Petugas dapur umum pos induk bencana banjir di Kantor Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, menggoreng tempe untuk lauk, Jumat (8/3/2019). (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

Madiunpos.com, MADIUN -- Bencana banjir menerjang wilayah di Kabupaten Madiun sejak Selasa (5/3/2019). Ribuan warga Madiun mengungsi sebelum akhirnya banjir surut.

Salah satu kebutuhan dasar yang diperlukan saat bencana yaitu makanan bagi para korban dan sukarelawan. Untuk memenuhi kebutuhan pangan para korban ini, ada tim khusus yang menyiapkan ribuan nasi bungkus untuk para korban.

Tim masak untuk memenuhi kebutuhan para korban bencana ini ada sekitar 30 orang yang bekerja di pusat dapur umum. Mereka juga terdiri atas sukarelawan dan orang-orang khusus yang ahli di bidang masak dalam keadaan darurat yaitu tim Tagana Kabupaten Jombang.

Pantauan Madiunpos.com di dapur umum posko pusat di Kantor Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jumat (8/3/2019), sejumlah sukarelawan di dapur umum menyiapkan masakan untuk makan siang para korban.

Mereka membagi tugas, ada yang merajang bumbu, sayur, hingga lauk, ada yang memasak nasi dan lauk pauk, serta ada yang membungkus nasi.

Kiordinator Tagana Kabupaten Jombang yang juga juru masak di dapur umum, Hidayat, mengatakan tim juru masak di dapur umum telah dibentuk sejak Rabu (6/3/2019). Setiap hari, dapur umum menyiapkan makan untuk para korban dan sukarelawan tiga kali dalam sehari.

Dia menuturkan dalam satu hari dapur umum memasak hingga 12 kuintal beras atau satu kali makan empat kuintal beras. Untuk lauk yang disiapkan, menurut dia, tergantung ketersediaan di dapur umum.

"Untu lauknya terkadang sarden, telur, tempe, dan daging ayam. Untuk sayurnya juga tergantung ketersediaan," kata Hidayat.

Dia menuturkan dapur umum memproduksi sebanyak 4.000 nasi bungkus untuk sekali makan para korban bencana banjir dan sukarelawan. Berarti dalam sehari sekitar 12.000 nasi bungkus disiapkan di dapur umum.

Dia menjelaskan untuk satu kali makan sudah ada takarannya. Seperti nasi untuk satu bungkus maksimal 2 ons. Dan untuk lauknya, selain menyesuaikan ketersediaan bahan juga diatur pola makannya. Hal itu supaya makanan yang disantap enak dan tidak dibuang sia-sia.

"Kami di sini sampai nanti proses penanganan bencana selesai. Tergantung permintaan pemerintah daerah," kata dia.

Seluruh nasi bungkus tersebut akan langsung dikirim ke pos-pos pengungsian dan perkampungan yang membutuhkan makanan. Karena saat ini sudah banyak pengungsi yang kembali ke rumah masing-masing. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten