KISAH TRAGIS : Ngaku Kena Tipu, Keluarga Asal Kudus Terdampar di Taman Unyil
Keluarga yang mengaku berasal dari Kudus dan menjalani kisah tragis sehingga terdampar di Taman Unyil, Bandarjo, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jateng, Rabu (14/6/2017). (Facebook.com-Ardhyansyah Pratama)

Kisah tragis yang dilakoni satu keluarga dari Kudus menyita perhatian netizen.

Solopos.com, UNGARAN – Keluarga kecil asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng) mengaku mengalami kisah tragis sehingga terdampar di Taman Unyil, Bandarjo, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang dan tak bisa kembali pulang ke Kudus. Kisah tersebut mencuat di media sosial Facebook dan menjadi bahan diskusi netizen di grup Facebook Ungaran.

Kisah itu kali pertama dipaparkan pengguna akun Facebook ?Ardhyansyah Pratama? di dinding grup Facebook Ungaran, Rabu (14/6/2017). Ia mengaku bertemu keluarga yang mengaku mengalami kisah tragis itu di Taman Unyil. Tak lupa, ia juga mengunggah foto keluarga tersebut sedang tiduran di Taman Unyil.

"Ki Ana sekeluargd meh balik neng Kudus keentekan det. Kerjo proyek ra di bayar. Mesake lur meh bodo ra sa balik. Ui bapak ibu dan anak. Sekirane meh ngamalke rejekine ra ketang sitik monggo. Posisi Taman unyil. Mau wes tak kai go tuku udud [Ini ada keluarga yang hendak pulang ke Kudus namun kehabisan uang. Bekerja di proyek namun tak dibayar. Kasihan mau Lebaran tak bisa pulang. Itu bapak, ibu, dan anak. Mari dibantu. Posisi di Taman Unyil]," tulis pengguna akun Facebook ?Ardhyansyah Pratama.

Alih-alih merasa iba, netizen justru meminta warga Ungaran untuk berhati-hati terhadap keluarga yang mengaku mengalami kisah tragis itu. Menurut mereka, modus operandi meraih rasa iba warga untuk mendapatkan derma seperti itu kerap dilakukan di wilayah Ungaran.

Mereka mengungkapkan banyak keluarga yang mengaku mengalami kisah tragis dan meminta bantuan. Hal itu kerap terjadi menjelang Lebaran 2017 ini.

"Sering om ning masjid wahyu, modus sama balik ning cirebon. Intine nek ono wong ngejak omong awakke dewe ra kenal jarno wae [Sering terjadi juga di Masjid Wahyu. Modusnya hampir sama. Ingin pulang ke Cirebon. Intinya jika ada orang seperti itu biarkan saja]," ungkap pengguna akun Facebook Effendy Dwi.

Meski banyak yang menduga keluarga asal Kudus itu hendak melakukan penipuan, masih ada segelintir netizen yang terketuk hatinya untuk mengulurkan bantuan. Terlepas itu penipuan atau bukan, mereka hanya berniat membantu tanpa maksud lain.

Sementara itu, sebagian netizen menyarankan agar melapor kepada pihak berwenang seperti kepolisian jika menemui kejadian seperti itu. Jika memang mereka mengalami kisah tragis, netizen minta agar polisi yang mencarikan solusinya, demi menghindarkan diri dari penipuan. Mereka hanya khawatir aksi penipuan akan marak menjelang Lebaran 2017 ini jika masyarakat tak waspada. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom