Kisah Syifa, Gadis Remaja Penyelamat Ular Asal Solo: Awalnya Takut, Lama-Lama Terbiasa
Syifa Mayang Fadila saat mengevakuasi ular cobra di Kota Solo, beberapa waktu lalu. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO -- Gadis remaja berhijab itu tampak cekatan saat mengevakuasi ular bersama tim penyelamat dari Exalos Indonesia di Benteng Vastenburg Solo, beberapa waktu lalu.

Syifa Mayang Fadila, itulah nama gadis kelahiran Solo, 16 September 2003, itu. Ia bersama rekan-rekannya di tim rescuer ular Exalos mendampingi para personel TNI dari Korem 074 Warastratama Solo yang tengah membersihkan area Benteng Vastenburg untuk persiapan rumah sakit lapangan (rumkitlap).

Saat proses pembersihan area benteng itu, banyak ditemukan ular. Apalagi kawasan itu memang diketahui sebagai sarang ular. Karena itulah, Korem meminta bantuan dari Exalos saat membersihkan area itu.

Baca Juga: 2 Pelanggan Reaktif Rapid Test, Petugas Tutup Warung Hik Di Kratonan Solo

Perempuan yang masih kelas XII Sekolah Menengah Kejuaran (SMK) Kesehatan Mandala Bhakti Solo itu sudah dua tahun bergabung sebagai penyelamat ular di komunitas pencinta binatang Exotic Animal Lovers Indonesia (Exalos).

Bahkan, warga Laweyan itu dipercaya sebagai Ketua Exalos Regional Kota Solo. Saat berbincang dengan Solopos.com, Senin (25/1/2021), Syifa menceritakan awal mula ketertarikannya bergabung dengan Exalos.

Mengubah Pandangan Tentang Ular

Perempuan berhijab itu mengaku dulu sempat takut dengan ular. Namun, ketertarikannya dengan ular muncul saat Exalos mengedukasi soal satwa di sekolahnya.

Baca Juga: 2 Acara Hajatan Dibubarkan Tim Cipta Kondisi Solo, Lurah Ngaku Kecolongan

“Saya mengubah pandangan tentang ular, kenapa harus takut dengan ular. Apa yang harus ditakutkan dengan ular. Awalnya saya belajar memegang ular dulu didampingi teman-teman, lama-lama terbiasa,” papar Syifa.

Sebelum bergabung menjadi penyelamat ular di Exalos Solo, Syifa mengaku hanya tahu sedikit tentang beberapa jenis ular berbisa dan tidak berbisa.

Namun, seiring berjalannya waktu, Syifa justru terjun langsung menindaklanjuti laporan masyarakat untuk mengevakuasi ular masuk rumah.

Baca Juga: Cawabup Terpilih Klaten Yoga Hardaya Dilaporkan ke Polisi, Apa Tanggapan Sri Mulyani?

Kecintaan ke hewan melata itu terus bertumbuh. Bahkan, ia sempat memelihara beberapa ular berjenis kobra, ular hijau ekor merah, dan ular sanca.

Daya Tarik Tersendiri

Namun, karena arahan senior dan orang tua, ular peliharaan itu kemudian ia titipkan ke base camp Exalos demi keamanan bersama.

Syifa menceritakan kecintaanya kepada ular menimbulkan banyak pertanyaan. Banyak orang kaget karena ada perempuan yang tidak takut dengan ular, bahkan masuk tim penyelamat ular di Exalos Solo. Bahkan, ia menyebut hal itu menjadi daya tarik tersendiri.

Baca Juga: Wali Kota Solo, Gubernur, hingga Danrem Antar Gunawan Wirosaroyo Ke Peristirahatan Terakhir

Sebagai Ketua Regional Solo, Syifa kini aktif menyosialisasikan kepada masyarakat dan pelajar terkait menjaga ekosistem serta edukasi tentang ular. Berbagai macam fakta dan mitos tentang ular Syifa sampaikan ke masyarakat.

Ia mengaku sempat canggung saat berkomunikasi dengan masyrakat secara langsung. Namun, hal itu ia jadikan pelajaran demi masa depannya.

“Hal yang paling sering saya sampaikan ke masyarakat tentunya pengenalan ular. Lalu, pencegahan serta cara-cara menangani saat ada ular masuk rumah,” papar Syifa.

Baca Juga: Tokoh Pemuda Solo Ini Minta Pemerintah Kaji Ulang Perpanjangan PPKM: Fokus Vaksinasi!

Menangani Gigitan Ular

Ia menambahkan masyarakat sering memahami bahwa ular takut dengan garam. Padahal hal itu merupakan pandangan yang tidak benar. Ular justru tidak menyukai aroma wewangian sekitar rumah.

Lalu, ia juga menemukan kebiasaan masyarakat menangani gigitan ular, bukannya segera mencari pertolongan medis namun justru pengobatan nonmedis. Syifa mengingatkan agar jangan membunuh ular yang masuk rumah.

Ular tidak akan masuk rumah jika kebersihan rumah terjaga. Gadis remaja asal Solo ini mengatakan jika sampai ada ular masuk ke rumah lebih baik usir saja atau memanggil penyelamat atau rescuer ular.

Baca Juga: Penganiaya Karyawati Minimarket Colomadu Belum Tertangkap, Polres Karanganyar: Mohon Doanya!

Ketua Umum Exalos Indonesia, Janu Wahyu Widodo, membenarkan semula Syifa takut saat berhadapan dengan ular. Namun, Syifa memiliki tekat dan aktif saat bergabung dengan Exalos.

Hal itu karena Exalos tidak hanya menyoal hewan ular saja namun kegiatan sosial. “Kami memiliki 16 regional di Indonesia. Syifa kami percaya menjadi ketua regional Solo,” papar Janu.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom