Tutup Iklan

KISAH TRAGIS : Warga Ampel Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Batu

KISAH TRAGIS : Warga Ampel Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Batu

SOLOPOS.COM - Ilustrasi mayat. (JIBI/Solopos/Dok.)

Kisah tragis dialami warga Kembang, Ampel, Boyolali, yang tewas tertimpa longsoran di lokasi tambang batu.

Solopos.com, BOYOLALI -- Priyanto, 35, warga Dukuh Tegalwaton RT 003/RW 008, Desa Kembang, Kecamatan Ampel, meninggal dunia setelah tertimpa longsoran tanah di lokasi penambangan batu di dukuh tersebut, Senin (24/10/2016) siang.

Berdasarkan informasi yang diterima Solopos.com, Priyanto berangkat pukul 08.00 WIB untuk menggali batu di ladang miliknya yang berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya. Sekitar pukul 09.00 WIB, salah satu warga sekitar, Supardi, 37, yang juga sedang mencari batu, mendengar suara reruntuhan di lokasi penambangan batu tempat Priyanto bekerja.

Dia lalu mendekati tempat Priyanto dan mendapati tanah longsor di lokasi penambangan batu. Tinggi timbunan material longsor mencapai 4 meter, sedangkan lebar bekas tanah longsoran sekitar 2 meter.

Supardi berusaha mencari keberadaan Priyanto dan meminta bantuan Isnanto, warga lainnya. Mereka khawatir terjadi apa-apa pada Priyanto.

Pukul 10.00 WIB warga mencari dengan menggali tanah sisa reruntuhan di lokasi penambangan milik Priyanto. Kurang lebih 15 menit kemudian, Priyanto ditemukan warga dalam posisi telungkup dan sudah meninggal dunia.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis Puskesmas II Ampel, Priyanto mengalami luka memar di bagian ketiak sebelah kiri. Korban meninggal dunia diduga akibat tertimpa longsoran tanah dan kehabisan oksigen karena tertimbun tanah.

Kepala Desa (Kades) Kembang, Untung Susilo, membenarkan kejadian tersebut. "Ya, ini baru selesai pemakaman," ujar dia saat dihubungi Solopos.com, Senin sore.

Menurut dia, insiden serupa pernah terjadi beberapa tahun lalu, warga tewas tertimbun reruntuhan tanah di lokasi penambangan. "Sebenarnya warga sudah sering saya peringatkan. Kalau mau menambang batu harus hati-hati. Kebetulan, curah hujan saat ini cukup tinggi. Tanah di atas galian itu labil, tadi siang runtuh," ujar Untung Susilo.

Tidak hanya Priyanto, sebagian besar warga Tegalwaton memanfaatkan potensi batu di ladang mereka sendiri untuk ditambang. Mereka menambang batu secara manual.

Jika sudah terkumpul banyak kira-kira satu bak mobil pikap, warga kemudian menjualnya sebagai sumber penghasilan. Mereka menggali batu hingga membuat lubang pada tanah tebing menjadi seperti gua.

"Nanti saya mau buat edaran kepada warga. Untuk sementara ini jangan menambang batu dulu. Kondisi tanah banyak yang labil karena curah hujan tinggi. Jangan sampai ada korban lagi."

Kapolsek Ampel, AKP Edi Sukamto, mengatakan wilayah Kembang tidak diguyur hujan saat kejadian. Dia juga mengimbau warga berhati-hati saat mencari batu bahkan kalau perlu tidak menambang saat musim hujan seperti sekarang ini.

Berita Terkait

Berita Terkini

Terlambat Naik, Penjala Ikan di Banjarnegara Ini Terjebak di Tengah Sungai

Seorang penjala ikan di sungai serayu, Desa Bandingan, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara yang terjebak di tengah arus aliran deras sungai.

Euro 2020 Malam Ini: Cheska Vs Inggris dan Kroasia Vs Skotlandia

Inggris dan Rep Cheska sudah pernah bertemu sebanyak empat kali sejak 1998. Hasilnya, Inggris mampu menyabet dua kemenangan, Republik Cheska satu kali menang, sementara sisanya berakhir imbang.

Sepeda Anti Jatuh dari Tiongkok, Tetap Seimbang Saat Berhenti

Seorang Vlogger asal Beijing, Tiongkok menunjukkan sebuah sepeda otonom yang mampu tetap seimbang tanpa jatuh saat dalam keadaan berhenti.

Hipertensi Komorbid Penyebab Kematian Terbanyak Pasien Covid-19

Selain menjadi komorbid penyebab kematian terbanyak pasien Covid-19, hipertensi dikenal juga sebagai silent killer.

Marak Bangunan Liar di Tepi Jalan Solo-Purwodadi, Ini Sebabnya!

Jumlah bangunan liar di tepi jalan Solo-Purwodadi, tepatnya di saluran irigasi Kedung Kancil di wilayah Doyong dan Soko, Kecamatan Miri, Sragen, terus bertambah.

Lokasi Pendidikan Anak-Anak Perusak Makam Mojo Solo Tak Berizin, Kemenag Jateng: Bubarkan!

Kemenag memastikan tempat pendidikan anak-anak pelaku perusak makam di Mojo, Pasar Kliwon, Solo, tidak berizin dan harus dibubarkan.

Nilai Transaksi Pasar Modal di Soloraya Turun, Kenapa?

Jumlah investor di Soloraya naik signifikan pada semester I tahun 2021, meski nilai transaksi turun karena kondisi pasar modal kurang bagus.

PO Ini Operasikan Bus Premium, Salah Satunya Berpusat di Palur

Bus-bus kelas premium jadi cara sejumlah PO untuk menggaet penumpang saat berpergian, salah satunya PO itu ada di Palur Karanganyar.

Pencurian Toko Ponsel di Madiun Terekam CCTV, Pelaku Kenakan Masker

Aksi pencurian terekam dalam CCTV atau kamera pengintai yang terpasang di dalam toko ponsel Majuhardware, Caruban, Kabupaten Madiun.

Nongkrong Berkerumun di Klaten, Siap-Siap Jadi Sasaran Swab Antigen

Pemkab Klaten akan melakukan tes swab antigen terhadap warga yang ketahuan nongkrong berkerumun dan melewati batas jam malam.

Fascino 125, Skutik Berfitur Hybrid dari Yamaha

Pabrikan sepeda motor Yamaha mengeluarkan sepeda motor skuter matik berfitur hybrid pada Fascino 125.

Ikut Rewangan Akikahan, 8 Keluarga di Purbayan Baki Sukoharjo Kena Covid-19

Delapan keluarga di satu perumahan di kawasan Purbayan, Baki, Sukoharjo, terpapar Covid-19 setelah ikut rewangan akikah.