Ilustrasi delman (Youtube)

Solopos.com, SOLO – Selalu ada kisah unik dan menarik yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Seperti kisah kemtian kuda penarik andong saat menarik penumpang di Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah. Kisah unik tersebut dibagikan lewat akun Instagram @_infocegatansolo, Rabu (6/3/2019).

Unggahan tersebut memperlihatkan kemacetan panjang di ruas Jalan Ngampin-Jambu, Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah. Namun, bukan kemacetannya yang menarik, melainkan sejumlah orang yang berkerumun di pinggir jalan.

Orang-orang itu ternyata sedang mengerumuni bangkai kuda yang baru saja mati. Menurut cerita, kuda tersebut mati saat bekerja menarik delman. "Barusan saya dari Ambarawa mau pulang ke Grabag. Di Jalan Ngampin-Jambu terjadi kemacetan panjang. Ternyata ada seekor kuda penarik delman yang sakit. Akhirnya, setelah dievakuasi, kuda tersebut mati. Mungkin kelelahan sehingga kuda tersebut kehabisan tenaga dan mati," tulis pengelola akun Instagram @_infocegatansolo sebagai keterangan foto.

Kisah tragis itu rupanya cukup menarik perhatian warganet. Buktinya, ratusan komentar membanjiri unggahan tersebut. Kebanyakan warganet merasa prihatin dengan nasib buruk yang dialami kuda penarik delman.

"Setop pakai kuda sebagai transportasi, apalagi buat di jalan raya. Kita juga harus setop naik bendi please," komentar @aristaprista.

"Kayak begitu delmannya dosa, menyiksa hewan," sambung @ardilapakem.

"Mesin saja bisa mogok. Apalagi tenaga alami, kasihan. Semoga di surga makan enak, paling enggak tega lihat hewan tersakiti," lanjut @afniys.

"Sudah zamannya mesin. Diganti saja alat transportasinya. Becak genjot juga diganti mesin. Delman, dokar, bendi, becak tradisional mending buat sarana wisata yang jarak tempuhnya enggak sampai 2 kilometer," saran @rikkyagungnugroho.

Seperti diketahui, dokar merupakan salah satu alat transportasi tradisional yang masih cukup eksis. Anda masih bisa menjumpai dokar di sejumlah wilayah di Jawa Tengah maupun Daerah Istimewa Yogyakarta. Biasanya, dokar difungsikan sebagai kendaraan wisata untuk turis berjalan-jalan. Namun, di beberapa wilayah, masih ada orang yang menjadikannya sebagai kendaraan pengangkut barang.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten