Kisah TKI asal Kudus, Gaji Tak Diberi Hingga Kena Deportasi

Kisah sedih berasal dari seorang perempuan asal Kabupaten Kudus yang menjadi TKI melalui agen penyaluran ilegal di Malaysia.

 Ilustrasi tenaga kerja Indonesia atau TKI. (Solopos-dok.)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi tenaga kerja Indonesia atau TKI. (Solopos-dok.)

Solopos.com, KUDUS — Kisah pilu dialami seorang pekerja imigran atau tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Desa Mejono, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Hanik. Perempuan berusia 48 tahun itu dideportasi oleh Pemerintah Malaysia, dan tidak mendapatkan gaji saat bekerja sebagai asisten rumah tangga.

Kisah sedih ini Hanik ceritakan kepada Anggota Komisi E DPRD Jateng, Mawahib Afkar, yang datang ke rumahnya, Sabtu (15/1/2022). Hanik mengaku sudah bekerja di Malaysia sejak tiga tahun lalu. Selama di Malaysia, Hanik sempat bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART).

PromosiJawa Tengah Pelopori Penggunaan Energi Surya di Fasilitas Kesehatan

Ia berangkat ke Malaysia melalui agen penyalur yang ternyata mempekerjakannya secara ilegal. Selama bekerja sebagai ART, gajinya pun dibayarkan melalui agen penyalurnya. Namun, agen penyalur ilegal itu ternyata menahan gajik Hanik dan tidak memberikannya

Baca juga: Sempat Jadi Buron, Nurbaeti Calo Ratusan TKI Ilegal Ditangkap

“Saya berangkat tiga tahun lalu sekitar tahun 2018 melalui agen yang ternyata ilegal. Saya dipekerjakan sebagai asisten rumah tangga di Bandar Mahkota Cheras, Selangor, Malaysia kurang lebih setahun,” tutur Hanik, dikutip dari Murianews.com.

Selama itu juga, sudah ada tiga keluarga yang menggunakan jasanya. Namun, waktunya hanya singkat. Keluarga pertama, ia bekerja selama tujuh bulan, kemudian keluarga kedua selama tiga bulan, dan yang terakhir adalah selama dua bulan.

“Selama itu juga gaji saya tertahan di agen, tidak diberi sedikitpun. Saya tidak kuat waktu itu, saya ingin keluar dari agen itu,” ujarnya.

Setelah terjadi perselisihan, Hanik akhirnya keluar dari agen tersebut. Namun, gajinya tetap tidak diberikan. Ia hanya diberikan paspor. Ia pun kemudian bekerja serabutan di Malaysia hingga akhirnya ditangkap pihak kepolisian dan imigrasi setempat saat Lebaran 2021 lalu.

Baca juga: Menengok Tradisi Buang Ayam di Jembatan Kudus Jelang Pernikahan

“Saya ditangkap dibawa ke sana ke mari selama berbulan-bulan, untungnya saya tidak melakukan apa-apa dan akhirnya saya dideportasi awal tahun ini,” imbuhnya.

Beruntungnya, ketika dideportasi ke Batam, Hanik bertemu dengan seorang dari Kabupaten Pati. Orang itu kemudian menceritakan kisah Hanik di media sosial. Ia juga meminta bantuan warga yang berkenan untuk membiayai kepulangan Hanik ke Kudus.

Alhasil, sejumlah pihak pun tergerak hatinya dan membantu kepulangan Hanik ke Kudus. Kini, Hanik sudah berada di Kudus dengan menggantungkan hidup pada anaknya yang telah berkeluarga di Mejobo. Hanik mengaku menyesal bekerja sebagai pekerja imigran atau TKI ilegal di Malaysia. Ia pun berupaya bangkit dan merelakan semua gajinya yang hingga kini belum diberikan agen TKI ilegal tersebut.

Sumber: Murianews.com

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Pencapaian SDGs Desa Langkah Penting Mengatasi Kemiskinan Ekstrem

+ PLUS Pencapaian SDGs Desa Langkah Penting Mengatasi Kemiskinan Ekstrem

Pencapaian Tujuan Pembangunan Desa Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) Desa menjadi bagian penting dari strategi mengatasi masalah kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Berita Terkini

Dampak Puluhan Kapal Terbakar, 636 Pelaut di Cilacap Nganggur

Ratusan nelayan di Kabupaten Cilacap menganggur setelah puluhan kapal mereka terbakar pada awal Mei lalu.

1.200 Umat Buddha Ikuti Meditasi Detik-Detik Waisak di Candi Borobudur

Seribuan umat Buddha mengikuti meditasi detik-detik Tri Suci Waisak 2566 Buddhist Era (BE) di depan altar Halaman Candi Borobudur.

Viral Warga Rusak Motor Orang Lewat, Buntut Konflik 2 Desa di Jepara?

Video yang menunjukkan sejumlah warga merusak sepeda motor pengguna jalan viral dan diduga terkait konflik dua desa di Jepara.

Usai Nonton Musik, Pemuda di Jepara Meninggal Dunia Disabet Sajam

Seorang pemuda berinisial AR, 30, warga Desa Muryolobo, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, tewas setelah terkena sabetan senjata tajam, Minggu (15/5/2022) sore.

Empat Ekor Sapi di Rembang Dinyatakan Sembuh dari Penyakit Mulut & Kuku

Sebanyak empat ekor sapi di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah dinyatakan sembuh dari penyakit mulut dan kuku (PMK).

Perayaan Waisak Dongkrak Kunjungan Wisata di Candi Borobudur

Perayaan Waisak di Candi Borobudur mendongkrak jumlah wisatawan yang datang ke destinasi wisata tersebut.

Keistimewaan Purworejo, Kota Kelahiran Pejuang Bangsa Indonesia

Purworejo dijuluki sebagai Kota Pejuang karena kabupaten di Jawa Tengah ini merupakan tempat kelahiran deretan tokoh bangsa Indonesia.

Gunung Prau, Spot Golden Sunrise Terbaik di Jawa Tengah

Gunung Prau yang berada di kawasan Dataran Tinggi Dieng merupakan spot golden sunrise terbaik di Jawa Tengah.

Ini Spot Nonton Pelepasan Lampion Waisak 2022 di Borobudur

Begini cara menyaksikan pelepasan ribuan lampion dalam puncak perayaan Waisak di Candi Borobodur pada Senin (16/5/2022).

Terbanyak di Jateng, Segini Jumlah Kiai di Pati

Kabupaten Pati ternyata menjadi wilayah yang memiliki jumlah kiai terbanyak di Jawa Tengah (Jateng).

Aksi Pembacokan di Jepara, Satu Pelaku Tertangkap Satunya Buron

Seorang pelaku pembacokan menggunakan sebilah pedang di desa Ujung watu, Kecamatan Donorojo, Jepara berhasil ditangkap polisi.

Jos! Desa di Pemalang Ini Bebas dari Status Miskin Berkat Pupuk Organik

Desa Bojongnangka, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, bisa terlepas dari status desa miskin berkat pengolahan pupuk organik.

Pesawat Citilink Mendarat Darurat di Bandara Semarang, Ini Sebabnya

Pesawat Citilink bernomor penerbangan QG 483 dengan rute Banjarmasin ke Cengkareng mengalami kerusakan mesin dan akhirnya mendarat darurat di Semarang.

Bawa 146 Penumpang, Pesawat Citilink Mendarat Darurat di Semarang

Pesawat Citilink dengan nomor penerbangan QG 483 mendarat darurat di Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang.

Air Berkah Waisak Diambil di Umbul Jumprit, Airnya Bisa Bikin Awet Muda

Umbul Jumprit, Kabupaten Temanggung, memiliki sejarah panjang dan airnya dipercaya memiliki banyak khasiat.