu. Langkah para pesumo itu dilakukan hingga sang bayi menangis.

Bukannya merasa khawatir atau takut, orang tua dari para bayi itu justru kegirangan saat menyaksikan anak-anak mereka menangis. Para orang tua tersebut memercayai, tangisan anak-anak mereka itu dapat sampai kepada Tuhan sehingga membantu mendatangkan kesehatan dan kekuatan bagi putra-putri kecil mereka.

Perhelatan unik yang melibatkan pesumo itu memang sudah berlangsung secara turun temurun sejak berabad-abad lalu. Dihadirkannya sejumlah pesumo tersebut diharapkan dapat membantu para bayi menangis secara alami. (Azizah/JIBI/Solopos.com)

Berita Terkait

Berita Terkini

Lebaran Virtual, ShopeePay Bagikan 4 Ide THR Unik dan Berkesan untuk Orang Tersayang

ShopeePay sediakan beragam produk dan layanan digital sebagai inspirasi THR Lebaran

Masjid Istiqlal Batal Gelar Salat Id

Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Nasaruddin Umar, mengatakan pilihan membatasi jemaah tak bisa dilakukan sebab kapasitas maksimal masjid 250.000 orang dan 10 Persen dari jumlah itu masih terlalu banyak.

Antisipasi Keramaian, Pemkot Solo Swab Acak Pengunjung di 3 Mal

Pemerintah Kota Solo melakukan swab acak kepada pengunjung dan pegawai di tiga mal Kota Solo pada Senin (10/5/2021) sore.

GEMBIRA, Rahasia Kak Seto Bisa Parkour di Usia 70 Tahun

Di usia nyaris 70 tahun, Kak Seto masih sanggup parkour.

Resmi! KPK Nonaktifkan Novel Baswedan dan 74 Pegawai

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan, bersama 74 pegawai KPK lainnya dinyatakan tidak lolos TWK dan dinonaktifkan KPK.

Ganjar Perkirakan Kasus Covid-19 di Jateng Bakal Naik Seusai Lebaran

Seluruh kepala daerah tidak boleh lengah, meski pun kasus Covid-19 di Jateng tengah mengalami tren menurun.

Memoles Perhiasan Lama Terlihat Gilap Seperti Baru, Catat Tipsnya!

Memoles Perhiasan Lama Tampak Gilap Seperti Baru

Keracunan Massal Karangpandan: 29 Orang Masih Dirawat Di RS Dan Puskesmas

Sebanyak 29 orang dari total 55 korban keracunan massal Puntukringin, Gerdu, Karangpandan, Karanganyar, masih dirawat di RS dan puskesmas

Wisatawan Luar Daerah Boleh Piknik ke Objek Wisata Klaten Saat Lebaran 2021

Pemkab Klaten tidak membatasi daerah asal pengunjung yang ingin datang ke objek wisata di wilayah Kabupaten Bersinar saat Lebaran 2021.

Pemudik Ini Tiba-Tiba Kesurupan saat Dihentikan Petugas di Pos Penyekatan

Dalam video itu terlihat seseorang yang memakai ikat batik berteriak sambil melakukan gerakan tak biasa.

Mengenal Prepekan, Tradisi Berbelanja Jelang Lebaran di Pasar Tradisional

Dalam tradisi menjelang Lebaran di wilayah Sragen ada istilah yang dikenal dengan sebutan prepekan. Tradisi prepekan itu adalah tradisi orang Jawa berbelanja ke pasar untuk memenuhi kebutuhan saat Lebaran.

Plosorejo Karanganyar Sempat Masuk Zona Merah Covid-19, Ternyata Klaster Ini Penyebabnya

Desa Plosorejo, Kecamatan Matesih, Karanganyar, sempat masuk zona merah risiko Covid-19 karena ada satu klaster dengan 18 kasus positif.