Tutup Iklan

KISAH UNIK : Bukan Lelucon, Mukidi Juga Bikin Kopi!

KISAH UNIK : Bukan Lelucon, Mukidi Juga Bikin Kopi!

SOLOPOS.COM - Para pegawai gerai Kopi Mukidi pada perayaan perayaan Hari Kopi Sedunia di Semarang Town Square, Sabtu (1/10/2016). (Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

Kisah unik kali ini berasal dari seorang petani kopi asal Temanggung yang menggunakan nama Mukidi dalam produknya.

Solopos.com, SEMARANG – Mukidi bukanlah nama yang asing bagi para pengguna gadget dan media jejaring sosial berbasis Internet. Beberapa bulan lalu, nama Mukidi bahkan sempat menjadi viral di media sosial dengan lelucon-leluconnya. Tapi tahukah Anda jika Mukidi ternyata bukan hanya jago dalam membuat lelucon atau cerita lucu? Mukidi ternyata juga pandai dalam membuat kopi.

Hal itulah yang terlihat saat perayaan Hari Kopi Sedunia di Semarang Town Square (Setos), Jl. Inspeksi, Kota Semarang, Sabtu (1/10/2016). Dari sekian banyak gerai kopi yang memamerkan produk kopi dan olahan kopi, salah satunya yang menawarkan produk kopi dengan merek Mukidi.

Kendati nama Mukidi kondang, Kopi Mukidi sama sekali tidak ada berhubungan dengan lelucon-lelucon lucu yang sempat menjadi viral di media sosial beberapa waktu lalu. Kopi Mukidi ini juga tidak ada hubungannya sama sekali dengan pembuat cerita-cerita lucu, Mukidi, yakni Soetantyo Moechlas, asal Purwokerto yang kini tinggal di Bekasi itu.

Pemilik Kopi Mukidi yang juga bernama Mukidi, 42, warga Dusun Jambon, Desa Gandurejo, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah (Jateng) membantah jika nama Kopi Mukidi itu terinspirasi dari cerita-cerita lucu Mukidi yang jadi viral di media sosial. Ia juga mengklaim jika Kopi Mukidi miliknya itu sudah ada lebih dulu daripada lelucon-lelucon Mukidi.

“Kopi ini sudah ada sejak 2001. Nama Mukidi saya ambil dari nama asli saya, pemberian orang tua. Jadi enggak ada hubungannya sama lelucon yang jadi viral [media sosial] itu,” terang Mukidi saat dijumpai Semarangpos.com di Setos, Semarang, Sabtu.

Meski tak ada hubungannya, Mukidi mengaku cukup terbantu dengan adanya lelucon-lelucon lucu Mukidi. Meski belum mendongkrak penjualan, setidaknya lelucon Mukidi itu bisa membantunya dalam memasarkan produknya agar lebih bisa diterima masyarakat.

 Para pegawai gerai Kopi Mukidi pada perayaan perayaan Hari Kopi Sedunia di Semarang Town Square, Sabtu (1/10/2016). (Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

Para pegawai gerai Kopi Mukidi pada perayaan perayaan Hari Kopi Sedunia di Semarang Town Square, Sabtu (1/10/2016). (Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

Petani Mandiri
Kisah Mukidi asli Temanggung yang merupakan petani kopi dan pengusaha asal lereng Gunung Sumbing ini bukan hanya unik, namun juga inspiratif. Ia merupakan petani yang visioner dan bercita-cita agar semua petani menjadi petani mandiri.

Petani Mandiri, yang dimaksud Mukidi, adalah petani yang bukan hanya menaman produknya, tetapi juga mampu mengolah produknya, mengemas, dan memasarkannya secara mandiri. Selain Kopi Mukidi, Mukidi juga memiliki produk kopi lain, seperti Kopi Jawa dan Kopi Lamsi.

Ketiga produk kopi Mukidi ini memiliki rasa yang berbeda-beda dan terbilang unik dalam pengolahannya. Untuk Kopi Lamsi, Mukidi bahkan sengaja menanam biji kopinya dengan metode tumpang sari dengan tanaman tembakau.

Salah seorang pencinta kopi yang hadir dalam acara Hari Kopi Sedunia di Setos, Handoko Hendroyono, memuji kopi-kopi buatan Mukidi. Ia menilai produk-produk kopi milik Mukidi cukup menjual dan layak bersaing dengan produk-produk kopi dari luar negeri di pasaran.

“Rasanya cukup menjual. Baunya juga enak. Saya sudah lama mempelajari kopi. Secara rasa dan bau, kopi ini [Mukidi] dari cara penanaman, pengolahan, hingga penyajian sudah tepat,” ujar pria yang juga menjadi produser film Filosofi Kopi dan acara televisi Viva Barista itu kepada Semarangpos.com.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Begini Perketatan Aktivitas Masyarakat Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali melakukan perketatan aktivitas masyarakat selama masa PPKM Skala Mikro.

Sinyal Ferdinand Sinaga Merapat ke Persis Solo

Seorang sumber Solopos.com menyebut peluang Ferdinand merapat ke Persis mencapai 90%.

3 Zodiak Ini Konon Insan Paling Kreatif

Dalam urusan kreativitas, ada beberapa orang yang bingung dengan idenya, namun ada yang mudah mewujudkan layaknya zodiak insan kreatif.

Persika Karanganyar 0-1 Persis Solo: Assanur Rijal Akhirnya Pecah Telur

Setelah nihil gol di empat laga uji coba awal klub, Rijal Torres akhirnya pecah telur saat Persis beruji coba melawan Persika Karanganyar

Ngeri! Tabrak Pikap Pengendara Motor Tewas Terlindas Tronton

Kecelakaan itu terjadi antara pengendara sepeda motor Honda Vario dengan mobil Grand Max pikap dan truk tronton

Waduh! Stok Oksigen Menipis, RSUD Sragen Ketir-Ketir

RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen dibuat ketir-ketir dengan kondisi stok oksigen untuk pasien Covid-19 yang menipis.

8 Vaksin & Obat Covid-19 Ini Paling Laris

Bagi kaum skeptis, datangnya pandemi virus corona berati kesempatan bagi para penyedia obat-obatan dan vaksin pencegah Covid-19.

Target Vaksinasi Covid-19 di Jepang Terlampaui, Ini Kiatnya…

Jepang menuntaskan target vaksinasi Covid-19 melalui kerja keras memenuhi target, yakni mewujudkan sampai satu juta dosis vaksin setiap hari. 

Parah! Mau Diberi Masker, Pria Kulonprogo Malah Memukul Polisi

WW, 46 tahun warga Kulonprogo ditangkap setelah memukul Kanit Binmas Polsek Pandak, Ipda Tetepana yang hendak memberinya masker.

Tuan Rumah Liga 2: Sriwijaya FC Berencana Mundur, Persis di Atas Angin

Jika Sriwijaya FC benar-benar mundur, tinggal enam klub yang mengajukan markasnya sebagai tuan rumah babak awal Liga 2.

Tikus Duduki Australia, Napi Diungsikan

Populasi tikus di Australia tidak terkendali dan menduduki benua hingga mendesak manusia sehingga narapidana diungsikan.

Pegawai Setda Terpapar Covid-19, Pemkab Wonogiri Terapkan WFH Di Seluruh OPD

Pemkab Wonogiri menerapkah kebijakan work from home atau WFH untuk seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) hingga 5 Juli.